Sinergi KKN UIN Walisongo dan UMKM Tahu Tamanrejo mendorong Kemandirian Ekonomi Lokal

Selasa, 11 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang melakukan kunjungan lapangan ke Pabrik Tahu yang berlokasi di Desa Tamanrejo, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal pada Senin, 11 November 2025.

Kunjungan ini bertujuan untuk mengenal lebih dalam proses pembuatan tahu secara langsung sekaligus menggali potensi ekonomi lokal dan penerapan nilai wirausaha di masyarakat desa.

Pabrik tahu yang telah berdiri lebih dari 10 tahun ini menjadi salah satu UMKM tangguh di wilayah Limbangan dan Boja. Setiap harinya, pabrik ini mengolah sekitar 7 kwintal kedelai lokal yang diperoleh langsung dari petani sekitar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proses produksi dimulai dengan penimbangan kedelai sebanyak 15 kilogram per sesi produksi, yang kemudian diulang hingga mencapai total 7 kwintal setiap harinya.

Baca juga:  Pemerintah Resmikan Kawasan Produksi Widuri Kendal, Wujudkan Ekonomi Berkelanjutan

Dalam wawancara bersama salah satu pegawai, mahasiswa KKN mendapatkan informasi bahwa setiap tahap produksi mulai dari penyaringan, perebusan, hingga pencetakan tahu memiliki sistem upah yang berbeda sesuai jenis pekerjaan.

Saat ini, pabrik tersebut mempekerjakan 13 tenaga kerja lokal, yang semuanya berasal dari Desa Tamanrejo.

Hal ini menjadi bukti nyata kontribusi usaha lokal dalam mendukung kemandirian finansial masyarakat desa.

Produk utama yang dihasilkan adalah tahu putih dan tahu goreng, dengan komposisi permintaan pasar sebesar 70% untuk tahu goreng dan 30% untuk tahu putih.

Distribusi produk dilakukan ke pasar Limbangan dan Boja, di mana permintaan tahu goreng menjadi yang paling tinggi.

Baca juga:  BPJS Kesehatan Dorong Rumah Sakit Perbaiki Layanan, Mobile JKN Jadi Solusi Digital

Selain fokus pada produksi, pabrik ini juga memiliki perhatian terhadap pengelolaan limbah hasil produksi.

Ampas tahu yang dihasilkan tidak dibuang percuma, melainkan dimanfaatkan kembali sebagai bahan pembuatan tempe gembus atau pakan ternak.

Sementara itu, limbah cair produksi telah ditampung dengan baik, meski belum dikelola secara mandiri untuk pemanfaatan lanjutan.

Menariknya, salah satu pekerja menyebutkan bahwa bagi warga atau pihak yang ingin mengambil ampas tahu untuk bahan olahan susu kedelai, dapat melakukannya secara gratis.

Hal ini menunjukkan semangat berbagi dan keberlanjutan ekonomi yang tumbuh di tengah masyarakat.

Pabrik tahu telah mimiliki izin usaha dan sertifikasi halal, menunjukkan komitmen dalam menjaga kualitas dan kepercayaan konsumen.

Baca juga:  Pemerintah Gelar Cek Kesehatan Gratis di Pesantren, Wujud Kepedulian pada Kesejahteraan Santri

Namun demikian, usaha ini belum memiliki kehadiran digital seperti Google Maps (gmap) dan QRIS, sehingga produk dan profil usahanya belum dikenal luas di luar masyarakat setempat.

Selama pandemi COVID-19, usaha ini sempat mengalami penurunan pendapatan akibat turunnya permintaan konsumen, namun kini telah bangkit kembali dan mampu meraup keuntungan yang stabil berkat loyalitas pelanggan dan kualitas produknya yang tetap terjaga.

Melalui kegiatan kunjungan ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo berharap dapat membantu pabrik dalam pengembangan strategi digitalisasi dan promosi produk lokal, agar UMKM seperti produksi tahu dapat lebih dikenal masyarakat luas dan menjadi contoh nyata kemandirian ekonomi desa.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

90 Persen Lulusan SMK di Jawa Tengah Terserap Industri, Gubernur Luthfi Dorong Penguatan Sekolah Vokasi
Gus Yasin Dorong Gerakan Wakaf Sosial untuk Perkuat Ekonomi Umat di Jawa Tengah
Menjelang Mudik Lebaran 2026, Sopir Bus di Jawa Tengah Jalani Cek Kesehatan Gratis
Mahasiswa UNS Sampaikan Aspirasi Langsung ke Wagub Jateng Taj Yasin Usai Kuliah Ramadan
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Minta Pemkab Pekalongan Tetap Maksimalkan Pelayanan Publik di Tengah Dinamika Pemerintahan
Pemprov Jateng Siapkan Rp6 Miliar untuk THR 13 Ribu PPPK Paruh Waktu, Cair 13 Maret
DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi
Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 09:36 WIB

90 Persen Lulusan SMK di Jawa Tengah Terserap Industri, Gubernur Luthfi Dorong Penguatan Sekolah Vokasi

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:02 WIB

Gus Yasin Dorong Gerakan Wakaf Sosial untuk Perkuat Ekonomi Umat di Jawa Tengah

Kamis, 12 Maret 2026 - 06:16 WIB

Menjelang Mudik Lebaran 2026, Sopir Bus di Jawa Tengah Jalani Cek Kesehatan Gratis

Rabu, 11 Maret 2026 - 14:44 WIB

Mahasiswa UNS Sampaikan Aspirasi Langsung ke Wagub Jateng Taj Yasin Usai Kuliah Ramadan

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:22 WIB

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Minta Pemkab Pekalongan Tetap Maksimalkan Pelayanan Publik di Tengah Dinamika Pemerintahan

Berita Terbaru