PKK Jateng Perkuat Program Pandu Cinta untuk Tekan Lonjakan Perkawinan Anak

Selasa, 25 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Perkawinan anak masih menjadi persoalan serius di Jawa Tengah. Data sepanjang 2024 menunjukkan 7.903 kasus, mayoritas dialami anak perempuan.

Angka ini membuat berbagai pihak semakin waspada, termasuk Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin.

Melalui program Pandu Cinta (Pelayanan Terpadu Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak), PKK Jateng kini mengambil langkah lebih terstruktur untuk menekan praktik pernikahan di usia belia.

Dalam kegiatan Sosialisasi Pandu Cinta di Gedung TP PKK Jawa Tengah, Senin (24/11/2025), Nawal menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar kampanye sesaat.

Baca juga:  Menkomdigi Ajak Generasi Muda Gunakan Teknologi Berlandaskan Etika dan Kemanusiaan

Pandu Cinta merupakan turunan dari program nasional Cepak (Cegah Perkawinan Anak), yang kini diperkuat lewat kerja sama lintas lembaga.

Menurut Nawal, keberhasilan pencegahan perkawinan anak tidak bisa hanya dibebankan pada satu pihak.

Karena itu, program ini melibatkan berbagai lembaga—Mulai dari MUI, Pengadilan Agama, Baznas, hingga organisasi pegiat isu perempuan dan anak.

Kolaborasi ini penting, terutama mengingat sebagian anak yang terpaksa menikah mengajukan dispensasi ke Pengadilan Agama.

PKK Jateng berkomitmen mengawal proses tersebut agar setiap kasus ditangani hati-hati dan tetap mengutamakan perlindungan anak.

Baca juga:  Bunda PAUD Jateng Nawal Arafah Yasin Raih Penghargaan Wiyata Dharma Madya dari Kemendikdasmen

Selain itu, PKK juga menggandeng Kementerian Agama untuk memberikan bimbingan pranikah bagi pasangan muda yang terlanjur menikah atau mendapatkan dispensasi.

Tujuannya, agar mereka tetap memiliki bekal pengetahuan dasar tentang keluarga, kesehatan, hingga kesiapan mental.

Fenomena perkawinan anak, ujar Nawal, bukan terjadi tanpa sebab. Ada kondisi-kondisi tertentu yang membuat anak lebih rentan memasuki perkawinan dini.

Kemiskinan menjadi penyumbang terbesar. Dalam beberapa keluarga, menikahkan anak dianggap jalan keluar dari tekanan ekonomi.

Pendidikan yang rendah, kehamilan di luar nikah, dan minimnya pemahaman tentang risiko pernikahan di usia anak juga memperparah situasi. Padahal, dampaknya sangat panjang.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 13 Kenalkan Dasar-Dasar Coding di SDN 1 Ungaran

Anak berpotensi putus sekolah, rentan mengalami KDRT, sulit bangkit dari jerat kemiskinan, bahkan menghadapi ancaman perceraian lebih tinggi.

“Jika tidak ada intervensi yang tepat, anak kehilangan kesempatan membangun masa depan,” kata Nawal.

Selain fokus pada pencegahan, PKK Jateng juga menggerakkan Forum Anak dan Forum Generasi Berencana (Genre) untuk mendorong anak-anak mengembangkan potensi diri.

Aktivitas positif di forum tersebut diyakini mampu mengurangi risiko pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, maupun hubungan seksual pranikah—faktor-faktor yang sering berujung pada perkawinan anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kemenhan dan PWI Matangkan Diklat Bela Negara, 200 Wartawan Ikuti Pelatihan di Bogor
Mahasiswa KKN UPGRIS Kenalkan Program GASPOL untuk Penggunaan Gadget Sehat di SDN Leyangan
Wujudkan Senyum Sehat, Mahasiswa KKN UPGRIS Edukasi Siswa SD N 1 Palebon Cara Sikat Gigi yang Benar
Peringati HUT Megawati, Wakil Ketua DPC Irham Kahfi Ikut Agenda Bakti Sosial di Lokasi Banjir Banyuglugur
Indonesia Masuk Board of Peace, Prabowo Dorong Jalan Damai untuk Gaza dan Palestina
Prabowo dan Raja Charles III Sepakat Perkuat Pemulihan 57 Taman Nasional Indonesia
Infrastruktur Dinilai Jadi Kunci Pariwisata Nasional, DPR Minta Kemenpar Evaluasi Strategi Promosi
Pembangunan Rusun Subsidi Meikarta Dapat Lampu Hijau, KPK Tegaskan Status Hukum Bersih

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 05:34 WIB

Kemenhan dan PWI Matangkan Diklat Bela Negara, 200 Wartawan Ikuti Pelatihan di Bogor

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:21 WIB

Mahasiswa KKN UPGRIS Kenalkan Program GASPOL untuk Penggunaan Gadget Sehat di SDN Leyangan

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:01 WIB

Wujudkan Senyum Sehat, Mahasiswa KKN UPGRIS Edukasi Siswa SD N 1 Palebon Cara Sikat Gigi yang Benar

Jumat, 23 Januari 2026 - 11:15 WIB

Indonesia Masuk Board of Peace, Prabowo Dorong Jalan Damai untuk Gaza dan Palestina

Jumat, 23 Januari 2026 - 08:19 WIB

Prabowo dan Raja Charles III Sepakat Perkuat Pemulihan 57 Taman Nasional Indonesia

Berita Terbaru

Ragam

Apa Itu Tas Siaga Bencana dan Apa Saja Isinya?

Jumat, 23 Jan 2026 - 19:09 WIB