MoU Pencetakan Al-Qur’an Iluminasi Tionghoa Ditandatangani di Istiqlal, Simbol Harmoni Budaya di Indonesia

Senin, 16 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Keragaman budaya di Indonesia kembali menemukan bentuk ekspresinya melalui dunia literasi keislaman. Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) bersama Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) dan Koperasi Karyawan Konsumen Unit Percetakan Al-Qur’an (KKKUPQ) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mencetak Al-Qur’an dengan iluminasi bercorak Tionghoa.

Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (16/3/2026).

Inisiatif ini tidak hanya berkaitan dengan penerbitan mushaf Al-Qur’an, tetapi juga menjadi simbol perjumpaan harmonis antara nilai-nilai Islam dan kekayaan budaya Nusantara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program ini diharapkan menghadirkan mushaf Al-Qur’an yang memiliki sentuhan artistik khas Tionghoa, tanpa mengubah isi maupun kaidah penulisan Al-Qur’an itu sendiri.

Baca juga:  Jasa Publikasi Berita KKN: Mudah, Cepat dan Terpercaya!

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar turut menyaksikan penandatanganan MoU sekaligus menyampaikan pesan tentang pentingnya semangat berbagi melalui wakaf Al-Qur’an.

Menurutnya, kebahagiaan dari wakaf tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat, tetapi juga oleh orang yang memberi. Bahkan, ia menilai kebahagiaan tersebut sering kali lebih dahulu hadir pada pihak yang berwakaf.

“Jangan dikira wakaf Al-Qur’an hanya membahagiakan penerima. Sebelum mereka bahagia, Tuhan lebih dahulu menitipkan kebahagiaan kepada orang yang memberi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa nilai kemanusiaan sejatinya melampaui batas agama, budaya, maupun latar belakang bangsa. Dalam pandangannya, keberagaman justru menjadi kekuatan utama bangsa Indonesia.

“Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk memperindah kehidupan. Indonesia adalah lukisan Tuhan yang indah dan harus kita rawat bersama,” tambahnya.

Baca juga:  Semarak Sumpah Pemuda: Mahasiswa KKN UIN Walisongo Turut Sukseskan Peringatan Sumpah Pemuda di Dusun Rowosari

Wakil Ketua Umum Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) sekaligus Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Seriyan, menyebut proyek pencetakan Al-Qur’an Iluminasi Tionghoa ini sebagai simbol nyata akulturasi budaya yang berlangsung secara damai di Indonesia.

Menurutnya, mushaf dengan ornamen khas Tionghoa menunjukkan bahwa nilai-nilai universal Al-Qur’an dapat berjalan seiring dengan keberagaman budaya lokal.

“Ini menjadi simbol bahwa identitas Tionghoa dan Muslim merupakan bagian integral dari keberagaman Indonesia,” kata Seriyan.

Ia berharap kehadiran mushaf tersebut dapat menjadi sarana dakwah yang menghadirkan pesan Islam yang sejuk, sekaligus memperkaya khazanah literatur Islam di tanah air.

Baca juga:  DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi

Indonesia selama ini dikenal memiliki tradisi mushaf Al-Qur’an dengan ragam gaya seni yang berbeda-beda. Mulai dari mushaf dengan ornamen khas Nusantara, hingga desain yang terinspirasi dari berbagai budaya lokal.

Pencetakan Al-Qur’an dengan iluminasi Tionghoa menjadi langkah baru dalam memperluas kekayaan tradisi tersebut. Selain menghadirkan nilai estetika, mushaf ini juga menjadi pengingat bahwa Islam di Indonesia tumbuh bersama keberagaman budaya masyarakatnya.

Melalui kolaborasi lintas lembaga ini, diharapkan Al-Qur’an Iluminasi Tionghoa tidak hanya menjadi karya seni religius, tetapi juga jembatan yang memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Lebaran 2026 di Timur Tengah Diperkirakan 20 Maret, Ini Penjelasan Astronom
Kemenag Gelar Khotmil Qur’an dan Buka Puasa Bersama Siswa SLB di Bandung
90 Persen Lulusan SMK di Jawa Tengah Terserap Industri, Gubernur Luthfi Dorong Penguatan Sekolah Vokasi
Gus Yasin Dorong Gerakan Wakaf Sosial untuk Perkuat Ekonomi Umat di Jawa Tengah
Menjelang Mudik Lebaran 2026, Sopir Bus di Jawa Tengah Jalani Cek Kesehatan Gratis
Mahasiswa UNS Sampaikan Aspirasi Langsung ke Wagub Jateng Taj Yasin Usai Kuliah Ramadan
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Minta Pemkab Pekalongan Tetap Maksimalkan Pelayanan Publik di Tengah Dinamika Pemerintahan
Pemprov Jateng Siapkan Rp6 Miliar untuk THR 13 Ribu PPPK Paruh Waktu, Cair 13 Maret

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 12:56 WIB

MoU Pencetakan Al-Qur’an Iluminasi Tionghoa Ditandatangani di Istiqlal, Simbol Harmoni Budaya di Indonesia

Senin, 16 Maret 2026 - 10:54 WIB

Lebaran 2026 di Timur Tengah Diperkirakan 20 Maret, Ini Penjelasan Astronom

Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:01 WIB

Kemenag Gelar Khotmil Qur’an dan Buka Puasa Bersama Siswa SLB di Bandung

Jumat, 13 Maret 2026 - 09:36 WIB

90 Persen Lulusan SMK di Jawa Tengah Terserap Industri, Gubernur Luthfi Dorong Penguatan Sekolah Vokasi

Kamis, 12 Maret 2026 - 06:16 WIB

Menjelang Mudik Lebaran 2026, Sopir Bus di Jawa Tengah Jalani Cek Kesehatan Gratis

Berita Terbaru