Jatengvox.com – Upaya penguatan identitas komunitas kesenian lokal kembali dilakukan melalui program perancangan dan realisasi desain kaos Paguyuban Barongan New Putro Budoyo di Kabupaten Kendal.
Program ini diinisiasi oleh mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP), Herenzim Caesaria Annur Rizqi (PTRP), sebagai bagian dari kegiatan pengabdian berbasis pemberdayaan komunitas.
Kegiatan ini dilaksanakan pada 12 Februari 2026 di Kelurahan Karangsari, Kabupaten Kendal, dengan melibatkan pengurus serta anggota Paguyuban Barongan New Putro Budoyo sebagai kelompok sasaran utama.
Program tersebut berangkat dari adanya kebutuhan paguyuban akan identitas visual yang lebih modern, nyaman digunakan, serta terdokumentasi dalam format digital untuk mendukung keberlanjutan organisasi.
Secara potensi, Paguyuban Barongan New Putro Budoyo telah memiliki kaos identitas yang digunakan dalam latihan dan pementasan.
Namun, seiring berkembangnya aktivitas dan jangkauan pementasan paguyuban, muncul kebutuhan untuk melakukan penyegaran desain agar identitas visual yang dimiliki semakin kuat, relevan, dan mampu merepresentasikan karakter barongan secara lebih optimal.
Melalui program ini, dilakukan beberapa tahapan, mulai dari diskusi dan penggalian konsep desain bersama pengurus dan anggota, identifikasi elemen logo serta tipografi yang merepresentasikan karakter barongan, perancangan beberapa alternatif desain, hingga finalisasi desain yang siap cetak.
Hasil akhir berupa kaos identitas baru dengan desain lebih segar dan representatif, sekaligus file digital yang dapat digunakan untuk produksi ulang di masa mendatang.
“Desain baru ini bukan hanya soal tampilan, tetapi juga menjadi simbol semangat kebersamaan dan profesionalitas Paguyuban Barongan New Putro Budoyo di Kendal,” ujar Herenzim saat ditemui di lokasi kegiatan.
Program ini diharapkan mampu memperkuat citra paguyuban dalam setiap pementasan, baik di tingkat desa, kecamatan, maupun kabupaten.
Selain itu, adanya file desain digital menjadi langkah strategis dalam mendukung tata kelola organisasi yang lebih tertata dan berkelanjutan.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, Paguyuban Barongan New Putro Budoyo kini memiliki identitas visual yang lebih konsisten dan siap digunakan dalam berbagai agenda kesenian di Kabupaten Kendal.
Ke depan, kolaborasi antara mahasiswa dan komunitas lokal diharapkan terus berlanjut guna mendukung pelestarian seni tradisional berbasis pemberdayaan masyarakat.
Penulis : Herenzim Caesaria Annur Rizqi, Mahasiswi Prodi Perencanaan Tata Ruang dan Pertanahan Fakultas Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro
Editor : Murni A














