Mahasiswa KKN UPGRIS Hadirkan Titik Lokasi Google Maps untuk UMKM Desa Leyangan, Dorong Promosi Usaha Secara Digital

Kamis, 26 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia (UPGRIS) Semarang melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pembuatan titik lokasi Google Maps bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 26 Februari 2026 sebagai salah satu upaya mendukung pengembangan usaha lokal agar lebih mudah ditemukan oleh masyarakat luas melalui pemanfaatan teknologi digital.

Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan KKN mahasiswa UPGRIS Kelompok 9 Desa Leyangan yang berfokus pada penguatan ekonomi masyarakat berbasis digital.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan adanya titik lokasi pada Google Maps, pelaku UMKM diharapkan dapat meningkatkan visibilitas usahanya sehingga lebih dikenal oleh konsumen, baik dari wilayah sekitar maupun dari luar daerah.

Kegiatan pembuatan titik lokasi ini dilakukan secara langsung oleh mahasiswa KKN dengan mendatangi lokasi usaha milik pelaku UMKM.

Mahasiswa melakukan pendataan informasi usaha, pengambilan koordinat lokasi, dokumentasi tempat usaha, hingga proses pendaftaran lokasi pada platform Google Maps.

Langkah ini bertujuan agar usaha masyarakat memiliki identitas digital yang dapat diakses dengan mudah oleh pengguna internet.

Salah satu UMKM yang mendapatkan pendampingan dalam kegiatan ini adalah usaha keripik pisang milik Bu Puji, yang telah lama menjalankan usaha rumahan di Desa Leyangan.

Baca juga:  Pererat Silaturahmi, Pimpinan Komunitas Pemuda Pelopor Demokrasi Berdiskusi Hangat Dengan Para Santri

Sebelum adanya titik lokasi pada Google Maps, usaha tersebut masih mengandalkan promosi dari mulut ke mulut serta pelanggan tetap di lingkungan sekitar. Kondisi tersebut membuat jangkauan pemasaran produk menjadi terbatas.

Melalui pendampingan dari mahasiswa KKN UPGRIS, lokasi usaha Bu Puji kini telah terdaftar pada Google Maps sehingga masyarakat dapat dengan mudah menemukan alamat usaha tersebut hanya dengan melakukan pencarian melalui gawai.

Selain itu, pada titik lokasi yang dibuat juga disertakan informasi usaha, foto produk, serta deskripsi singkat mengenai jenis usaha yang dijalankan.

Pembuatan titik lokasi Google Maps ini tidak hanya bertujuan untuk memudahkan konsumen dalam menemukan lokasi usaha, tetapi juga menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM untuk memasuki ekosistem pemasaran digital.

Dengan adanya identitas usaha secara daring, pelaku UMKM dapat memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia pada platform tersebut, seperti ulasan pelanggan, pembaruan informasi usaha, hingga promosi produk secara lebih luas.

Salah satu mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 9 Desa Leyangan, Zuhaili Nur Hidayat, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam membantu masyarakat menghadapi perkembangan teknologi informasi.

Baca juga:  Berkreasi dengan Daun dan Bunga, Anak-Anak Dusun Setro Hasilkan Totebag Cantik Bersama KKN UPGRIS

Menurutnya, banyak pelaku UMKM yang memiliki potensi usaha yang baik, tetapi belum memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi.

“Program pembuatan titik lokasi Google Maps ini kami lakukan sebagai upaya membantu pelaku UMKM agar usahanya lebih mudah ditemukan oleh masyarakat. Dengan adanya lokasi yang terdaftar secara digital, konsumen dapat langsung mengetahui alamat usaha, melihat foto produk, serta membaca informasi yang tersedia. Harapannya, langkah sederhana ini dapat membantu meningkatkan jangkauan pemasaran dan memperkenalkan produk UMKM Desa Leyangan kepada masyarakat yang lebih luas,” ujar Zuhaili.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat serta memahami berbagai tantangan yang dihadapi oleh pelaku usaha kecil di tingkat desa.

Melalui kegiatan pengabdian tersebut, mahasiswa dapat memberikan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Bu Puji selaku pelaku UMKM menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada mahasiswa KKN UPGRIS yang telah membantu memfasilitasi pembuatan titik lokasi usahanya di Google Maps.

Ia mengaku sebelumnya belum memahami bagaimana cara mendaftarkan lokasi usaha secara digital.

“Saya sangat terbantu dengan adanya pendampingan dari mahasiswa KKN UPGRIS ini. Sebelumnya saya belum mengetahui cara membuat lokasi usaha di Google Maps. Sekarang usaha saya sudah bisa dicari oleh orang-orang melalui internet. Semoga dengan adanya lokasi ini, usaha saya bisa lebih dikenal dan pembeli juga semakin bertambah,” ungkap Bu Puji.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Kelompok 31 UPGRIS Gelar Pelatihan Coding di SDN 2 Jatijajar

Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini menuntut pelaku usaha untuk mulai memanfaatkan media digital agar tidak tertinggal.

Kehadiran mahasiswa KKN dinilai memberikan wawasan baru bagi masyarakat, khususnya dalam memanfaatkan teknologi sebagai sarana pengembangan usaha.

Program pembuatan titik lokasi Google Maps bagi UMKM Desa Leyangan menjadi salah satu bentuk sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menghadapi era digitalisasi.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ekonomi masyarakat desa.

Dengan adanya dukungan digital seperti Google Maps, diharapkan UMKM di Desa Leyangan dapat semakin berkembang, memiliki jangkauan pemasaran yang lebih luas, serta mampu bersaing di tengah perkembangan dunia usaha yang semakin kompetitif.

Mahasiswa KKN UPGRIS juga berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM untuk terus memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana promosi dan pengembangan usaha secara berkelanjutan.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

90 Persen Lulusan SMK di Jawa Tengah Terserap Industri, Gubernur Luthfi Dorong Penguatan Sekolah Vokasi
Gus Yasin Dorong Gerakan Wakaf Sosial untuk Perkuat Ekonomi Umat di Jawa Tengah
Menjelang Mudik Lebaran 2026, Sopir Bus di Jawa Tengah Jalani Cek Kesehatan Gratis
Mahasiswa UNS Sampaikan Aspirasi Langsung ke Wagub Jateng Taj Yasin Usai Kuliah Ramadan
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Minta Pemkab Pekalongan Tetap Maksimalkan Pelayanan Publik di Tengah Dinamika Pemerintahan
Pemprov Jateng Siapkan Rp6 Miliar untuk THR 13 Ribu PPPK Paruh Waktu, Cair 13 Maret
DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi
Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 09:36 WIB

90 Persen Lulusan SMK di Jawa Tengah Terserap Industri, Gubernur Luthfi Dorong Penguatan Sekolah Vokasi

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:02 WIB

Gus Yasin Dorong Gerakan Wakaf Sosial untuk Perkuat Ekonomi Umat di Jawa Tengah

Kamis, 12 Maret 2026 - 06:16 WIB

Menjelang Mudik Lebaran 2026, Sopir Bus di Jawa Tengah Jalani Cek Kesehatan Gratis

Rabu, 11 Maret 2026 - 14:44 WIB

Mahasiswa UNS Sampaikan Aspirasi Langsung ke Wagub Jateng Taj Yasin Usai Kuliah Ramadan

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:22 WIB

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Minta Pemkab Pekalongan Tetap Maksimalkan Pelayanan Publik di Tengah Dinamika Pemerintahan

Berita Terbaru