Pererat Silaturahmi, Pimpinan Komunitas Pemuda Pelopor Demokrasi Berdiskusi Hangat Dengan Para Santri

waktu baca 2 menit
Kamis, 8 Jan 2026 06:33 16 jatengvox

JAWA TIMUR – Dalam rangka memperkuat jejaring sosial dan nilai-nilai kebangsaan di tingkat akar rumput, Ketua dan Wakil Ketua Komunitas Pemuda Pelopor Demokrasi (KPPD) menggelar pertemuan hangat bersama sejumlah Santri Nurul Jadid pada Rabu malam (07/01).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan ini bertempat di kediaman Ketua KPPD. Diskusi mengalir santai membahas peran strategis pemuda dan santri dalam menjaga pilar demokrasi di Indonesia.

Poin dalam diskusi tersebut yakni menggabungkan semangat modernitas pemuda dengan nilai-nilai religius santri untuk menciptakan perubahan positif di masyarakat.

Baca juga:  KKN UIN Walisongo Posko 86 Gelar Sosialisasi Moderasi Beragama di SMP Islam Sudirman Desa Boto

Ketua KPPD, Bagus Adil, menekankan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan langkah awal untuk menentukan gerakan sosial ke depannya.

“Santri adalah pilar penting dalam sejarah demokrasi kita. Dengan duduk bersama seperti ini, kita bisa menyatukan visi untuk membangun lingkungan yang lebih inklusif dan kritis,” ujarnya di sela-sela obrolan.

Sementara itu Wakil Ketua KPPD, Ahmad Zainul Khofi, menyatakan bahwa KPPD juga mengusung nilai perjuangan yang tak jauh berbeda dengan kaum santri.

Baca juga:  UM Metro Gelar Sholat Idul Adha 1447 H, Wujudkan Semangat Solidaritas dan Kepedulian Sosial

Menurutnya, merawat pilar demokrasi adalah salah satu bentuk keberislaman dalam ranah praksis.

“Demokrasi adalah bagian dari misi ber-Islam sebagai pembebasan sosial, oleh karenanya kaum sarungan penting untuk mengisi peran ini,” imbuhnya.

Kata Khofi, keutuhan demokrasi, khususnya di Situbondo saat ini, cukup menerima goncangan yang dapat mendistorsi esensinya.

“Pemuda, santri salah satunya, harus bergerak untuk saling menyadarkan para pemuda lainnya agar lahir sebuah tatanan masyarakat yang demokratis,” tegasnya.

Pertemuan ini diharapkan dapat memicu munculnya forum-forum diskusi serupa di berbagai daerah, guna memastikan suara pemuda dan santri tetap terdengar dalam proses pembangunan demokrasi bangsa.

Baca juga:  PKK Jateng dan RSI Sultan Agung Dorong Edukasi Pijat Bayi Lewat Program Tulus Hati

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA