Mahasiswa KKN UNDIP Perkuat Potensi UMKM Desa Jatilawang melalui Pelatihan Diversifikasi Nugget Jagung dan Pengembangan Branding Produk

waktu baca 5 menit
Minggu, 2 Agu 2026 22:11 11 jatengvox

Jatengvox.com – Potensi jagung sebagai salah satu komoditas unggulan di Desa Jatilawang menyimpan peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Melihat potensi tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar kegiatan multidisiplin bertajuk Pelatihan Diversifikasi Olahan Jagung dengan Fortifikasi Ikan untuk Peningkatan Asupan Protein Masyarakat di Balai Desa Jatilawang, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali, pada Minggu (2/8/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh ibu-ibu PKK Desa Jatilawang ini tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan mengolah pangan, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai strategi pengembangan usaha agar produk lokal mampu bersaing di pasaran.

Program ini merupakan bentuk sinergi antara dosen dan mahasiswa Universitas Diponegoro dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan potensi lokal.

Selain mendorong peningkatan konsumsi pangan bergizi, kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 2 (Zero Hunger) melalui peningkatan kualitas pangan masyarakat serta Tujuan 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan kapasitas UMKM desa.

Pelatihan menghadirkan Dr. Ima Wijayanti, S.Pi., M.Si., Ph.D., dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Dr. Ima menjelaskan pentingnya diversifikasi pangan melalui pemanfaatan jagung yang dipadukan dengan ikan sebagai sumber protein berkualitas tinggi.

Menurutnya, inovasi olahan pangan berbasis bahan baku lokal menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus menciptakan produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Baca juga:  Tim II KKN Tematik IDBU 30 Undip Sosialisasikan PHBS dan Demonstrasikan Komposter Galon Tumpuk di 8 RW Desa Sriwulan

Selain menyampaikan materi mengenai manfaat diversifikasi pangan, Dr. Ima juga menjelaskan tahapan pembuatan nugget jagung dengan fortifikasi ikan, mulai dari pemilihan bahan baku, penyusunan komposisi adonan, proses pengolahan, hingga teknik penyimpanan produk.

Materi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk mengembangkan produk olahan yang aman, bergizi, dan memiliki nilai jual.

Dr. Ima Wijayanti, S.Pi., M.Si., Ph.D. menyampaikan materi mengenai diversifikasi olahan jagung dengan fortifikasi ikan sebagai upaya meningkatkan asupan protein masyarakat.

Melanjutkan sesi tersebut, mahasiswa KKN Reguler Tim II Desa Jatilawang memberikan materi pendamping yang berfokus pada pengembangan produk hingga siap dipasarkan.

Pendampingan ini dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh kepada peserta bahwa keberhasilan sebuah produk tidak hanya ditentukan oleh kualitas rasa, tetapi juga oleh pengelolaan usaha, identitas produk, serta strategi pemasaran yang tepat.

Materi diawali dengan pembahasan mengenai higiene, sanitasi, dan keamanan pangan. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan selama proses produksi, mulai dari kebersihan diri, peralatan, bahan baku, hingga lingkungan pengolahan.

Baca juga:  Kolaborasi Inspiratif: KKN Posko 22 dan Arbiter Wujudkan Masjid yang Bersih dan Nyaman

Penerapan prinsip-prinsip tersebut diharapkan mampu menghasilkan produk pangan yang aman dikonsumsi sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen.

Selanjutnya, mahasiswa memperkenalkan konsep branding dan packaging sebagai strategi untuk meningkatkan daya tarik produk.

Peserta dikenalkan pada pentingnya membangun identitas produk melalui pemilihan nama, logo, warna, desain kemasan, serta informasi produk yang jelas.

Kemasan yang baik tidak hanya berfungsi melindungi produk, tetapi juga menjadi media komunikasi yang mampu memperkuat citra dan meningkatkan nilai jual nugget jagung di mata konsumen.

Mahasiswa KKN Reguler Tim II UNDIP memberikan materi mengenai branding dan packaging sebagai strategi meningkatkan nilai jual produk nugget jagung.

Sebagai bekal dalam mengembangkan usaha, mahasiswa juga memberikan pelatihan mengenai penyusunan Harga Pokok Produksi (HPP), penentuan harga jual, hingga perhitungan Break Even Point (BEP).

Melalui materi tersebut, peserta diharapkan mampu menghitung biaya produksi secara tepat sehingga dapat menentukan harga jual yang kompetitif sekaligus memperoleh keuntungan yang berkelanjutan.

Tidak hanya berfokus pada aspek produksi dan pemasaran, peserta juga memperoleh sosialisasi mengenai pentingnya legalitas usaha melalui Nomor Induk Berusaha (NIB).

Mahasiswa menjelaskan manfaat kepemilikan NIB sebagai identitas usaha yang memudahkan pelaku UMKM memperoleh akses terhadap berbagai program pembinaan, perizinan, maupun dukungan pemerintah.

Menyesuaikan perkembangan pemasaran di era digital, mahasiswa turut memberikan pelatihan mengenai pemanfaatan WhatsApp Business dan Instagram Business sebagai media promosi.

Baca juga:  LRT Jabodebek "Music On Track", Hadirkan Pengalaman Perjalanan yang Lebih Seru di Stasiun Halim

Peserta dikenalkan pada cara membuat konten promosi sederhana menggunakan telepon genggam, teknik mengambil foto produk yang menarik, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana memperluas jangkauan pasar.

Dalam kesempatan yang sama, mahasiswa juga memperkenalkan konsep pelayanan pelanggan Omotenashi, yaitu budaya pelayanan khas Jepang yang mengedepankan ketulusan, keramahan, dan perhatian terhadap kebutuhan pelanggan.

Konsep ini diharapkan dapat diterapkan oleh pelaku UMKM untuk membangun kepercayaan konsumen serta menciptakan hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Sebagai penutup, peserta memperoleh pengenalan mengenai kewajiban perpajakan bagi pelaku UMKM, termasuk mekanisme perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) Final sebesar 0,5 persen.

Materi tersebut memberikan pemahaman dasar mengenai pentingnya pengelolaan administrasi usaha sebagai bagian dari pengembangan UMKM yang profesional dan berkelanjutan.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Ibu-ibu PKK tampak antusias mengikuti setiap sesi, aktif berdiskusi, serta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai proses produksi, pemasaran, hingga peluang pengembangan usaha berbasis jagung.

Antusiasme tersebut menunjukkan besarnya minat masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Program multidisiplin ini merupakan bagian dari pelaksanaan KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2026 di bawah bimbingan Dr. Trisnani Dwi Hapsari, S.Pi., M.Si. selaku Dosen Pembimbing Lapangan.

Melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat, diharapkan pelatihan ini tidak berhenti sebagai kegiatan edukasi semata, tetapi menjadi langkah awal lahirnya produk olahan nugget jagung yang mampu menjadi identitas UMKM Desa Jatilawang.

Dengan memadukan inovasi produk, penguatan branding, legalitas usaha, serta pemasaran digital, potensi jagung sebagai komoditas lokal diharapkan dapat memberikan nilai tambah sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA