Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro, M. Salman Raditya dari Fakultas Ilmu Budaya, Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang, melaksanakan program edukasi pengenalan bahasa dan kebudayaan Jepang melalui pengembangan Pojok Edukasi di Desa Tegalsari, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Multidisiplin 2 yang bertujuan meningkatkan minat baca dan belajar masyarakat melalui penyediaan ruang serta bahan edukasi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons terhadap kebutuhan akan fasilitas edukasi yang dapat menjadi ruang belajar bagi masyarakat Desa Tegalsari. Melalui Pojok Edukasi, mahasiswa berupaya menghadirkan bahan pembelajaran yang beragam dan menarik, salah satunya berupa materi mengenai bahasa dan kebudayaan Jepang. Sasaran kegiatan diarahkan terutama kepada masyarakat dan anak-anak yang memiliki ketertarikan terhadap pengetahuan baru, khususnya bahasa asing dan kebudayaan Jepang.
Dalam kegiatan tersebut, Salman memberikan pengenalan mengenai tulisan Jepang yang terdiri atas Hiragana, Katakana, dan Kanji. Materi disampaikan secara bertahap agar peserta yang belum memiliki pengetahuan dasar mengenai bahasa Jepang dapat mengikuti pembelajaran dengan lebih mudah.
Selain mengenalkan sistem tulisan Jepang, kegiatan juga memberikan wawasan mengenai kebudayaan Jepang. Pengenalan tersebut menjadi bagian dari upaya memanfaatkan latar belakang keilmuan mahasiswa Bahasa dan Kebudayaan Jepang untuk menghadirkan materi pembelajaran yang berbeda di Pojok Edukasi Desa Tegalsari.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pengenalan materi mengenai bahasa dan kebudayaan Jepang, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai bentuk dan penggunaan dasar tulisan Jepang. Peserta diperkenalkan dengan Hiragana, Katakana, dan Kanji secara sederhana sesuai dengan tingkat pemahaman peserta. Materi tersebut diharapkan dapat menjadi pengetahuan awal bagi masyarakat yang ingin mengenal bahasa Jepang lebih lanjut.
Dalam pelaksanaannya, terdapat tantangan berupa perbedaan tingkat pemahaman peserta terhadap bahasa dan tulisan Jepang. Oleh karena itu, penyampaian materi dilakukan secara sederhana dan bertahap agar peserta dapat memahami materi yang diberikan.
Kegiatan pengenalan bahasa dan kebudayaan Jepang tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan Pojok Edukasi sebagai ruang belajar yang tidak terbatas pada satu bidang pengetahuan. Materi yang telah diberikan juga dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan edukasi sehingga proses pembelajaran dapat dilanjutkan setelah kegiatan KKN selesai.
Pengembangan Pojok Edukasi di Desa Tegalsari diharapkan dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh informasi dan pengetahuan baru. Pengenalan bahasa dan kebudayaan Jepang menjadi salah satu materi yang dapat menambah variasi bahan pembelajaran sekaligus memperkenalkan pengetahuan mengenai Jepang kepada masyarakat.
Keberlanjutan kegiatan dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan edukasi yang telah tersedia di Pojok Edukasi. Materi mengenai bahasa Jepang juga dapat dikembangkan secara bertahap, mulai dari pengenalan huruf, kosakata sederhana, percakapan dasar, hingga pengenalan kebudayaan Jepang lainnya sesuai dengan minat masyarakat.
Melalui Program Multidisiplin 2, Salman turut menerapkan ilmu yang diperoleh dari Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pengenalan bahasa dan kebudayaan Jepang melalui Pojok Edukasi diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan belajar yang menarik sekaligus mendukung upaya peningkatan minat baca dan belajar masyarakat Desa Tegalsari.
Penulis : M. Salman Raditya
Fakultas : Ilmu Budaya
Program Studi : Bahasa dan Kebudayaan Jepang
NIM : 13020223140128
Editor : Uswatun Khasanah
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar