Jatengvox.com – Kedatangan mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) di Desa Jaten, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, tidak hanya menjadi awal pelaksanaan program kerja, tetapi juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami kondisi desa secara langsung.
Melalui koordinasi dengan perangkat desa dan masyarakat, mahasiswa menemukan sejumlah kebutuhan yang kemudian menjadi dasar dalam menyusun kegiatan lintas program studi.
Salah satu kebutuhan yang segera dirasakan mahasiswa berkaitan dengan informasi kewilayahan.
Ketika mulai mengenali Desa Jaten, mahasiswa sempat mengalami kesulitan untuk mengetahui dusun yang sedang dituju karena belum semua ruas jalan memiliki identitas maupun penunjuk arah yang jelas.
Kondisi tersebut kemudian menjadi bahan diskusi mahasiswa untuk mencari solusi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dari diskusi tersebut, Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik mengusulkan pembuatan plang penunjuk jalan sekaligus pemetaan Desa Jaten. Gagasan itu kemudian disampaikan kepada perangkat desa dan mendapat persetujuan.
Dalam pembahasan tersebut, Pak Joko Santoso turut menyampaikan permintaan agar mahasiswa membuat plang larangan membuang sampah.
“Sama minta tolong dibuatkan plang dilarang buang sampah,” ujar Pak Joko Santoso.
Menindaklanjuti persetujuan tersebut, mahasiswa bersama Pak Tugiman melakukan survei untuk menentukan rute dan lokasi yang membutuhkan penunjuk arah.
Setelah dilakukan peninjauan kembali, ditetapkan 11 titik yang dinilai membutuhkan plang.
Mahasiswa kemudian kembali berdiskusi dengan Pak Tugiman mengenai material yang dapat digunakan. Kayu dipilih sebagai bahan utama, kemudian mahasiswa menyiapkan kayu, cat, dan berbagai peralatan pendukung. Kayu diukur sesuai kebutuhan, sementara tulisan yang akan digunakan pada plang dicetak sebelum memasuki tahap pengecatan.
Pengerjaan plang dilakukan secara kolaboratif oleh mahasiswa lintas program studi, yaitu Nur Aldino Khalim, Rico, Fakhran Khayru Zukhayrsyah, Khusnita Afifillah, Ghaida Zilfa Azzura, dan Helsa Afrilinda Trisna. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyelesaian penunjuk arah yang akan dipasang di sejumlah titik Desa Jaten.

Sejalan dengan pengerjaan plang, mahasiswa mulai menyusun peta Desa Jaten. Akmal Fadli Sifa dari Program Studi Teknik Komputer berperan dalam penyusunan peta administrasi desa. Peta tersebut kemudian dilengkapi dengan informasi dari berbagai program studi.
Eka Alya Ardhita P. dari Program Studi Keperawatan turut menitikkan lokasi Posyandu pada peta, sehingga keberadaan fasilitas pelayanan kesehatan dapat diketahui melalui media tersebut.
Sementara itu, Faradilla Yunisa dari Program Studi Teknologi Hasil Perikanan turut memasukkan informasi mengenai UMKM pangan sebagai bagian dari pemetaan potensi desa.
Informasi pada peta juga disusun dalam bentuk dwibahasa oleh Kamila Setyowati dari Program Studi Sastra Inggris, menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Dengan demikian, peta yang disusun tidak hanya menampilkan wilayah Desa Jaten, tetapi juga memuat informasi mengenai fasilitas dan potensi yang terdapat di dalamnya.
Melalui pembuatan penunjuk arah dan pemetaan tersebut, mahasiswa berupaya membantu masyarakat maupun pendatang agar lebih mudah mengenali wilayah Desa Jaten. Program Multidisiplin 1 ini mendukung SDGs 11: Sustainable Cities and Communities melalui penyediaan informasi kewilayahan yang lebih mudah diakses.
Penulis: Tim KKN UNDIP
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar