Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (Undip) sukses menggelar program kerja berupa penyusunan kajian edukasi risiko kesehatan akibat pembakaran sampah liar melalui sosialisasi insinerator bagi warga Desa Karanganom, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (7/8/2026) pukul 14.00-16.00 WIB, bertempat di Aula Balai Desa Karanganom.
Insinerator adalah alat pembakaran sampah yang memanfaatkan prinsip aliran udara alami untuk menghasilkan proses pembakaran yang lebih efisien.
Dengan suplai oksigen yang optimal dan suhu pembakaran yang tinggi, alat ini mampu mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan asap yang lebih sedikit dibandingkan pembakaran secara terbuka.
Program ini dilatarbelakangi oleh minimnya fasilitas sistem pengangkutan sampah umum di Desa Karanganom, sehingga sebagian besar warga terbiasa menimbun dan membakar sampah rumah tangga secara liar di pekarangan masing-masing.
Kebiasaan tersebut dinilai memicu risiko gangguan kesehatan pernapasan akut (ISPA) serta pencemaran udara lingkungan, mengingat asap pembakaran sampah mengandung senyawa toksik yang berbahaya bila terhirup secara terus-menerus.
Kepala Desa Karanganom, Pak Tarsono, menyambut baik program yang digagas mahasiswa KKN tersebut.
“Selama ini warga memang terbiasa bakar sampah sendiri-sendiri karena memang belum ada truk pengangkut sampah yang rutin masuk ke sini. Dengan adanya sosialisasi ini, semoga warga jadi lebih paham bahaya asapnya bagi kesehatan, terutama untuk anak-anak dan lansia,” ujar Pak Tarsono saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Acara yang dihadiri oleh perwakilan warga dari 6 dukuh di Desa Karanganom ini diisi dengan pemaparan materi mengenai dampak toksisitas asap pembakaran sampah terhadap kesehatan pernapasan, serta pengenalan insinerator sebagai alternatif pengolahan sampah yang lebih aman dan minim asap dibanding pembakaran terbuka.
Sebagai luaran kegiatan, mahasiswa KKN turut menyusun dan membagikan modul edukasi dan leaflet mengenai bahaya toksisitas asap pembakaran sampah liar bagi kesehatan pernapasan kepada warga yang hadir.
Setelah itu, dilakukan praktik penggunaan insinerator yang telah dibangun oleh Mahasiswa Tim II KKN UNDIP 2026 dan terletak tidak jauh dari balai desa Karanganom, tepatnya di seberang Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Karanganom. Praktik penggunaan insinerator berhasil mengurangi asap dari pembakaran sampah dan membuat banyak masyarakat terkesan
Kepala Dukuh Karanganom Desa Karanganom, Yuli Setyoasih, terkesan dengan hasil insinerator yang ramah lingkungan dan mampu meminimalisir asap pembakaran sampah.
“Asap pembakaran sampahnya sangat sedikit ya bagus ini kalau setiap orang punya insinerator di rumah” tambah Yuli Setyoasih.
“Saya harap dengan adanya sosialisasi ini, para warga mampu menyadari bahayanya asap pembakaran sampah terbuka dan mulai beralih menggunakan insinerator yang lebih ramah lingkungan,” tambah Nourma, Mahasiswa Farmasi dari Tim II KKN UNDIP
Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap warga Desa Karanganom dapat lebih menyadari bahaya kesehatan dari kebiasaan membakar sampah liar, serta mulai mempertimbangkan penggunaan insinerator maupun metode pengolahan sampah lain yang lebih aman bagi kesehatan dan lingkungan.
Penulis: Nourma Trahutami Putri, Tim II KKN Undip Desa Karanganom
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar