Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) sukses menyelenggarakan program kerja “Gerakan Edukasi dan Konservasi Cemara Pantai untuk Mewujudkan Wisata Pesisir yang Lestari” yang bertempat di kawasan Wisata Pantai Sumur Pandan, Desa Nyamplungsari, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, pada Minggu (9/8/2026).
Kegiatan ini diinisiasi sebagai bentuk kontribusi mahasiswa Program Studi Agroekoteknologi UNDIP dalam merespons tantangan lingkungan pesisir, seperti abrasi dan tiupan angin kencang laut.
Dengan menyasar Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) serta pengelola kawasan Pantai Sumur Pandan, program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya proses penanaman, pemeliharaan, hingga pengelolaan vegetasi pohon cemara pantai secara berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan observasi dan identifikasi langsung terhadap kondisi eksisting pohon cemara serta ekosistem di sepanjang pesisir Pantai Sumur Pandan.
Selanjutnya, disusulkan penyusunan materi dan pembuatan media edukasi visual berupa poster informatif.
Media edukasi ini memuat informasi mendalam mengenai peran vital pohon cemara pantai dalam menahan laju abrasi, mengurangi dampak angin laut, menciptakan keteduhan kawasan, hingga meningkatkan nilai estetika yang mempercantik daya tarik wisata pantai.
Poster edukasi tersebut kemudian dipasang di area strategis kawasan pantai agar menjadi sarana pengingat visual, baik bagi pengelola maupun pengunjung.
Melalui media ini, pengelola wisata memperoleh pemahaman mendasar mengenai teknik sederhana perawatan vegetasi pantai serta manfaat jangka panjangnya bagi keberlanjutan daya tarik objek wisata.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tim II UNDIP Desa Nyamplungsari, Bapak Dani Puji Utomo, S.T., M.T., memberikan apresiasi atas inisiatif gerakan hijau ini.
Ia menilai bahwa integrasi ilmu pertanian dan lingkungan sangat dibutuhkan untuk menjaga benteng pertahanan ekosistem pesisir sekaligus menyokong sektor pariwisata desa.
Program kerja ini mendukung pencapaian SDGs Desa, khususnya SDGs Desa 13 (Desa Tanggap Perubahan Iklim) melalui penghijauan dan penguatan ketahanan pesisir, SDGs Desa 15 (Desa Peduli Lingkungan Darat) melalui pelestarian vegetasi, serta SDGs Desa 8 (Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata) karena pantai yang teduh, asri, dan terawat dapat meningkatkan kunjungan wisatawan serta menumbuhkan perekonomian masyarakat sekitar.
Sebagai langkah tindak lanjut, Pokdarwis diharapkan dapat melanjutkan pemeliharaan rutin seperti penyiraman, pemupukan, dan peremajaan pohon cemara secara bertahap.
Penjagaan vegetasi ini diharapkan dapat diteruskan secara konsisten oleh pengelola dan masyarakat lokal demi mewujudkan ekosistem Pantai Sumur Pandan yang hijau, indah, dan berkelanjutan.
Penulis: Muhammad Novrino: KKN Reguler Tim II Undip Desa Nyamplungsari
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar