Mahasiswa KKN UIN Walisongo sedang membantu praktik pembuatan lilin aromaterapi dari bahan utama minyak jelantah, Senin (10/8/2026). Foto: Dokumentasi KKN UIN Walisongo Semarang posko 95 Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 95 yang berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah menggelar “Seminar Edukasi Pengelolaan Minyak Jelantah Jadi Rupiah” bagi Ibu-ibu PKK Desa Guntur, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak.
Kegiatan yang mengusung tema “Jelantah Bernilai, Lingkungan Lestari: Edukasi Cerdas Mengelola Minyak Jelantah untuk Keluarga” ini diikuti oleh 50 peserta dari pengurus PKK Desa Guntur beserta Kader PKK Desa Guntur pada Senin (10/8/2026)
Kegiatan ini merupakan Program hasil kolaborasi antara Tim Penggerak PKK dan Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Tengah Bersama PT Gapura Emas Lestari dan PT Biosirkular Inovasi Indonesia.
Rangkaian kegiatan yang diawali dengan sambutan dari koordinator desa TIM KKN UIN Walisongo Semarang posko 95, Wisam menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga, terutama limbah minyak jelantah.
“Tujuan utama kami mengadakan kegiatan seminar ini adalah sebagai bentuk langkah awal untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa limbah minyak jelantah bisa menjadi rupiah dan Masyarakat sekitar dapat menjadikan limbah tersebut menjadi suatu produk yang dapat dimanfaatkan salah satunya seperti Lilin, ujarnya.
Tarmono, Perangkat Desa Guntur mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UIN Walisongo yang telah melaksanakan acara seminar edukasi pengelolaan minyak jelantah untuk Ibu-Ibu PKK Desa Guntur.
“Seminar edukasi ini sangat penting untuk memahami pengelolaan minyak jelantah demi menjaga kelestarian ekosistem kita,” ujarnya
Selanjutnya, Seminar Edukasi dimulai dengan penyampaian informasi tentang bahaya penggunaan minyak jelantah secara terus menerus bagi kesehatan maupun ekosistem lingkungan. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan penayangan vidio dari TIM Koordinasi Minyak Jelantah Jadi Rupiah Provinsi Jawa Tengah yang berisi tentang edukasi pengelolaan minyak jelantah melalui program jelantah jadi rupiah.
Pemateri Silvia Hanung sedang memberikan edukasi tentang pentingnya pengelolaan limbah minyak jelantah kepada ibu-ibu PKK Desa Guntur dalam kegiatan seminar edukasi pengelolaan minyak jelantah, Senin (10/8/2026). Foto: Dokumentasi KKN UIN Walisongo Semarang posko 95
Dalam kesempatan tersebut, pemateri Silvia Hanung menjelaskan bahwa langkah strategis yang harus dilakukan dalam pengelolaan minyak jelantah dimulai dengan cara memetakan potensi sebuah wilayah.
“Kita identifikasi wilayah yang menghasilkan limbah jelantah dalam jumlah yang besar serta kesiapan pengiriman sarana dan prasarana penampungan minyak jelantah,” kata dia.
Kondisi tersebut, menurutnya menjadi peluang yang sangat besar untuk menambah pendapatan keluarga sekaligus dapat dialokasikan untuk kas operasional kegiatan PKK dan posyandu wilayah setempat dengan mengumpulkan limbah minyak jelantah kemudian menjualkannya kepada pihak penampung dengan harga Rp 5.000 hingga Rp 7.000 per liter.
“Selain menambah pendapatan keluarga juga dapat menambah kas operasional kegiatan PKK dan posyandu desa,” jelasnya
Silvia juga menjelaskan tentang pemanfaatan limbah dapur seperti sisa kulit buah dan sisa sayuran bekas memasak yang dapat dimanfaatkan kembali menjadi bahan pembuatan eco-enzym dan sabun alami.
Selain menjelaskan pentingnya pemanfaatan limbah minyak jelantah dan limbah dapur, rangkaian acara di akhiri dengan praktik pembuatan lilin aromaterapi dari mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 95 bersama ibu-ibu PKK Desa Guntur. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kreativitas serta inovasi baru bagi peserta sehingga produk yang dihasilkan dapat memberikan peluang usaha kepada masyarakat.
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar