Jatengvox.com – Mahda Annur Fikiya, mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Diponegoro (Undip), turut berpartisipasi dalam Program Multidisiplin 2 dengan tema “Peningkatan Kesadaran Hak Asasi Manusia dan Kesejahteraan Psikologis Masyarakat Lintas Generasi” yang dilaksanakan pada 8 Agustus 2026 bersama Karang Taruna RW03 Desa Ngaren, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa membawakan pembahasan mengenai kondisi ekonomi sebagai salah satu aspek yang dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis seseorang, terutama dalam menghadapi perbedaan kondisi ekonomi antar generasi.
Kondisi ekonomi memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari. Kemampuan memenuhi kebutuhan, memperoleh penghasilan, menghadapi biaya pendidikan, hingga memenuhi kebutuhan keluarga dapat menjadi sumber tekanan ketika tidak berjalan sesuai harapan.

Tekanan tersebut dapat semakin terasa ketika seseorang berada dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil atau memiliki tanggungan yang besar.
Pengalaman ekonomi setiap generasi juga berbeda. Generasi yang lebih tua mungkin menghadapi tantangan ekonomi dalam bentuk yang berbeda dengan generasi muda saat ini.
Generasi muda dihadapkan pada persaingan kerja, biaya pendidikan, biaya hidup, serta tuntutan untuk mencapai kemandirian finansial.
Perbedaan tersebut dapat membentuk cara pandang yang berbeda mengenai uang, kebutuhan, pekerjaan, dan keberhasilan. Jika tidak saling dipahami, perbedaan tersebut dapat menjadi sumber kesalahpahaman dan turut mempengaruhi kondisi psikologis seseorang.
Melalui perspektif Ekonomi Syariah, pembahasan tidak hanya mengenai cara memperoleh dan menggunakan uang, tetapi juga bagaimana harta dikelola agar memberikan kemaslahatan.
Dalam Islam, kita dianjurkan untuk mengelola harta dengan baik, memenuhi kebutuhan secara seimbang, menghindari pemborosan, serta memperoleh harta melalui cara yang halal.
Pembahasan tersebut juga dikaitkan dengan maqashid syariah, khususnya hifz al-mal atau menjaga harta. Menjaga harta tidak hanya berarti mempertahankan apa yang dimiliki, tetapi juga bagaimana harta diperoleh dan digunakan secara bertanggung jawab.

Pengelolaan ekonomi yang baik diharapkan dapat membantu seseorang memenuhi kebutuhan tanpa memberikan beban berlebihan bagi diri sendiri maupun keluarga.
Melalui pembahasan ini, mahasiswa mengajak anggota Karang Taruna RW 03 Desa Ngaren untuk lebih memahami bahwa kondisi ekonomi dapat berpengaruh terhadap kesejahteraan psikologis.
Perbedaan kondisi ekonomi antar generasi merupakan hal yang wajar seiring perubahan zaman, sehingga diperlukan komunikasi dan sikap saling memahami.
Dengan demikian, nilai-nilai Islam dalam pengelolaan harta dapat menjadi salah satu pedoman untuk membangun kehidupan ekonomi yang lebih seimbang dan membawa kemaslahatan bagi setiap generasi.
Penulis: Mahda Annur Fikiya, Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar