Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026, Kemenag dan DPR Ajak Umat Jaga Persatuan

Rabu, 18 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Penetapan awal Ramadan selalu menjadi momen yang dinanti sekaligus sensitif bagi umat Islam di Indonesia.

Tahun ini, pemerintah resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut diumumkan usai Sidang Isbat yang digelar di Jakarta pada Selasa (17/2/2026).

Di tengah potensi perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah, Kementerian Agama bersama Komisi VIII DPR RI mengajak masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan saling menghormati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa penetapan awal Ramadan dilakukan melalui mekanisme yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, yakni memadukan pendekatan hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal).

Baca juga:  Peduli Lingkungan dan Satwa, KKN UPGRIS Kelompok 21 Tanam 30 Bibit Buah di Curug Semirang

Menurutnya, keputusan tersebut bukan sekadar hasil teknis semata, melainkan bentuk tanggung jawab negara dalam menghadirkan kepastian bagi umat Islam.

“Penetapan awal Ramadan dilakukan melalui mekanisme yang sudah kita jalankan bertahun-tahun, yakni memadukan hisab dan rukyat. Keputusan ini bukan hanya pertimbangan teknis, tetapi juga bagian dari tanggung jawab pemerintah untuk menghadirkan kepastian bagi umat,” ujar Menag.

Berdasarkan paparan Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama, posisi hilal pada saat pengamatan masih berada di bawah ufuk atau bernilai minus.

Dengan kondisi tersebut, secara kaidah ilmiah dan keagamaan, hilal tidak memungkinkan untuk dirukyat. Karena itu, bulan Syakban digenapkan menjadi 30 hari dan 1 Ramadan ditetapkan pada 19 Februari 2026.

Baca juga:  Mahasiswa UIN Walisongo Terjun ke Pasar Jabal, Dorong Strategi Promosi Astra Motor Kaliwungu

Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menyampaikan bahwa sidang telah mempertimbangkan dua aspek utama: kaidah syar’i dan kaidah ilmiah. Hasil diskusi menunjukkan bahwa secara astronomis hilal belum memenuhi kriteria visibilitas.

“Berdasarkan kaidah keagamaan dan kaidah ilmiah yang telah didiskusikan, hilal tidak memungkinkan terlihat karena posisinya masih minus,” jelasnya.

Marwan menekankan bahwa perbedaan metode penentuan awal Ramadan adalah hal yang wajar dalam tradisi keilmuan Islam. Namun, ia mengingatkan agar perbedaan tersebut tidak menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat.

“Perbedaan jangan membuat kita tercerai-berai. Mari saling menghargai dan memperbanyak amal ibadah,” tambahnya.

Baca juga:  Ruang Bersama Indonesia Diluncurkan di Rawa Buaya, Dorong Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Ia juga menyebut bahwa Komisi VIII mendukung langkah Menteri Agama untuk terus mempertemukan berbagai pendekatan dalam penetapan awal bulan Hijriah, termasuk wacana kalender global Islam, demi membangun kebersamaan umat di masa depan.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

KAI Divre IV Tanjungkarang Salurkan CSR Lebih dari Rp1,7 Miliar, Wujud Komitmen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Kerja dari Hotel Jadi Tren Remote Work, Batam Tawarkan 24 Jam Produktif Sekaligus Recharge
Prodia Resmikan ‘Stemcell Clinic by Prodia’, Perkuat Layanan Preventif dan Regeneratif untuk Masa Depan Kesehatan
Pembatasan Ruang Udara China 2026 berdampak pada Sektor Pariwisata Indonesia
Jaga Keselamatan Perjalanan, Seluruh Pekerja LRT Jabodebek Jalani Medical Check-Up
Biosolar Dianggap Murahan? Justru Ini yang Dilakukan Pemilik SUV Diesel Cerdas Saat Harga Dexlite Meledak 70%
Dari Rollerblade hingga Kairo: Bagaimana 13 Anak di Rumah Singgah Menginspirasi Gerakan Sosial Baru Smart Salary
Tempat para pelari lahir, berkumpul, dan berkembang. “ALPEN RUN,” sebuah merek komunitas lari baru yang diluncurkan oleh Alpen, akan membuka toko pertamanya di Taman Meiji Metropolitan Tokyo pada hari Jumat, 24 April.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 15:03 WIB

KAI Divre IV Tanjungkarang Salurkan CSR Lebih dari Rp1,7 Miliar, Wujud Komitmen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Senin, 20 April 2026 - 14:04 WIB

Kerja dari Hotel Jadi Tren Remote Work, Batam Tawarkan 24 Jam Produktif Sekaligus Recharge

Senin, 20 April 2026 - 14:04 WIB

Prodia Resmikan ‘Stemcell Clinic by Prodia’, Perkuat Layanan Preventif dan Regeneratif untuk Masa Depan Kesehatan

Senin, 20 April 2026 - 13:03 WIB

Pembatasan Ruang Udara China 2026 berdampak pada Sektor Pariwisata Indonesia

Senin, 20 April 2026 - 12:03 WIB

Jaga Keselamatan Perjalanan, Seluruh Pekerja LRT Jabodebek Jalani Medical Check-Up

Berita Terbaru