Atasi Ketergantungan Cuaca, Mahasiswa KKN-Tematik IDBU 51 Ciptakan Lemari Pengering untuk UMKM Batik Shibori SidoMaju

waktu baca 4 menit
Jumat, 14 Agu 2026 20:41 3 jatengvox

Jatengvox.com — Bagi kebanyakan orang, hujan barangkali disambut sebagai berkah. Namun bagi UMKM Shibori Sido Maju, hujan yang turun berhari-hari justru menjadi ancaman bagi kelangsungan produksi. Usaha rumahan yang memproduksi batik dengan teknik pewarnaan shibori ini masih sepenuhnya mengandalkan sinar matahari untuk mengeringkan kain-kain hasil pewarnaan.

Ketika langit mendung dan hujan tak kunjung reda, proses produksi pun otomatis ikut terhenti. Menjawab persoalan yang telah lama membebani UMKM yang dikelola oleh warga lanjut usia ini, mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Otomasi, Sekolah Vokasi, yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik IDBU 51, hadir dengan solusi berupa lemari pengering pakaian/kain sebagai inovasi teknologi tepat guna.

UMKM Shibori Sido Maju dikenal sebagai usaha rumahan yang memproduksi kain batik dengan teknik shibori, yaitu metode pewarnaan kain yang mengandalkan proses pengikatan, pelipatan, dan pencelupan sebelum kain dijemur hingga kering sempurna. Yang membuat UMKM ini istimewa, seluruh proses produksinya dijalankan oleh warga lanjut usia yang tetap gigih berkarya di tengah keterbatasan tenaga dan fasilitas produksi yang dimiliki.

Namun, di balik semangat tersebut, UMKM ini menghadapi tantangan klasik yang lekat dengan industri tekstil rumahan, yakni proses pengeringan yang sepenuhnya bergantung pada cuaca. Selama ini, kain-kain yang telah melalui proses pewarnaan hanya dijemur secara konvensional di ruang terbuka. Begitu hujan turun atau cuaca mendung berkepanjangan, waktu pengeringan yang seharusnya singkat bisa molor hingga berhari-hari.

Akibatnya, waktu pengerjaan produk membengkak, kapasitas produksi menurun, dan potensi pendapatan UMKM pun ikut tergerus. Bagi pengelola yang telah berusia lanjut, kondisi ini terasa semakin berat sebab mereka memiliki keterbatasan tenaga untuk terus-menerus memindahkan dan menjemur ulang kain setiap kali cuaca berubah tiba-tiba.

Melihat persoalan tersebut, mahasiswa KKN-Tematik IDBU 51 berinisiatif turun langsung ke lokasi produksi untuk memahami akar masalah yang dihadapi UMKM Shibori Sido Maju. Program kerja ini diawali dengan survei dan wawancara langsung bersama pengelola UMKM guna menggali informasi mengenai kendala nyata dalam proses produksi, terutama pada tahap pengeringan kain.

Baca juga:  Dukung Inovasi Pengolahan Sampah Rumah Tangga, Mahasiswa KKN Undip Bekali Warga dan PKK Desa Nyamplungsari Pelatihan Perhitungan HPP dan Harga Jual Produk Daur Ulang

Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, dirancanglah sebuah lemari pengering pakaian/kain yang tidak lagi bergantung sepenuhnya pada sinar matahari. Lemari berbahan dasar kayu ini dibuat dengan bagian dalam dilapisi alumunium foil yang berfungsi memaksimalkan pemantulan dan penyimpanan panas di dalam ruang pengeringan, sehingga kain dapat kering lebih merata.

Pada bagian atas lemari, dipasang sebuah panel kendali elektronik untuk mengatur proses pengeringan agar berjalan lebih terkontrol dibandingkan penjemuran konvensional di ruang terbuka. Pintu lemari turut dilengkapi kunci pengaman, sehingga alat tetap aman sekaligus mudah dioperasikan oleh pengelola UMKM dalam kegiatan produksi sehari-hari.

Baca juga:  Yudhi Isman: Sebuah Perjalanan dari Indonesia Menuju Panggung Teknologi Global

Setelah proses pembuatan rampung, alat terlebih dahulu diuji coba guna memastikan fungsinya berjalan optimal dalam mengeringkan kain. Mahasiswa turut memberikan penjelasan langsung kepada pengelola UMKM mengenai cara penggunaan dan perawatan lemari pengering, agar alat dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan tanpa menyulitkan pengelola yang sudah berusia lanjut.

Barulah setelah dinyatakan siap pakai, lemari pengering ini diserahterimakan secara langsung kepada pengelola UMKM Shibori Sido Maju sebagai puncak dari rangkaian program kerja ini. Pengelola UMKM Shibori Sido Maju menyambut baik kehadiran lemari pengering tersebut.

”Wah, terima kasih banyak yaa adek adek KKN. Saya sangat senang diberi lemari pengering ini. Sekarang saya dapat memproduksi batik lagi ketika hujan,” ujarnya.

Kehadiran lemari pengering ini diharapkan membawa dampak nyata bagi keberlangsungan UMKM Shibori Sido Maju. Dengan alat ini, proses pengeringan kain tidak lagi sepenuhnya bergantung pada cuaca, sehingga produksi dapat tetap berjalan meski hujan turun berhari-hari. Waktu pengerjaan yang sebelumnya kerap molor akibat cuaca buruk berpotensi menjadi jauh lebih efektif dan efisien.

Baca juga:  Latih Keberanian Bicara di Depan Umum, Mahasiswa KKN Undip Ajak Karang Taruna Desa Pondok Praktik Public Speaking

Lebih jauh, alat ini juga membuka peluang peningkatan kapasitas produksi, sebab pengelola tidak perlu lagi menunggu cuaca cerah untuk menuntaskan tahap pengeringan. Dalam jangka panjang, peningkatan efektivitas produksi ini berpotensi turut mendongkrak pendapatan UMKM, sekaligus meringankan beban kerja fisik para pengelola yang notabene sudah berusia lanjut, sehingga mereka dapat lebih fokus pada tahap produksi lain yang membutuhkan keahlian dan ketelitian.

Program lemari pengering ini menjadi bukti nyata bahwa penerapan teknologi sederhana mampu menjawab persoalan konkret yang dihadapi pelaku UMKM, khususnya usaha yang dikelola oleh warga lanjut usia dengan keterbatasan tenaga dan fasilitas. Inovasi ini dihadirkan bukan sekadar untuk menghasilkan sebuah alat, melainkan sebagai solusi praktis atas masalah yang benar-benar dirasakan oleh pelaku UMKM dalam menjalankan usahanya sehari-hari.

Bagi mahasiswa KKN-Tematik IDBU 51, program kerja ini menjadi pengalaman berharga sekaligus wujud nyata kontribusi ilmu yang dipelajari di bangku perkuliahan bagi masyarakat sekitar. Ke depan, lemari pengering ini diharapkan terus dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh UMKM Shibori Sido Maju, sekaligus menjadi inspirasi bagi UMKM sejenis lain yang menghadapi persoalan serupa dalam proses produksinya.

 

Penulis              : Iqbal Majid Ramadhan
Program Studi : Teknologi Rekayasa Otomasi (Sekolah Vokasi)

 

Editor : Uswatun Khasanah

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA