Mahasiswa KKN Undip Dampingi Pembudidaya Lele Kenali Kondisi Air Kolam di Desa Tanjung

waktu baca 4 menit
Selasa, 4 Agu 2026 20:00 6 jatengvox

Jatengvox.com – Kondisi air menjadi salah satu faktor penting dalam kegiatan budidaya lele. Perubahan kondisi air, perilaku ikan, hingga pengelolaan pakan menjadi bagian yang perlu diperhatikan untuk menjaga kondisi kolam.

Hal tersebut menjadi perhatian mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (Undip) melalui kegiatan pendampingan budidaya lele di Desa Tanjung, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo.

Pendampingan dilakukan oleh Alvi Dwiningrum mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan melalui program Sosial Kemasyarakatan Saintek.

Kegiatan dilaksanakan dalam beberapa kali kunjungan dengan menyesuaikan kondisi dan aktivitas budidaya di lapangan.

Kegiatan diawali pada 17 Juli 2026 melalui survei kondisi kolam. Mahasiswa mengunjungi lokasi budidaya untuk melihat beberapa kolam yang dikelola serta mengamati kondisi lingkungan di sekitar kolam.

Pada kesempatan tersebut, mahasiswa juga berdiskusi dengan pengelola mengenai kegiatan pemeliharaan yang dilakukan sehari-hari, termasuk kondisi ikan dan pemberian pakan.

Survei awal dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi budidaya secara langsung sekaligus menentukan hal-hal yang dapat menjadi bagian dari pendampingan berikutnya.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UNDIP Susun SOP Budidaya Maggot untuk Dukung Ketahanan Pangan Perikanan Lele BUMDes Desa Segaran

Pengalaman pengelola selama menjalankan usaha budidaya juga menjadi bagian dari pembahasan dalam memahami kondisi masing-masing kolam.

Pendampingan dilanjutkan pada 27 Juli 2026 dengan pembahasan mengenai manajemen kualitas air sederhana.

Mahasiswa bersama pengelola membahas beberapa kondisi yang dapat diamati secara langsung, seperti perubahan warna dan kekeruhan air serta faktor-faktor yang dapat memengaruhinya.

Pembahasan juga mencakup amonia sebagai salah satu parameter yang berkaitan dengan kualitas air budidaya.

Keberadaan sisa pakan, kotoran ikan, dan bahan organik di dalam kolam menjadi beberapa hal yang turut diperhatikan karena dapat memengaruhi kondisi perairan.

Selain kondisi air, mahasiswa dan pengelola turut mengamati perilaku ikan. Ikan yang lebih sering berada di permukaan dapat menjadi salah satu kondisi yang perlu diperhatikan lebih lanjut dengan melihat keadaan lingkungan kolam.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan ikan mengalami stres juga menjadi bagian dari diskusi.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya melakukan penyampaian materi, tetapi turut terlibat dalam aktivitas budidaya dengan membantu memberikan pakan dan mengamati respons ikan secara langsung.

Baca juga:  Cara Cek Pencairan BSU Desember 2025 Lewat HP, Berikut Syarat dan Tahapannya

“Kami tidak hanya melihat kondisi air dari satu sisi, tetapi mencoba mengaitkannya dengan kondisi ikan dan aktivitas budidaya yang dilakukan sehari-hari. Karena pengelola sudah memiliki pengalaman dalam budidaya, pendampingan kami lebih diarahkan pada diskusi dan pengamatan bersama terhadap kondisi yang ditemukan di kolam,” ujar Alvi

Pendekatan tersebut mendapat respons positif dari pengelola kolam. Kegiatan pendampingan menjadi ruang untuk mempertemukan pengalaman pembudidaya dengan sudut pandang akademis mahasiswa.

“Selama ini pengelolaan kolam memang kami lakukan berdasarkan pengalaman selama budidaya. Dengan adanya pendampingan dari mahasiswa, kami jadi bisa berdiskusi lebih lanjut mengenai kondisi air, perilaku ikan, dan pengelolaan kolam. Anak-anak KKN juga ikut turun langsung membantu kegiatan di kolam, jadi pembahasannya bisa langsung melihat kondisi di lapangan,” ujar Pak Setiawan, pengelola kolam lele Desa Tanjung.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan pada 1 Agustus 2026 dengan pengenalan pemanfaatan limbah air kolam melalui pengolahan menjadi pupuk organik cair (POC). Pengolahan tersebut menjadi bagian tambahan dari pendampingan untuk melihat potensi hasil samping kegiatan budidaya agar dapat dimanfaatkan kembali.

Baca juga:  Rembug Stunting Desa Pundenarum: Menyatukan Langkah Mewujudkan Generasi  Sehat dan Bebas Stunting

“Pemanfaatan limbah air kolam kami kenalkan sebagai bagian dari upaya melihat kegiatan budidaya secara lebih menyeluruh. Fokus utama kami tetap pada pendampingan kualitas air dan kondisi ikan, sedangkan pengolahan limbah menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan lebih lanjut,” jelas Alvi.

Pada 4 Agustus 2026, mahasiswa kembali melakukan pemantauan terhadap proses pengolahan POC sekaligus melanjutkan kegiatan di kolam.

Mahasiswa turut membantu aktivitas budidaya dan berdiskusi kembali dengan pengelola mengenai kondisi kolam.

Rangkaian kegiatan dari survei awal, pendampingan kualitas air, keterlibatan dalam kegiatan budidaya, hingga pemantauan pemanfaatan limbah dilakukan secara bertahap.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk penerapan pengetahuan Manajemen Sumberdaya Perairan secara langsung sekaligus membangun komunikasi dan pertukaran pengetahuan dengan pembudidaya.

Melalui pendampingan ini, mahasiswa KKN Undip turut mendorong perhatian terhadap kondisi kualitas air, perilaku ikan, dan pengelolaan kegiatan budidaya secara lebih menyeluruh.

Pemanfaatan limbah air kolam juga menjadi salah satu peluang yang diperkenalkan untuk mendukung pengelolaan budidaya yang lebih berkelanjutan.

 

 

Penulis/Reporter: Alvi Dwiningrum

Fotografer: Tim Dokumentasi KKN Undip Desa Tanjung

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA