Jatengvox.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro sukses menyelenggarakan program kerja “Sosialisasi Upaya Penanggulangan Kebiasaan Pembakaran Sampah di Permukiman Desa Nyamplungsari berbasis Prinsip Kendali Emisi untuk Mencegah Pencemaran Udara dan Perairan” yang bertempat di permukiman Desa Nyamplungsari, Kecamatan Petarukan, pada Senin (10/08/2026). Program ini diinisiasi oleh Cesafaresta Samuel Dangawa, mahasiswa Program Studi Teknik Perkapalan Fakultas Teknik Undip, yang berperan sebagai fasilitator edukasi teknis sepanjang acara.
Program ini hadir sebagai respons terhadap maraknya kebiasaan pembakaran sampah secara terbuka (open burning) di lingkungan permukiman warga setempat. Praktik ini memicu penurunan kualitas udara akibat pelepasan gas beracun serta berisiko tinggi merusak ekosistem perairan akibat deposisi jelaga. Minimnya pemahaman warga terkait konsep pencegahan land-based marine pollution dan kendali emisi menjadi alasan utama dilaksanakannya sosialisasi ini.
Pelaksana program dari Teknik Perkapalan UNDIP menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan melindungi kesehatan masyarakat dan ekosistem perairan Desa Nyamplungsari. “Melalui edukasi ini, kami mengajak warga untuk menghentikan kebiasaan membakar sampah dengan mengenali bahaya emisi beracun serta beralih ke strategi penanggulangan dari hulu yang lebih aman dan terukur,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan pemaparan poster interaktif mengenai alur pencemaran lingkungan, di mana pembakaran sampah menghasilkan emisi dan jelaga (black carbon) yang mengendap (deposition) di drainase serta perairan desa. Mahasiswa turut memaparkan bahaya gas buang beracun (toxic exhaust gas) seperti dioksin dan furan yang memicu ISPA, lalu dilanjutkan dengan sosialisasi tiga strategi source control: pemisahan material organik untuk kompos/maggot BSF, isolasi sampah anorganik ke Bank Sampah, serta penyaluran residu ke TPS resmi desa.
Perwakilan warga permukiman Desa Nyamplungsari sangat mengapresiasi kepedulian dan kontribusi nyata mahasiswa KKN UNDIP.
” Kami sangat berterima kasih atas bimbingan mahasiswa KKN Undip. Selama ini kami pikir membakar sampah itu cara paling praktis, ternyata aspal dan jelaganya bisa mencemari air dan berbahaya buat pernapasan. Solusi pemilahan sampah organik dan anorganik yang diajarkan sangat jelas dan akan kami terapkan,” ungkap perwakilan warga.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif, penyerahan serta penempelan poster panduan kendali emisi terbuka di papa pengumuman yang berada di kantor Balai Desa.
Penulis: Tim KKN-R Undip Tim II Desa Nyamplungsari
Editor : Uswatun Khasanah
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar