Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melalui program kerja “Mendampingi Tumbuh Kembang Anak di Era Digital” memberikan edukasi kepada sekitar 45 orang tua/wali murid di TK Muslimat NU, Desa Purwodadi, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, pada Kamis, 30 Juli 2026.
Kegiatan yang disampaikan oleh Icharine Verawaty, mahasiswa Fakultas Psikologi, Program Studi Psikologi Universitas Diponegoro, ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai perkembangan anak serta membangun kebiasaan penggunaan gadget yang sehat sejak usia dini.
Mengangkat tema “Memahami Perkembangan Anak dan Membangun Kebiasaan Digital yang Sehat”, sosialisasi membahas perkembangan psikologis anak usia 3–5 tahun, khususnya kemampuan self-regulation dan executive function yang masih berkembang.
Pada tahap ini, anak masih belajar mengendalikan keinginan, mengelola emosi, memusatkan perhatian, serta menghentikan aktivitas yang menyenangkan.
Materi juga membahas berbagai alasan gadget menjadi sangat menarik bagi anak. Tampilan gambar dan warna, suara dan musik, video yang terus berganti, serta permainan yang memberikan kesenangan secara cepat dapat membuat gadget lebih menarik dibandingkan aktivitas lain yang membutuhkan waktu dan usaha lebih besar, seperti membaca, menggambar, bermain, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Screenshot
“Anak usia TK masih belajar mengendalikan keinginan dan mengelola emosinya. Jadi, ketika anak sulit berhenti menggunakan gadget, bukan berarti anak sekadar nakal atau bandel. Mereka masih membutuhkan bantuan orang dewasa untuk belajar menerima batasan dan mengendalikan diri,” jelas Icharine Verawaty dalam kegiatan sosialisasi.
Orang tua/wali murid juga diajak memahami bagaimana kebiasaan penggunaan gadget dapat terbentuk tanpa disadari. Salah satu pola yang dibahas adalah ketika anak menangis atau rewel kemudian diberikan gadget agar tenang.
Ketika anak berhenti menangis, pemberian gadget dapat kembali dilakukan pada situasi serupa. Pola tersebut dapat membuat anak belajar bahwa menangis atau rewel menjadi salah satu cara untuk mendapatkan gadget.
Penggunaan gadget yang berlebihan dapat terlihat melalui perubahan pada beberapa aspek perkembangan anak. Pada aspek emosi, anak dapat menjadi lebih mudah marah atau menangis ketika gadget diambil.
Pada aspek perhatian, anak dapat lebih cepat merasa bosan ketika melakukan kegiatan tanpa gadget. Sementara pada aspek perilaku, anak dapat semakin sering meminta gadget dan lebih jarang berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya.
Dalam sosialisasi tersebut, orang tua juga diberikan pemahaman bahwa solusi penggunaan gadget bukan sekadar memberikan larangan.
Pendekatan yang lebih mendukung perkembangan anak dilakukan melalui pendampingan, komunikasi, dan pembentukan regulasi diri secara bertahap.
“Tujuannya bukan hanya membuat anak berhenti bermain HP, tetapi membantu anak belajar memahami aturan, menghadapi rasa kecewa ketika waktunya selesai, dan secara perlahan mampu mengendalikan dirinya,” lanjut Icharine.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan sesi tanya jawab.
Orang tua/wali murid mengikuti kegiatan secara aktif dan memperoleh sejumlah strategi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti tidak selalu memberikan gadget ketika anak rewel, membuat aturan yang sederhana dan konsisten, menemani anak saat menggunakan gadget, menanyakan konten yang ditonton, menyediakan kegiatan alternatif yang menyenangkan, serta memberikan contoh penggunaan gadget yang sehat.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari pihak TK. Muslikhah, Kepala Sekolah TK Muslimat NU Purwodadi, menilai edukasi mengenai penggunaan gadget penting diberikan kepada orang tua mengingat teknologi telah menjadi bagian dari kehidupan anak sehari-hari.
“Ini memang perlu untuk orang tua, karena anak-anak sekarang sudah dekat dengan gadget. Orang tua juga perlu tahu bagaimana cara mendampingi anak dalam menggunakan gadget,” ujar Muslikhah selaku Kepala Sekolah TK Muslimat NU Purwodadi.
Sebagai penguatan materi sekaligus upaya menjaga keberlanjutan edukasi, mahasiswa KKN menyerahkan poster dan pamflet edukasi kepada pihak TK. Poster dipasang di lingkungan sekolah sebagai media pengingat bagi orang tua/wali murid, sedangkan pamflet dapat disediakan untuk dibaca ketika orang tua/wali murid menunggu atau menjemput anak.
Kedua media tersebut diharapkan dapat terus dimanfaatkan sebagai sarana edukasi, termasuk bagi orang tua/wali murid pada angkatan berikutnya.
Program “Mendampingi Tumbuh Kembang Anak di Era Digital” terlaksana dengan baik dan diikuti secara aktif oleh sekitar 45 orang tua/wali murid. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran orang tua dalam mendampingi anak menggunakan teknologi secara sehat, tidak hanya melalui pembatasan, tetapi juga dengan membangun komunikasi, memberikan pendampingan, dan melatih kemampuan regulasi diri anak.
Pada akhirnya, pendampingan penggunaan gadget bukan bertujuan menjauhkan anak dari teknologi, melainkan membantu anak menggunakan gadget secara sehat dan belajar mengendalikan dirinya sesuai dengan tahap perkembangannya.
Penulis: Icharine Verawaty, Tim II KKN Undip Desa Purwodadi
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar