Tak Sekadar Menanam, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Wariskan Pohon Buah untuk Lingkungan dan Generasi Mendatang

waktu baca 5 menit
Sabtu, 29 Agu 2026 20:30 7 jatengvox

Jatengvox.com – Menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan bersama. Hal tersebut diwujudkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang melalui kegiatan penanaman pohon bersama masyarakat di Kelurahan Kalirjo.

Kegiatan ini bukan sekadar program kerja KKN, tetapi menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus meninggalkan sesuatu yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam jangka panjang.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN bersama masyarakat menanam berbagai jenis tanaman buah, di antaranya jambu, gayam, kuweni, duwet, durian, dan sawo.

Pemilihan tanaman buah dilakukan karena selain berfungsi sebagai penghijauan, pohon-pohon tersebut diharapkan dapat memberikan hasil yang bermanfaat ketika telah tumbuh dan memasuki masa produktif.

Dengan demikian, kegiatan penanaman memiliki manfaat ekologis sekaligus potensi manfaat bagi masyarakat.

Salah satu lokasi penanaman berada di area tanah pemakaman. Penanaman pohon buah di kawasan tersebut diharapkan dapat menjadikan lingkungan makam lebih hijau, teduh, nyaman, dan tetap memiliki manfaat bagi masyarakat.

Perwakilan Pemerintah Kelurahan Kalirjo bersama warga lingkungan Sarowo dan Kerekesan serta pihak terkait menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN yang telah berkontribusi melalui kegiatan tersebut.

Mereka berharap area makam ke depan dapat menjadi tempat yang nyaman, teduh, dan berguna.

Baca juga:  Kemenparekraf Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Perkuat Ekonomi Kreatif Nasional

Selain memberikan penghijauan, penanaman pohon juga memiliki fungsi dalam menjaga kondisi tanah.

Salah satu tokoh masyarakat yang terlibat dalam kegiatan menyampaikan bahwa penanaman pohon bertujuan membantu menahan erosi tanah sehingga kondisi tanah lebih terjaga, terutama ketika memasuki musim penghujan.

Keberadaan pohon yang semakin besar diharapkan dapat membantu memperkuat kondisi lingkungan di sekitar lokasi penanaman.

“Penanaman pohon ini bertujuan untuk menahan erosi tanah. Tanah itu tidak turun,” ujar salah satu tokoh masyarakat.

Ia juga menyampaikan apresiasi karena mahasiswa menanam berbagai tanaman, terutama tanaman yang dapat menghasilkan buah dan memberikan manfaat bagi masyarakat di kemudian hari.

Harapan terhadap keberlanjutan kegiatan juga disampaikan oleh perwakilan masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak seharusnya dipandang hanya sebagai program kerja selama mahasiswa melaksanakan KKN.

Pohon yang ditanam merupakan peninggalan yang dapat terus tumbuh meskipun masa KKN telah selesai.

Ia berharap mahasiswa suatu saat dapat kembali berkunjung untuk melihat perkembangan tanaman yang telah ditanam, bahkan menikmati hasilnya bersama masyarakat.

“Harapan saya, jenengan ke sini yang jenengan tanam itu sudah ada hasilnya. Jadi siapa tahu nanti kita bisa panen bersama,” ungkapnya. Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa penanaman pohon menjadi bentuk hubungan jangka panjang antara mahasiswa dan masyarakat, karena hasil dari kegiatan tidak hanya dirasakan pada saat KKN berlangsung.

Pesan serupa juga disampaikan oleh tokoh masyarakat RW 04. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas kegiatan penanaman pohon di lingkungan makam dan berharap tanaman yang telah ditanam dapat tumbuh, berkembang, serta memberikan manfaat.

Baca juga:  Posyandu di Desa Boto Libatkan KKN Mahasiswa UIN Walisongo Posko 86

Ia juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang telah meluangkan waktu untuk berkontribusi di Kelurahan Kalirjo serta mendoakan agar para mahasiswa semakin sukses setelah menyelesaikan pendidikan.

Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya ditentukan oleh hasil yang terlihat saat kegiatan berlangsung.

Proses, kerja keras, dan keberlanjutan menjadi bagian penting dalam mencapai hasil yang diharapkan. Seperti pesan salah satu tokoh masyarakat, visi dan misi yang telah dibuat perlu diwujudkan melalui kerja keras karena hasil yang baik tidak datang tanpa proses.

Penanaman pohon jambu, gayam, kuweni, duwet, durian, dan sawo pada akhirnya bukan sekadar kegiatan menanam bibit ke dalam tanah.

Di balik kegiatan tersebut terdapat harapan agar lingkungan menjadi lebih hijau, tanah lebih terjaga, kawasan pemakaman menjadi lebih teduh, serta tanaman yang ditanam dapat memberikan manfaat bagi masyarakat pada masa mendatang.

Keberhasilan kegiatan tentunya perlu dilanjutkan dengan perawatan, penyiraman, dan pemantauan agar pohon dapat tumbuh dengan baik.

Mahasiswa KKN juga berharap kegiatan tersebut tidak berhenti setelah program KKN selesai. Sebagaimana harapan masyarakat, kepedulian mahasiswa dapat terus berkembang dalam berbagai bidang lain, termasuk sosial kemasyarakatan dan ekonomi.

Dengan demikian, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya meninggalkan kenangan, tetapi juga meninggalkan manfaat yang dapat terus dirasakan.

Pada akhirnya, menanam pohon berarti menanam sesuatu untuk masa depan. Bibit yang hari ini masih kecil membutuhkan waktu, perhatian, dan perawatan sebelum memberikan hasil.

Baca juga:  Rupiah Berhasil Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Bittime Permudah Akses Diversifikasi Portofolio dengan IDR Swap Zero Fees

Namun, ketika pohon tersebut tumbuh besar, manfaatnya dapat dirasakan oleh banyak orang. Mahasiswa KKN bersama masyarakat tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanam harapan, kepedulian, dan warisan hijau yang dapat dinikmati generasi mendatang.

 

 

Daftar Pustaka

Mukson, M., Ubaedillah, U., & Wahid, F. S. (2021). Penanaman pohon sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penghijauan lingkungan. JAMU: Jurnal Abdi Masyarakat UMUS, 1(02).

Negara, D. S., Darmawan, D., Saputra, R., Pakpahan, N. H., Khayru, R. K., Putra, A. R., & Arifin, S. (2025). Pengembangan lahan kosong kampus melalui kegiatan penanaman pohon mangga dan jambu oleh mahasiswa KKN. Jurnal Pengabdian Masyarakat (Z-COVIS), 1(1).

Ningrum, V. S. K., Rahmantika, J., & Farahdiansari, A. P. (2025). Edukasi lintas generasi: Gerakan penanaman pohon guna pelestarian lingkungan di Desa Klino, Kecamatan Sekar. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 4(1), 353–358.

Palmolina, M., & Fauziyah, E. (2018). Konstruksi kearifan lokal masyarakat petani hutan rakyat dalam pemanfaatan duwet (Syzygium cumini Linn). Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 15(1), 1–13.

Riyadi, S., Jodhi, A., Karim, A., Zhafirah, A., & Murniati, M. (2021). Vertical garden training as a mean of increasing awareness for the environment of Duwet Village, Andong District, Boyolali Regency. PHEDHERAL, 18(2), 75–83.

Fitri Febelena. (2026, 24 Mei). Menanam pohon jambu dalam pot menjadi solusi cerdas. RRI Pontianak.

 

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA