Mahasiswa KKN UPGRIS Laksanakan Survei UMKM Susu Kedelai di Dusun Bengkle sebagai Upaya Mendukung Pengembangan Usaha Lokal

waktu baca 2 menit
Selasa, 4 Agu 2026 20:10 5 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melaksanakan kegiatan survei pada salah satu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) susu kedelai milik Bapak Taryono di Dusun Bengkle, Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian observasi lapangan untuk mengenali potensi ekonomi masyarakat sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pelaku usaha sebagai dasar penyusunan program kerja yang tepat sasaran.

Survei dilaksanakan melalui wawancara dan observasi langsung. Mahasiswa menggali informasi mengenai sejarah berdirinya usaha, proses produksi, sistem pemasaran, tantangan yang dihadapi, hingga peluang pengembangan UMKM.

Baca juga:  Kultum Ramadan di Musala Al-Uswah RW 11, Mahasiswa KKN UPGRIS Ajak Warga Tingkatkan Ketakwaan dan Produktivitas

Informasi tersebut akan menjadi dasar dalam merancang program pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.

Bapak Taryono menjelaskan bahwa usaha susu kedelai yang dikelolanya mulai dirintis pada tahun 2013. Berawal dari usaha berskala kecil, beliau berupaya menghadirkan minuman sehat dengan kualitas yang baik.

Pada masa awal usaha, berbagai tantangan dihadapi, mulai dari keterbatasan modal hingga membangun kepercayaan pelanggan.

Pada awalnya, usaha ini memproduksi berbagai varian rasa untuk mengetahui minat konsumen.

Baca juga:  KKN UPGRIS Bersama Karang Taruna Desa Lerep dan KKN UNNES Gelar Ziarah Bersama

Seiring berjalannya waktu dan berdasarkan evaluasi pasar, produksi kemudian difokuskan pada satu varian rasa yang paling diminati sehingga proses produksi menjadi lebih efisien dan kualitas produk dapat dipertahankan.

Dalam aspek pemasaran, hasil produksi diambil langsung oleh para sales menggunakan sistem penitipan.

Selanjutnya, produk dipasarkan kepada para pekerja pabrik yang menjadi target utama pemasaran. Sistem tersebut telah membantu usaha tetap berjalan secara konsisten selama bertahun-tahun.

Bapak Taryono mengatakan, “Usaha ini kami bangun dari kecil sejak tahun 2013. Awalnya kami mencoba berbagai macam rasa agar mengetahui selera konsumen. Setelah melihat perkembangan pasar, kami memutuskan fokus pada satu rasa yang paling diminati. Saya berharap usaha ini terus berkembang, semakin dikenal masyarakat, dan memberikan manfaat bagi banyak orang.”

Baca juga:  Penguatan Operasional Manufaktur Baja untuk Kemandirian Industri

Bagi mahasiswa KKN UPGRIS, kegiatan ini memberikan pengalaman nyata dalam memahami proses pengelolaan UMKM, mulai dari produksi hingga pemasaran. Hasil survei juga menunjukkan adanya peluang pengembangan melalui promosi digital, penguatan branding, dan inovasi pemasaran.

Kegiatan survei ini diharapkan menjadi langkah awal terjalinnya sinergi antara mahasiswa KKN dengan pelaku UMKM dalam upaya meningkatkan daya saing usaha lokal.

Data yang diperoleh akan menjadi bahan penyusunan program kerja KKN yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat di Dusun Bengkle, Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA