Screenshot Jatengvox.com – Mahasiswa KKN-R Tim II Universitas Diponegoro di Desa Watugajah ,Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan baru saja menggelar Program Multidisiplin 2 pada Sabtu (1/8/2026).
Dalam program ini mereka fokus memberdayakan masyarakat lewat pelatihan aquaponik untuk memanfaatkan pekarangan rumah agar lebih produktif.
Kegiatan tersebut difokuskan kepada ibu-ibu dari Kelompok Wanita Tani Desa Watugajah sebagai sasaran utamanya.
Program ini mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Aquaponik Berbasis Pekarangan Produktif sebagai Upaya Meningkatkan Ketahanan Pangan, Literasi Lingkungan, dan Kemandirian Ekonomi Desa untuk Mendukung SDGs Poin 3, 12, dan 13.” Tujuan utamanya adalah menambah wawasan dan keterampilan warga dalam memanfaatkan pekarangan rumah secara optimal lewat sistem aquaponik yang menggabungkan budidaya ikan sekaligus tanaman.
Program Multidisiplin 2 KKN-R Undip Tim II 2026 di Desa Watugajah dirancang sebagai upaya pemberdayaan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) melalui pemanfaatan pekarangan secara produktif dengan sistem aquaponik.

Screenshot
Rangkaian kegiatan diawali dengan observasi kebutuhan desa terkait aquaponik untuk mengetahui potensi pekarangan serta kondisi dan kebutuhan anggota KWT.
Hasil pengamatan tersebut kemudian menjadi dasar dalam analisis potensi dan kebutuhan guna menentukan bentuk kegiatan yang sesuai dengan kondisi masyarakat.
Selanjutnya dilakukan perencanaan anggaran pengadaan alat dan bahan agar seluruh kebutuhan program dapat dipersiapkan secara terarah. Setelah perencanaan selesai, dilakukan pengadaan alat dan bahan praktik aquaponik yang akan digunakan dalam proses pembuatan instalasi.
Untuk menunjang pemahaman anggota KWT, turut disusun modul atau buku panduan aquaponik yang berisi petunjuk penggunaan dan perawatan instalasi.
Tahap persiapan dilanjutkan dengan penyediaan bibit ikan dan benih tanaman yang disesuaikan dengan kebutuhan instalasi serta kondisi lingkungan Desa Watugajah.
Tahap berikutnya adalah pembuatan instalasi prototipe aquaponik yang dilakukan secara langsung bersama anggota KWT melalui proses perakitan dan pendampingan hingga instalasi siap digunakan.
Setelah instalasi selesai kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi pengenalan aquaponik kepada anggota KWT untuk memberikan pemahaman mengenai konsep dan prinsip kerja aquaponik, manfaat pemanfaatan pekarangan, serta potensinya dalam mendukung ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi keluarga.
Selanjutnya anggota KWT mengikuti pelatihan dan praktik penggunaan aquaponik melalui demonstrasi secara langsung mengenai cara mengoperasikan sistem, melakukan perawatan, serta memantau kondisi tanaman dan ikan.
Sebagai tahap akhir dilaksanakan sosialisasi penggunaan booklet aquaponik dengan memberikan penjelasan secara langsung mengenai isi booklet, mulai dari panduan pengelolaan, langkah-langkah perawatan, hingga hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga keberlangsungan instalasi.
Booklet tersebut kemudian diberikan kepada anggota KWT sebagai media edukasi dan pegangan yang dapat digunakan secara mandiri setelah kegiatan KKN berakhir.
Setelah pelaksanaan sosialisasi dan pemberian booklet aquaponik dilakukan analisis terhadap hasil kegiatan untuk mengetahui sejauh mana informasi dan keterampilan yang diberikan dapat dipahami oleh anggota KWT.

Screenshot
Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan anggota KWT menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai konsep dasar aquaponik, mulai dari hubungan antara ikan dan tanaman dalam satu sistem, manfaat pemanfaatan pekarangan, hingga cara pengoperasian dan perawatan instalasi aquaponik.
Ketua KWT Desa Watugajah Ibu Uminah menyambut positif program yang dibawakan mahasiswa KKN-R Undip ini.
“Kami senang sekali dengan adanya kegiatan ini. Ibu-ibu KWT tidak cuma dapat teori aquaponik tapi juga bisa bawa pulang instalasinya untuk dirawat di rumah masing-masing. Jadi kami bisa langsung praktik dan belajar sendiri,” kata Ibu Uminah.
Acara berjalan cukup interaktif karena anggota KWT diajak langsung mempraktekkan pembuatan aquaponik.
Mahasiswa KKN-R Undip menjelaskan cara kerjanya secara rinci sekaligus mendampingi praktik langsung agar warga makin paham cara pemakaian dan perawatannya. Set aquaponik yang dibagikan ke tiap warga sudah lengkap berisi ikan dan tanaman.
Langkah ini diambil agar ibu-ibu KWT bisa langsung meneruskan perawatan secara mandiri di rumah. Bukan cuma unit aquaponik mahasiswa juga membagikan buku panduan dan booklet edukatif.
Modul ini disiapkan sejak awal rancangan Program Multidisiplin 2 sebagai pegangan jangka panjang warga setelah masa KKN berakhir.
Ibu Uminah sendiri merasa kehadiran buku panduan ini sangat membantu mereka untuk belajar mandiri.
“Buku panduan dan booklet ini berguna banget buat kami. Nanti kalau lupa cara merawatnya kami tinggal intip lagi panduannya. Jadi pas adik-adik mahasiswa KKN sudah selesai kami masih punya pegangan,” tuturnya.
Program ini sebenarnya berangkat dari potensi pekarangan warga Desa Watugajah yang belum tergarap maksimal padahal masyarakatnya sudah punya modal dasar di bidang pertanian dan perikanan skala rumah tangga.
Alasan inilah yang mendorong tim KKN-R Undip Desa Watugajah mengenalkan sistem aquaponik sebagai solusi pekarangan produktif.
Tim mahasiswa KKN-R Tim II Undip berharap seluruh fasilitas yang dibagikan mulai dari instalasi bibit hingga buku panduan bisa terus dimanfaatkan secara berkala.
“Kami berharap program ini tidak berhenti begitu saja saat KKN selesai.” ungkap perwakilan mahasiswa KKN.
Lewat Program Multidisiplin 2 ini mahasiswa KKN-R Undip ingin mengajak warga Desa Watugajah khususnya anggota KWT untuk mengubah pekarangan rumah jadi lahan yang bernilai.
Penulis: KKN-R Tim II Universitas Diponegoro Desa Watugajah
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar