Jatengvox.com – Sebagai bagian dari program Sosial Kemasyarakatan (Sosmas) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro, mahasiswa melakukan pemetaan titik rawan longsor di RT 3/RW 3 Dusun Gagatan, Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, pada Jumat (8/8/2026).
Kegiatan ini bertujuan memberikan informasi awal bagi warga dan perangkat dusun dalam upaya kewaspadaan dan mitigasi bencana, khususnya menjelang musim hujan.
Fokus pemetaan adalah lereng di dekat aliran sungai di belakang posko KKN Universitas Diponegoro di Dusun Gagatan.
Lokasi tersebut menunjukkan tanda-tanda erosi tebing aktif, seperti tebing yang curam dan akar pohon besar yang menggantung akibat tanah di bawahnya tererosi. Kondisi ini dinilai berpotensi memicu longsor, terutama saat musim hujan.

Keresahan serupa disampaikan oleh warga setempat. “Sudah beberapa tahun ini akar-akar pohonnya makin kelihatan menggantung, tanahnya juga makin terkikis kalau habis hujan deras. Kami memang khawatir, apalagi lokasinya dekat dengan permukiman warga,” kata seorang warga Dusun Gagatan yang ditemui di lokasi.
Kegiatan survei dan pemetaan dilaksanakan saat musim kemarau berlangsung, melalui pengamatan langsung ke lokasi untuk mengamati kondisi fisik lereng, seperti kemiringan tebing, kondisi vegetasi, dan tanda-tanda erosi yang tampak secara visual.
Selain itu, mahasiswa juga melakukan wawancara singkat kepada warga setempat mengenai riwayat kejadian dan kondisi lereng saat musim hujan.
Informasi historis dari warga menjadi pelengkap penting bagi data lapangan, mengingat pengamatan dilakukan saat kondisi kering.
Hasil temuan kemudian disusun dalam bentuk peta digital menggunakan Google My Maps, lengkap dengan keterangan kondisi dan tingkat kerawanan lokasi.

Peta digital ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi awal bagi warga dan perangkat dusun dalam upaya kewaspadaan dan mitigasi bencana, khususnya menjelang musim hujan.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN Universitas Diponegoro dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana dan pentingnya upaya mitigasi sejak dini.
Penulis: David Zico Sembiring
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar