KSPI Desak Kenaikan UMP 2026 hingga 10,5 Persen demi Jaga Daya Beli Buruh

Selasa, 14 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mendorong pemerintah agar menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 secara wajar.

Dorongan ini disampaikan langsung oleh Presiden KSPI, Said Iqbal, dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin, 13 Oktober 2025.

Menurut Said, kenaikan upah yang proporsional tak hanya penting bagi kesejahteraan buruh, tetapi juga berdampak positif terhadap perekonomian nasional.

Ia menegaskan bahwa peningkatan daya beli masyarakat melalui kenaikan upah dapat memperkuat konsumsi domestik — faktor utama penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Kalau daya beli naik, konsumsi naik. Kalau konsumsi naik, pertumbuhan ekonomi ikut naik. Salah satu caranya adalah dengan menaikkan upah pada tingkat yang wajar,” ujar Said Iqbal.

Baca juga:  Koalisi Buruh Dorong RUU Ketenagakerjaan Pro-Pekerja, Hasil Pleno Akan Dibawa ke DPR

Said menilai bahwa dalam beberapa waktu terakhir, konsumsi masyarakat sempat melemah akibat turunnya daya beli. Kondisi ini bahkan memicu potensi deflasi di sejumlah wilayah.

Karena itu, ia menilai kebijakan kenaikan UMP menjadi langkah strategis untuk menstabilkan ekonomi sekaligus memperkuat kesejahteraan pekerja.

Ia juga mengingatkan pemerintah agar kebijakan penetapan UMP tahun depan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan hidup layak.

Hal ini, kata Said, sudah menjadi amanat dalam Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 168 Tahun 2024, yang mengatur bahwa kenaikan upah harus memperhatikan inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan indeks tertentu.

Baca juga:  RUU Perampasan Aset Disepakati Prabowo Dibahas, KSPSI dan KSPI Janji Kawal dengan Demo Damai

Dalam kesempatan yang sama, Said menyampaikan bahwa KSPI mengusulkan kenaikan UMP 2026 sebesar 8,5 hingga 10,5 persen, lebih tinggi dari rata-rata kenaikan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 6,5 persen.

“KSPI menyatakan bahwa kenaikan upah minimum yang diusulkan oleh kelompok buruh tetap 8,5 persen sampai 10,5 persen.

Argumentasinya jelas: Putusan MK menegaskan bahwa upah minimum harus mempertimbangkan kebutuhan hidup rakyat dengan formula inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan indeks tertentu,” tegasnya.

Said menambahkan, jika pemerintah berani mengambil kebijakan kenaikan upah yang wajar, dampaknya akan terasa langsung pada konsumsi masyarakat.

Baca juga:  Warga Dusun Surak dan Mahasiswa KKN Gotong Royong Bangun Talut di Area Makam

Dengan meningkatnya konsumsi, sektor usaha dan produksi pun akan bergerak lebih cepat, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

KSPI berharap pemerintah benar-benar mendengarkan aspirasi para pekerja dalam penetapan UMP 2026.

Selain itu, Said Iqbal juga menyerukan agar pemerintah tidak hanya mempertimbangkan data makro, tetapi juga realitas di lapangan, di mana harga kebutuhan pokok terus mengalami kenaikan.

Bagi KSPI, upah minimum bukan sekadar angka dalam regulasi, melainkan instrumen penting untuk memastikan kesejahteraan pekerja tetap terjaga di tengah fluktuasi ekonomi.

“Kenaikan UMP yang wajar bukan beban, tapi investasi untuk menjaga stabilitas sosial dan ekonomi,” tutup Said.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi
Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial
Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam
Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025
Embung Plosorejo Sragen Diresmikan, 50 Hektare Sawah Kini Punya Cadangan Air Saat Kemarau
Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman
Menag Nasaruddin Umar Soroti Penguatan SDM, Pendidikan Ekonomi Syariah Jadi Kunci Daya Saing Global
Revitalisasi Website Desa Leyangan, Upaya Mahasiswa KKN UPGRIS Menguatkan Informasi dan Promosi Potensi Desa

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 15:39 WIB

DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi

Senin, 9 Maret 2026 - 06:06 WIB

Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial

Minggu, 8 Maret 2026 - 07:46 WIB

Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:17 WIB

Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:28 WIB

Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman

Berita Terbaru