Komisi VII DPR Dorong Reformasi Keselamatan Pariwisata Nasional di Awal 2026

Senin, 5 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Memasuki awal tahun 2026, Komisi VII DPR RI menegaskan perlunya reformasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan dan keamanan pariwisata nasional.

Sorotan ini muncul setelah serangkaian kecelakaan wisata yang terjadi sepanjang 2025, mulai dari kawasan laut, pantai, pegunungan, hingga transportasi penyeberangan.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menilai bahwa pembangunan pariwisata selama ini masih terlalu berorientasi pada angka kunjungan, sementara aspek keselamatan belum ditempatkan sebagai prioritas utama secara konsisten.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Keselamatan dan keamanan wisatawan harus menjadi fondasi utama dalam pengembangan destinasi wisata Indonesia. Konsep safety and security tourism perlu dijadikan pilar utama, sejalan dengan penguatan aksesibilitas, amenitas, dan atraksi,” ujar Evita dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (5/1/2026).

Baca juga:  Mahasiswa KKN Desa Bumen Gelar Aksi Bersih-Bersih Musholla

Menurut Evita, berbagai insiden yang menelan korban jiwa sepanjang 2025 seharusnya menjadi alarm keras bagi seluruh pemangku kebijakan pariwisata.

Ia menekankan bahwa satu nyawa yang hilang dalam aktivitas wisata bukan sekadar musibah biasa, melainkan indikasi kegagalan sistem.

“Berulangnya kecelakaan menunjukkan bahwa keselamatan belum menjadi prioritas utama. Satu nyawa yang hilang adalah kegagalan sistem, dan ini tidak boleh dianggap sebagai hal yang lumrah,” tegas politikus PDI Perjuangan tersebut.

Ia juga mengingatkan bahwa karakter geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dengan ribuan destinasi alam menuntut perhatian ekstra terhadap aspek mitigasi risiko dan kesiapsiagaan.

Baca juga:  Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia Lawan Korupsi dan Dorong Ekonomi Adil di APEC

Komisi VII DPR RI mendorong Kementerian Pariwisata untuk mengambil peran lebih proaktif dalam melakukan reformasi keselamatan pariwisata secara menyeluruh.

Reformasi tersebut dinilai harus melibatkan lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha wisata.

Evita menyebut perlunya penetapan standar nasional keselamatan dan keamanan pariwisata yang jelas dan terukur.

Standar ini mencakup sertifikasi operator wisata, sistem peringatan dini, hingga mekanisme koordinasi respons cepat saat terjadi keadaan darurat.

“Harus ada pihak yang menjadi leading sector sebagai koordinator. Semua lembaga sebenarnya sudah ada dan menjalankan fungsinya masing-masing, tetapi kita perlu membongkar titik-titik lemahnya, baik dari sisi preemtif maupun preventif,” jelasnya.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UMP Sukses Ciptakan Varian Baru Keripik Pisang di Desa Doplang

Selain dari sisi kebijakan dan pengelolaan, Evita juga menyoroti pentingnya peran wisatawan dalam menjaga keselamatan diri.

Ia mendorong wisatawan untuk memiliki kesadaran kritis terhadap prosedur keselamatan yang diterapkan di lapangan.

“Wisatawan harus diberdayakan. Mereka berhak meminta jaminan keselamatan dari operator wisata. Kalau ragu, jangan ikut. Keselamatan tidak boleh ditawar,” ujarnya.

Menurutnya, pariwisata yang berkelanjutan bukan hanya tentang promosi destinasi, tetapi juga tentang rasa aman yang dirasakan wisatawan sejak berangkat hingga kembali pulang.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kemenag Gelar Khotmil Qur’an dan Buka Puasa Bersama Siswa SLB di Bandung
90 Persen Lulusan SMK di Jawa Tengah Terserap Industri, Gubernur Luthfi Dorong Penguatan Sekolah Vokasi
Gus Yasin Dorong Gerakan Wakaf Sosial untuk Perkuat Ekonomi Umat di Jawa Tengah
Menjelang Mudik Lebaran 2026, Sopir Bus di Jawa Tengah Jalani Cek Kesehatan Gratis
Mahasiswa UNS Sampaikan Aspirasi Langsung ke Wagub Jateng Taj Yasin Usai Kuliah Ramadan
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Minta Pemkab Pekalongan Tetap Maksimalkan Pelayanan Publik di Tengah Dinamika Pemerintahan
Pemprov Jateng Siapkan Rp6 Miliar untuk THR 13 Ribu PPPK Paruh Waktu, Cair 13 Maret
DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:01 WIB

Kemenag Gelar Khotmil Qur’an dan Buka Puasa Bersama Siswa SLB di Bandung

Jumat, 13 Maret 2026 - 09:36 WIB

90 Persen Lulusan SMK di Jawa Tengah Terserap Industri, Gubernur Luthfi Dorong Penguatan Sekolah Vokasi

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:02 WIB

Gus Yasin Dorong Gerakan Wakaf Sosial untuk Perkuat Ekonomi Umat di Jawa Tengah

Kamis, 12 Maret 2026 - 06:16 WIB

Menjelang Mudik Lebaran 2026, Sopir Bus di Jawa Tengah Jalani Cek Kesehatan Gratis

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:22 WIB

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Minta Pemkab Pekalongan Tetap Maksimalkan Pelayanan Publik di Tengah Dinamika Pemerintahan

Berita Terbaru