Jatengvox.com – Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro menghadirkan Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Wonokerso, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang.
Program ini dilaksanakan sebagai upaya memanfaatkan potensi tanaman herbal yang telah cukup dikenal dan dipercaya oleh masyarakat setempat untuk membantu menjaga kesehatan serta mengatasi berbagai keluhan ringan.
Pembuatan Taman TOGA melibatkan penataan 50 tanaman dari 11 jenis tanaman obat yang ditempatkan di area taman.
Tanaman yang digunakan berupa tanaman muda yang telah tumbuh dan memiliki daun, sehingga dapat langsung ditanam dan ditata di area yang telah disiapkan.
Jenis tanaman tersebut terdiri atas kencur, telang, kunyit, jahe, lidah buaya, jinten, sereh, temulawak, kumis kucing, sirih, dan lagetan warak.
Keberadaan taman ini diharapkan tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengenal berbagai jenis tanaman obat yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Setiap jenis tanaman dilengkapi dengan papan informasi yang mencantumkan nama tanaman, nama ilmiah, serta deskripsi singkat mengenai manfaatnya.
Informasi tersebut dibuat agar masyarakat dapat mengenali tanaman dengan lebih mudah sekaligus memperoleh pengetahuan mengenai fungsi masing-masing tanaman.
Dengan konsep tersebut, Taman TOGA tidak hanya menjadi ruang hijau, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi bagi masyarakat Desa Wonokerso.
Proses pembuatan Taman TOGA dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari persiapan area, pembuatan pagar, penataan tanaman, hingga penanaman dan pemasangan label informasi.
Penataan dilakukan dengan mempertimbangkan jenis tanaman sehingga taman tidak hanya berfungsi sebagai area budidaya, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat Desa Wonokerso.
Hal yang menjadi keunggulan dalam program ini adalah penggunaan sistem penyiraman otomatis. Sistem tersebut diterapkan untuk membuat proses perawatan tanaman menjadi lebih efisien dan membantu menjaga kebutuhan air tanaman secara lebih teratur.
Penggunaan alat ini juga diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam merawat Taman TOGA tanpa harus melakukan penyiraman secara manual setiap waktu.
Selain pembuatan taman, mahasiswa KKN juga memberikan penyuluhan, demonstrasi, dan pendampingan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman obat secara aman serta cara penggunaan alat penyiraman otomatis.
Masyarakat diperkenalkan pada jenis-jenis tanaman yang tersedia di taman sekaligus diberikan pemahaman mengenai cara perawatan dan pemanfaatannya.
Ketua Kelompok KKN, Atika Wardah, menjelaskan bahwa program Taman TOGA dirancang dengan mempertimbangkan kebiasaan dan potensi yang telah dimiliki masyarakat Desa Wonokerso.
“Kami ingin tanaman obat yang sudah dekat dengan kehidupan warga bisa lebih dikenal dan dimanfaatkan. Harapan kami, dengan adanya Taman TOGA dengan penyiraman otomatis, taman ini mudah dirawat dan tetap bermanfaat meskipun KKN sudah selesai,” ujarnya.
Masyarakat Desa Wonokerso turut dilibatkan dalam keberlanjutan taman setelah program KKN selesai.
Keterlibatan tersebut menjadi bagian penting agar tanaman yang telah ditanam dapat terus dirawat dan dimanfaatkan oleh warga.
Kepala Desa Wonokerso, Sudomo, turut mengapresiasi adanya program Taman TOGA di lingkungan desa. “Adanya Taman TOGA dengan sistem penyiraman otomatis ini menjadi hal baru bagi kami di desa. Selain menambah ruang hijau, warga juga bisa belajar mengenal dan memanfaatkan tanaman obat dengan cara yang lebih praktis,” ungkapnya.
Program Taman TOGA turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-being melalui upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman obat untuk mendukung kesehatan.
Di sisi lain, pemanfaatan ruang desa sebagai taman yang hijau, edukatif, dan dapat digunakan bersama juga sejalan dengan semangat SDG 11: Sustainable Cities and Communities dalam menciptakan lingkungan permukiman yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Melalui Taman TOGA ini, mahasiswa KKN berharap pemanfaatan tanaman herbal di Desa Wonokerso dapat terus berkembang. Tidak hanya menjadi taman yang berisi tanaman obat, keberadaan Taman TOGA diharapkan dapat menjadi ruang edukasi yang mendorong masyarakat untuk lebih mengenal, merawat, dan memanfaatkan tanaman obat secara aman serta berkelanjutan.
Penulis: Tim KKN-R Undip Desa Wonokerso 2026
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar