Jatengvox.com — Penumpukan limbah pakaian bekas kerap menjadi persoalan lingkungan yang terabaikan di tingkat rumah tangga. Berangkat dari isu tersebut, tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 51 Universitas Diponegoro (Undip) menggelar kegiatan sosialisasi dan demonstrasi pemanfaatan sandang berkelanjutan.
Acara ini berlangsung meriah bersama ibu-ibu PKK RT 04 Dusun Karanglo, Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan, pada Rabu (5/8/2026) pukul 16.00 WIB.
Melalui program yang diusung oleh Zora Syavia Khairunnisa dan Masayu Nur Kautsar Zaida Nafia Setyani dari KKN-T IDBU 51 Undip, warga diajak untuk lebih bijak mengelola pakaian bekas yang sudah tidak terpakai. Mengingat limbah tekstil dunia yang mencapai puluhan juta ton per tahun, langkah kecil dari skala rumah tangga dianggap sangat krusial untuk menjaga kelestarian lingkungan desa.
“Setiap keluarga sebenarnya bisa menekan jumlah sampah tekstil langsung dari lemari pakaian mereka. Kita mengenalkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta cara memilah pakaian,mana yang masih layak pakai, rusak ringan untuk di-upcycle, hingga yang tidak layak pakai untuk dijadikan kain perca,” ujar Zora di sela-sela kegiatan.
Dalam sosialisasi tersebut, dijelaskan pula dampak buruk membuang atau membakar limbah pakaian sembarangan, seperti risiko polusi udara hingga penyumbatan saluran air. Ibu-ibu PKK diajak mengenali berbagai jenis bahan kain, seperti katun, poliester, hingga denim, agar tahu cara penanganan yang tepat.
Tak hanya menyampaikan teori, kegiatan ini dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan kerajinan tangan dari kain perca. Ibu-ibu PKK RT 04 diajarkan memotong pola, merangkai kain sisa, hingga menjahitnya menjadi pernak-pernik unik, sarung bantal, serta tas belanja yang berguna. Antusiasme warga terlihat saat mereka mempraktikkan langsung pembuatan kreasi dari kain bekas tersebut.
Kegiatan pengabdian berbasis masyarakat ini dibersamai dan didukung penuh oleh tim Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yakni Prof. Dr. Purnawan Adi Wicaksono, S.T., M.T., Prof. Dr. Diana Puspita Sari, S.T., M.T., Faradhina Azzahra, S.T., M.Sc., dan Lisa’ Yihaa Roodhiyah, S.Si., M.Si.
Melalui edukasi sandang berkelanjutan ini, diharapkan masyarakat tidak hanya hemat di rumah dan menjaga lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi kreatif keluarga dari olahan barang bekas.
Penulis : Zora Syavia Khairunnisa
Program Studi : Teknik Industri
Editor : Uswatun Khasanah
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar