Program CERDAS mengintegrasikan penguatan legalitas, administrasi keuangan, promosi digital, pengelolaan sampah, serta pemetaan usaha untuk mendukung pengembangan UMKM Desa Tawangsari, Boyolali, Jawa Tengah. Jatengvox.com – Kelompok 3 Tim (KKN-T) IDBU 12 Universitas Diponegoro merancang program CERDAS — Cepat Raih Daya Saing melalui Administrasi dan Digitalisasi UMKM sebagai upaya meningkatkan kapasitas persaingan usaha di Desa Tawangsari, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali.
Program CERDAS disusun berdasarkan hasil identifikasi terhadap sejumlah permasalahan yang masih dihadapi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mulai dari pelabelan produk, pencatatan keuangan serta belum tersedianya pusat data dan peta persebaran UMKM yang terintegrasi.
Meskipun para pelaku UMKM telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), pemahaman mengenai unsur informasi yang wajib dicantumkan pada label produk masih perlu ditingkatkan.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa menyusun infografis mengenai standarisasi label pada produk kemasan dan memberikan perhatian pada persoalan sampah hasil produksi dengan melakukan identifikasi terhadap kondisi pengelolaan sampah.
Hasil identifikasi tersebut direncanakan menjadi dasar penyusunan policy brief yang berisi rekomendasi pengelolaan sampah UMKM secara berkelanjutan.
Dokumen tersebut telah disampaikan kepada Pemerintah Desa Tawangsari sebagai bahan pertimbangan dalam merancang kebijakan atau program pengelolaan lingkungan.
Selain itu, kami juga mendorong penguatan UPPKA Melati melalui pemanfaatan teknologi dengan pengembangan peta digital dan Web-GIS, dan pengembangan strategi promosi.

Beragam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan UMKM tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi. Melalui program CERDAS, Kelompok 3 Tim KKN-T IDBU 12 Universitas Diponegoro berupaya menghadirkan sistem pendampingan yang terintegrasi bagi pelaku UMKM Desa Tawangsari.
Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan pelaku usaha diharapkan dapat memperkuat pengelolaan administrasi serta memperluas jangkauan pemasaran produk lokal.
Program tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju pengembangan UMKM yang adaptif dan berkelanjutan.
Dengan dukungan serta pemanfaatan teknologi digital, UMKM Desa Tawangsari diharapkan semakin dikenal dan mampu meningkatkan daya saingnya.
Penulis: Rizqi Gusriatama Mulyana – Kelompok 3 Tim KKN-T IDBU 12 UNDIP
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar