Kemenag Gelar Khotmil Qur’an dan Buka Puasa Bersama Siswa SLB di Bandung

Sabtu, 14 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Kementerian Agama menggelar kegiatan Khotmil Qur’an, tausiah, dan buka puasa bersama siswa Sekolah Luar Biasa (SLB), guru Pendidikan Agama Islam (PAI), serta anggota Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) di Masjid Ibnu Umi Maktum, Kompleks Sentra Wyata Guna, Kota Bandung, Jumat (13/3/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Direktorat Pendidikan Agama Islam tersebut diikuti sekitar 700 peserta, terdiri dari 300 siswa SLB, 200 guru PAI SLB se-Bandung Raya, serta 200 anggota Pertuni Kota Bandung.

Acara ini terselenggara melalui kerja sama dengan Sentra Wyata Guna Kota Bandung, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, serta sejumlah SLB di Kota Bandung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Pendidikan Islam, M. Munir mengatakan bahwa Direktorat Pendidikan Agama Islam memiliki tugas memberikan pembinaan pendidikan agama di berbagai jenjang sekolah, termasuk di Sekolah Luar Biasa.

“Kegiatan ini melibatkan siswa-siswi SLB yang merupakan anak-anak dengan keistimewaan dari Allah SWT. Karena itu mereka perlu mendapatkan perhatian yang sama, termasuk dalam pendidikan agama,” ujarnya.

Baca juga:  Jejak Kemenangan di Jalan Gowongan: KKN Posko 51 UIN Walisongo Hadirkan Perayaan 17 Agustus Penuh Warna

Munir juga menyoroti peran para guru Pendidikan Agama Islam yang mengajar di SLB. Menurutnya, tugas tersebut membutuhkan kesabaran dan komitmen yang tidak sedikit.

Ia menyebutkan bahwa sebagian guru PAI di SLB juga merupakan penyandang disabilitas. Namun kondisi tersebut tidak mengurangi semangat mereka dalam mendampingi para siswa.

“Guru-guru PAI di SLB memiliki kesabaran, kekuatan, dan kapabilitas ekstra dalam menemani serta mendidik siswa-siswi berkebutuhan khusus,” jelasnya.

Melalui kegiatan Ramadan seperti ini, Kementerian Agama berharap para siswa SLB tetap dapat merasakan suasana kebersamaan dalam mempelajari Al-Qur’an sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama, Helmi Halimatul Udhma.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa Ramadan merupakan momentum penting untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Baca juga:  KKN-T Tim 5 Undip Atasi Genangan di TPS3R Karangsari Kendal melalui Pembuatan Biopori dan Edukasi Perawatan

Menurutnya, kegiatan yang melibatkan siswa berkebutuhan khusus menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang.

“Ramadan adalah bulan penuh berkah. Kegiatan seperti ini menjadi ruang untuk memperkuat kecintaan kepada Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan kepedulian kepada sesama,” katanya.

Helmi menambahkan bahwa siswa SLB merupakan anak-anak yang memiliki keistimewaan tersendiri sehingga membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memberikan perhatian, kasih sayang, dan kesempatan yang sama kepada mereka,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Helmi juga berdialog dengan para siswa dan guru PAI SLB. Selain itu, ia turut menyerahkan bingkisan lebaran sebagai bentuk perhatian kepada para peserta.

Direktorat Pendidikan Agama Islam juga memberikan apresiasi kepada anggota Pertuni yang berhasil meraih prestasi dalam kegiatan Semarak Ramadan yang diselenggarakan oleh Pertuni DPC Kota Bandung. Para pemenang menerima uang pembinaan sebagai bentuk penghargaan atas capaian mereka.

Baca juga:  Senam Bersama KKN UIN Walisongo Posko 05 dan Warga Desa Pamriyan

Tak hanya itu, Kementerian Agama juga menyerahkan dua set Al-Qur’an Braille kepada guru PAI dan anggota Pertuni untuk mendukung pembelajaran Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas netra.

Kegiatan Ramadan ini ditutup dengan tausiah yang disampaikan Staf Khusus Menteri Agama, Faried F. Saenong.

Dalam ceramahnya, ia mengingatkan tentang sikap Nabi Muhammad SAW yang memberikan perhatian besar kepada sahabat-sahabat yang memiliki keterbatasan fisik.

Menurutnya, Rasulullah tidak pernah memandang rendah para sahabat difabel. Justru mereka mendapatkan perhatian dan penghormatan yang sama dalam kehidupan bermasyarakat.

“Dalam sejarah Islam, Nabi Muhammad SAW sangat mencintai sahabat-sahabatnya yang difabel dan memanggil mereka dengan panggilan penuh kasih sayang,” ujarnya.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

90 Persen Lulusan SMK di Jawa Tengah Terserap Industri, Gubernur Luthfi Dorong Penguatan Sekolah Vokasi
Gus Yasin Dorong Gerakan Wakaf Sosial untuk Perkuat Ekonomi Umat di Jawa Tengah
Menjelang Mudik Lebaran 2026, Sopir Bus di Jawa Tengah Jalani Cek Kesehatan Gratis
Mahasiswa UNS Sampaikan Aspirasi Langsung ke Wagub Jateng Taj Yasin Usai Kuliah Ramadan
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Minta Pemkab Pekalongan Tetap Maksimalkan Pelayanan Publik di Tengah Dinamika Pemerintahan
Pemprov Jateng Siapkan Rp6 Miliar untuk THR 13 Ribu PPPK Paruh Waktu, Cair 13 Maret
DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi
Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:01 WIB

Kemenag Gelar Khotmil Qur’an dan Buka Puasa Bersama Siswa SLB di Bandung

Jumat, 13 Maret 2026 - 09:36 WIB

90 Persen Lulusan SMK di Jawa Tengah Terserap Industri, Gubernur Luthfi Dorong Penguatan Sekolah Vokasi

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:02 WIB

Gus Yasin Dorong Gerakan Wakaf Sosial untuk Perkuat Ekonomi Umat di Jawa Tengah

Kamis, 12 Maret 2026 - 06:16 WIB

Menjelang Mudik Lebaran 2026, Sopir Bus di Jawa Tengah Jalani Cek Kesehatan Gratis

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:22 WIB

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Minta Pemkab Pekalongan Tetap Maksimalkan Pelayanan Publik di Tengah Dinamika Pemerintahan

Berita Terbaru