Jatengvox.com – Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat menjalani kehidupan sehari-hari. Internet yang dulu dianggap sebagai fasilitas tambahan, kini bertransformasi menjadi kebutuhan mendasar.
Hal ini ditegaskan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria, yang menyebut jaringan telekomunikasi saat ini memiliki posisi setara dengan listrik dan air.
Menurut Nezar, akses internet bukan lagi soal kemudahan berkomunikasi, melainkan sudah menyentuh aspek fundamental kehidupan masyarakat, terutama di era digital yang semakin terintegrasi dengan berbagai sektor.
Nezar Patria mencontohkan pengalamannya saat meninjau wilayah terdampak bencana di Sumatra.
Dalam kondisi darurat tersebut, peran jaringan telekomunikasi terlihat sangat krusial. Ketika akses listrik dan infrastruktur fisik terganggu, jaringan komunikasi menjadi penghubung utama bagi masyarakat untuk memperoleh informasi, bantuan, hingga koordinasi penyelamatan.
“Di situ baru terasa betul bahwa jaringan telekomunikasi itu sama pentingnya dengan listrik dan air. Tanpa konektivitas, masyarakat akan terisolasi,” ujar Nezar dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (17/1/2026).
Pengalaman tersebut, kata dia, menjadi pengingat bahwa pembangunan dan pengelolaan infrastruktur telekomunikasi tidak bisa dipandang sebagai urusan sektoral semata, melainkan kepentingan bersama yang menyangkut keselamatan dan keberlangsungan hidup masyarakat.
Lebih lanjut, Nezar menegaskan bahwa akses telekomunikasi bukan hanya soal keberadaan sinyal.
Di baliknya terdapat sistem infrastruktur yang kompleks, mulai dari jaringan, perangkat, hingga material pendukung yang harus berfungsi secara optimal.
Kualitas infrastruktur inilah yang akan menentukan seberapa jauh transformasi digital nasional dapat berjalan.
Infrastruktur telekomunikasi yang andal tidak hanya mendorong pemerataan akses informasi, tetapi juga menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi digital.
“Ekosistem digital sangat bergantung pada infrastruktur telekomunikasi. Ini bukan hanya soal arah digital nasional, tapi juga masa depan ekonomi bangsa,” jelasnya.
Nezar juga menyoroti bagaimana jaringan telekomunikasi telah menyentuh hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat.
Anak-anak membutuhkan internet untuk menunjang proses pembelajaran, baik formal maupun nonformal.
Pelaku UMKM memanfaatkannya untuk menjangkau pasar lebih luas melalui platform digital.
Bahkan, banyak layanan strategis pemerintah dan publik kini sepenuhnya bergantung pada jaringan telekomunikasi.
Kondisi ini menunjukkan bahwa ketimpangan akses internet berpotensi memperlebar kesenjangan sosial dan ekonomi.
Karena itu, pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang merata dan berkualitas menjadi prasyarat penting dalam menciptakan keadilan digital.
Editor : Murni A














