Prabowo Tegaskan Pendidikan Kunci Sukses Bangsa di Era Teknologi

Rabu, 21 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi paling menentukan bagi kemajuan suatu bangsa, khususnya di tengah tantangan abad ke-21 yang kian kompleks.

Penegasan tersebut disampaikan saat ia memaparkan visi besar pendidikan Indonesia dalam Forum UK–Indonesia Education Roundtable yang digelar di London, Inggris, Selasa (20/1/2026).

Di hadapan para akademisi dan pemangku kepentingan pendidikan Inggris, Prabowo menyampaikan keyakinannya bahwa keberhasilan sebuah negara tidak bisa dilepaskan dari kualitas pendidikan yang dimilikinya.

Menurutnya, bangsa yang ingin maju harus berani berinvestasi serius pada pendidikan terbaik bagi generasi mudanya.

“Saya yakin bahwa pendidikan adalah kunci keberhasilan suatu bangsa. Untuk menjadi bangsa yang sukses, kita harus memiliki pendidikan terbaik yang bisa kita capai,” ujar Prabowo.

Baca juga:  Skema Baru PPPK Paruh Waktu: Gaji, Tunjangan, dan Aturan yang Perlu Diketahui

Presiden menilai abad ke-21 sebagai era yang sepenuhnya ditopang oleh ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam konteks ini, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penentu daya saing suatu negara.

Indonesia, menurut Prabowo, tidak memiliki pilihan selain memperkuat sistem pendidikannya jika ingin sejajar dengan negara-negara maju.

Ia menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga berperan besar dalam mengatasi persoalan mendasar seperti kemiskinan dan ketimpangan sosial.

“Untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan setara, instrumen tercepat adalah pendidikan dan layanan kesehatan,” kata Kepala Negara.

Prabowo menilai kedua sektor tersebut saling terkait erat. Pendidikan yang baik membutuhkan manusia yang sehat, sementara kesehatan masyarakat akan lebih mudah tercapai jika ditopang oleh tingkat pendidikan yang memadai.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Dukung Posyandu Klesem sebagai Ujung Tombak Pelayanan Kesehatan Balita dan Lansia

Dalam forum tersebut, Presiden juga memaparkan sejumlah kebijakan pendidikan nasional yang tengah dijalankan pemerintah.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pembangunan sekolah berasrama bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu, yang dikenal sebagai Sekolah Rakyat.

Menurut Prabowo, sekolah berasrama dirancang bukan sekadar sebagai fasilitas pendidikan, tetapi sebagai strategi jangka panjang untuk memutus kemiskinan struktural yang diwariskan lintas generasi.

“Saya rasa ini satu-satunya cara. Kita dapat memutus apa yang sering disebut para ahli sebagai lingkaran kemiskinan,” tegasnya.

Hingga saat ini, pemerintah telah membangun dan mengoperasikan 166 sekolah berasrama.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan model sekolah berasrama lain, termasuk untuk peserta didik berprestasi serta sekolah terpadu bagi kelompok masyarakat menengah.

Baca juga:  Kakorlantas Polri Tinjau Revitalisasi ETLE Nasional di Jateng, Dorong Penegakan Hukum yang Humanis

“Mungkin mereka bukan yang terbaik secara akademis, tetapi mereka juga tidak berasal dari keluarga yang sangat miskin. Program ini kami rancang untuk menjangkau kelompok tersebut,” jelas Prabowo.

Tak hanya fokus pada pembangunan fisik sekolah, pemerintah juga mendorong perluasan pembelajaran digital jarak jauh.

Program ini ditujukan untuk menjangkau sekolah-sekolah di wilayah terpencil yang selama ini mengalami keterbatasan akses terhadap tenaga pendidik berkualitas.

Presiden menegaskan bahwa teknologi harus dimanfaatkan sebagai jalan pintas untuk mengejar ketertinggalan pendidikan nasional.

“Seluruh sekolah di daerah terpencil akan memiliki akses kepada guru-guru terbaik di semua mata pelajaran. Ini adalah cara untuk melompat maju, karena kita harus jujur mengakui bahwa standar pendidikan kita masih tertinggal,” ujarnya.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Simperum Jateng Terintegrasi dengan Kementerian PKP, Percepat Penanganan RTLH dan Backlog Perumahan
Kemenag Pastikan Gaji Pegawai yang Dialihkan ke Kemenhaj Aman hingga Januari 2026, SKPP Terkendala SK Pengangkatan
Relokasi 900 Rumah Terdampak Tanah Gerak di Jateng Dipercepat, Pemprov Siapkan Lahan Aman dan Hunian Sementara
Jelang Ramadan dan Lebaran 2026, Gubernur Jateng Minta Kepala Daerah Jaga Harga Pangan Tetap Stabil
Zero ODOL Berlaku Januari 2027, Pemerintah Siap Tertibkan Truk Overload Demi Keselamatan dan Infrastruktur
Target Satu Desa Satu Perpustakaan, Bunda Literasi Jateng Dorong Gerakan Baca hingga Akar Rumput
Pemerintah Perbarui Data PBI BPJS Kesehatan, Akses Layanan Warga Rentan Tetap Dijamin
Pantau Harga Jelang Ramadan, Mendag Pastikan Pasokan Pangan Aman di Pasar Sukoharjo

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 07:36 WIB

Simperum Jateng Terintegrasi dengan Kementerian PKP, Percepat Penanganan RTLH dan Backlog Perumahan

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:05 WIB

Kemenag Pastikan Gaji Pegawai yang Dialihkan ke Kemenhaj Aman hingga Januari 2026, SKPP Terkendala SK Pengangkatan

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:33 WIB

Relokasi 900 Rumah Terdampak Tanah Gerak di Jateng Dipercepat, Pemprov Siapkan Lahan Aman dan Hunian Sementara

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:45 WIB

Jelang Ramadan dan Lebaran 2026, Gubernur Jateng Minta Kepala Daerah Jaga Harga Pangan Tetap Stabil

Rabu, 11 Februari 2026 - 12:02 WIB

Target Satu Desa Satu Perpustakaan, Bunda Literasi Jateng Dorong Gerakan Baca hingga Akar Rumput

Berita Terbaru