Infrastruktur Dinilai Jadi Kunci Pariwisata Nasional, DPR Minta Kemenpar Evaluasi Strategi Promosi

Kamis, 22 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Upaya promosi pariwisata Indonesia yang semakin agresif hingga ke pasar internasional dinilai belum sepenuhnya sejalan dengan kesiapan di lapangan.

Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur dasar sebagai fondasi utama pariwisata nasional, bukan sekadar pelengkap.

Menurut Novita, promosi besar-besaran tanpa didukung akses, sanitasi, dan konektivitas yang memadai justru berisiko menciptakan ekspektasi berlebihan di mata wisatawan.

Ia menilai Kementerian Pariwisata (Kemenpar) perlu menata ulang prioritas anggaran agar lebih berpihak pada kesiapan destinasi.

“Promosi kita luar biasa gencar sampai ke luar negeri, tetapi apakah infrastruktur kita sudah siap menerima wisatawan?” ujar Novita, Kamis, 22 Januari 2026.

Baca juga:  Dompet Dhuafa Kirim 11 Truk Kemanusiaan Berisi 75 Ton Bantuan untuk Penyintas Bencana Sumatera

Politisi PDI Perjuangan itu menilai, sebagian anggaran promosi seharusnya dialihkan untuk membenahi akses jalan menuju destinasi wisata, fasilitas sanitasi, serta konektivitas antarwilayah dengan moda transportasi publik.

Menurutnya, aspek-aspek tersebut justru menjadi pengalaman pertama yang dirasakan wisatawan saat berkunjung.

Selain infrastruktur fisik, Novita juga menyoroti lemahnya kesiapan rencana tata ruang pariwisata di sejumlah daerah.

Ia menilai, tanpa implementasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang konsisten, pemerataan destinasi wisata akan sulit terwujud.

“Promosi tanpa kesiapan infrastruktur itu seperti menjual janji,” tegasnya.

Baca juga:  Mahasiswi KKN Moderasi Beragama UIN Walisongo Semarang Posko 06 Ikut Berkontribusi dalam Kegiatan Kolaborasi Penanaman 700 Pohon Bersama KKN Pamriyan

Lebih jauh, Novita menilai strategi pariwisata nasional saat ini masih terlalu bertumpu pada penyelenggaraan event jangka pendek.

Padahal, pembangunan destinasi seharusnya diarahkan pada visi jangka panjang yang selaras dengan daya dukung lingkungan dan tata ruang ekologis.

Ia mengingatkan bahwa pariwisata yang tumbuh tanpa perencanaan berkelanjutan berpotensi menimbulkan masalah baru, mulai dari kerusakan lingkungan hingga ketimpangan antarwilayah.

“Pemerataan destinasi wisata akan sulit tercapai jika pembangunan tidak selaras dengan tata ruang dan prinsip keberlanjutan,” ujarnya.

Di sisi lain, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana sebelumnya menyampaikan bahwa kinerja pariwisata nasional sepanjang 2025 menunjukkan tren positif.

Baca juga:  Indonesia dan Australia Sepakati Pembaruan Kerja Sama Pertahanan, Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Kawasan

Pertumbuhan terjadi pada berbagai indikator, mulai dari jumlah kunjungan, devisa, investasi, hingga penyerapan tenaga kerja.

Berdasarkan data Kemenpar, kunjungan wisatawan mancanegara hingga November 2025 tercatat mencapai 13,98 juta kunjungan atau tumbuh 10,44 persen secara tahunan.

Angka tersebut diproyeksikan meningkat hingga 15,3 juta kunjungan sepanjang 2025, melampaui target Rencana Kerja Pemerintah (RKP).

Sementara itu, devisa pariwisata pada triwulan pertama hingga ketiga 2025 telah mencapai USD13,82 miliar.

Menpar menilai peningkatan kunjungan wisatawan menjadi pengungkit utama capaian tersebut.

“Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara menjadi faktor utama penguatan devisa pariwisata,” kata Widiyanti.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Pembangunan Rusun Subsidi Meikarta Dapat Lampu Hijau, KPK Tegaskan Status Hukum Bersih
Risma Ardhi Chandra Resmi Jalankan Tugas sebagai Plt Bupati Pati
Polri Perluas Direktorat PPA-PPO di Daerah, Fokus Lindungi Korban Kekerasan dan Perdagangan Orang
Tingkatkan Higienitas Peserta Didik, Mahasiswa KKN UPGRIS Gelar Praktik Edukasi Cuci Tangan di TK Al-Hidayah 7 Palebon
Prabowo Tegaskan Pendidikan Kunci Sukses Bangsa di Era Teknologi
Pelayanan Publik di Pati Dipastikan Tetap Berjalan Usai OTT KPK, Wagub Jateng Minta Kepala Daerah Jaga Integritas
Mahasiswa KKN UPGRIS Ajak Siswa SDN Beji 01 Belajar Coding Lewat Permainan Seru
Kemendag Perkuat Pengawasan Barang Beredar Lewat Sistem Digital Terpadu Nasional

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:57 WIB

Infrastruktur Dinilai Jadi Kunci Pariwisata Nasional, DPR Minta Kemenpar Evaluasi Strategi Promosi

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:31 WIB

Pembangunan Rusun Subsidi Meikarta Dapat Lampu Hijau, KPK Tegaskan Status Hukum Bersih

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:26 WIB

Polri Perluas Direktorat PPA-PPO di Daerah, Fokus Lindungi Korban Kekerasan dan Perdagangan Orang

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:17 WIB

Tingkatkan Higienitas Peserta Didik, Mahasiswa KKN UPGRIS Gelar Praktik Edukasi Cuci Tangan di TK Al-Hidayah 7 Palebon

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:51 WIB

Prabowo Tegaskan Pendidikan Kunci Sukses Bangsa di Era Teknologi

Berita Terbaru