Edukasi Kesiapsiagaan Bencana Alam Sejak Dini, Mahasiswa KKN Undip Ajak Siswa SD Negeri 01 Cibiyuk dan SD Negeri 02 Cibiyuk 

waktu baca 3 menit
Rabu, 29 Jul 2026 22:30 10 jatengvox

Jatengvox.com – Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Tim II Tahun Ajaran 2025/2026 Kabupaten Pemalang Kecamatan Ampelgading Desa Cibiyuk sukses menyelenggarakan edukasi Kesiapsiagaan menghadapi bencana perlu dikenalkan sejak dini yang dilaksanakan di SD Negeri 01 Cibiyuk pada 28 Juli 2026 dan SD Negeri 02 Cibiyuk pada 29 Juli 2026, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang.

Kegiatan ini ditujukan kepada siswa sekolah dasar untuk memberikan pemahaman mengenai bencana alam, jenis-jenis bencana, penyebab, dampak, serta tindakan yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi.

Edukasi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa agar mampu mengenali risiko bencana dan mengetahui tindakan yang tepat ketika menghadapi kondisi darurat.

Materi disampaikan oleh Suryo Nugroho, mahasiswa Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro.

Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan yang interaktif agar informasi mengenai kebencanaan dapat lebih mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.

Baca juga:  Mahasiswa KKN-T IDBU 15 Undip Perluas Akses Informasi Desa Banyudono melalui Pengembangan Media Informasi Digital

Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada berbagai hal mendasar mengenai bencana alam. Tidak hanya membahas pengertian dan jenis bencana, materi juga menekankan pentingnya kesiapan diri serta tindakan yang harus dilakukan ketika bencana terjadi. Salah satu bencana yang menjadi fokus dalam kegiatan adalah gempa bumi.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan kuis interaktif. Siswa diberikan sejumlah pertanyaan berkaitan dengan materi yang telah disampaikan.

Kuis menjadi sarana untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami informasi yang diberikan sekaligus membuat proses pembelajaran berlangsung lebih aktif.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simulasi bencana gempa bumi. Dalam simulasi tersebut, siswa diajak mempraktikkan tindakan yang perlu dilakukan ketika terjadi gempa.

Melalui praktik secara langsung, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga memiliki pengalaman dalam menerapkan langkah-langkah kesiapsiagaan ketika menghadapi situasi bencana.

Baca juga:  Wamenag Terima Aspirasi Prodi ISAI UIN Walisongo tentang Perubahan Gelar S. Hum menjadi S. Ars

Pelaksanaan simulasi menjadi bagian penting dalam edukasi karena kesiapsiagaan tidak cukup hanya dipahami melalui materi.

Siswa perlu mengetahui bagaimana merespons keadaan darurat dengan tepat dan mengikuti arahan yang diberikan oleh guru maupun orang dewasa di lingkungan sekolah.

Antusiasme siswa terlihat selama rangkaian kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti penyampaian materi, berpartisipasi dalam kuis, serta terlibat langsung dalam simulasi gempa bumi.

Interaksi selama kegiatan menunjukkan bahwa edukasi kebencanaan dapat dikemas melalui aktivitas yang dekat dengan pengalaman siswa sehingga lebih mudah dipahami dan diingat.

Kepala Sekolah SD Negeri 01 Cibiyuk,Ibu Latifah menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan edukasi kesiapsiagaan bencana yang diberikan oleh mahasiswa KKN Universitas Diponegoro.

“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN yang telah memberikan edukasi mengenai kesiapsiagaan bencana kepada siswa. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai bencana alam, tetapi juga belajar secara langsung melalui kuis dan simulasi gempa bumi. Kami berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari sehingga mereka lebih siap dan tahu apa yang harus dilakukan ketika menghadapi keadaan darurat,” ujarnya.

Baca juga:  Peningkatan Kesadaran Penggunaan Alat dan Bahan Rias yang Aman dalam Seni Barongan di Kelurahan Karangsari

Melalui kegiatan yang dilaksanakan di SD Negeri 01 Cibiyuk dan SD Negeri 02 Cibiyuk ini, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro berupaya mengenalkan budaya kesiapsiagaan bencana sejak usia sekolah.

Pengetahuan yang diberikan diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bagian dari kebiasaan untuk selalu waspada terhadap potensi bencana.

Edukasi kesiapsiagaan sejak dini menjadi langkah sederhana untuk membangun generasi yang lebih sadar terhadap risiko bencana.

Dengan memahami apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana, siswa diharapkan mampu menjaga keselamatan diri serta membantu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih siap menghadapi kondisi darurat.

 

Penulis/Reporter: Suryo Nugroho

Nim: 21090123140101

Kontak Media : @cibiyukukuruyuk/ desacibiyukkkn@gmail.com

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA