Jatengvox.com – Sebagai bentuk kepedulian terhadap perlindungan anak dari segala bentuk kekerasan, mahasiswa KKN MIT 22 UIN Walisongo posko 37 sukses melaksanakan pengedukasian kesehatan seksual dan reproduksi di SDN Kesongo 04, pada Jum’at (7/8/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 5, yang berjumlah 41 orang.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada anak-anak mengenai anggota tubuh yang bersifat pribadi, yang tidak boleh disentuh, dilihat, dan dipegang oleh orang lain.
Selain itu, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengedukasi anak-anak tentang pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan diri, terutama pada organ reproduksi, serta pengenalan perubahan tubuh pada masa pubertas.

Dalam pelaksanaannya, atas izin dari kepala sekolah dan wali kelas, mahasiswa KKN diberi kesempatan sepenuhnya untuk memaparkan materi edukasi hingga waktu istirahat tiba.
Pemaparan tersebut dibawakan oleh Naisila Cahyani dan Nur Mahfiroh, selaku anggota Divisi Kesehatan dan Lingkungan KKN MIT 22 UIN Walisongo Posko 37.
Adapun materi yang disampaikan meliputi pentingnya pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi sejak dini, perubahan ciri fisik pada masa pubertas, pengenalan area privasi, serta pentingnya menjaga kebersihan diri.
Sementara itu, mahasiswa KKN lainnya juga turut serta dalam mendampingi dan membangun suasana yang interaktif antara anak-anak dan pemateri.

Selain pemaparan materi, pelaksanaan kegiatan ini juga diisi dengan kuis dan permainan, serta membuat konten edukatif agar anak-anak lebih mudah memahami terkait cara menjaga kesehatan diri, serta melindungi diri, terutama pada area privasi dari orang lain.
Kegiatan ini disambut baik oleh pihak sekolah karena membantu anak-anak mendapatkan pengetahuan lebih banyak lagi.
Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap agar pengetahuan dan pemahaman yang diterima anak-anak mengenai kesehatan seksual dan reproduksi dapat menjadi salah satu cara perlindungan diri bagi mereka.
Selain itu, terdapat juga harapan agar kesadaran akan dampak kekerasan seksual pada anak di lingkungan masyarakat semakin meningkat, sehingga dapat tercipta lingkungan yang aman dan tenteram.
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar