Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 20 turut membantu Kelurahan Kranggan, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, dalam persiapan lomba K3 (Kebersihan, Keindahan, dan Kerapihan/Ketertiban) tingkat Kecamatan Ambarawa.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program Kecamatan Ambarawa dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam persiapan kegiatan, mahasiswa KKN Kelompok 20 turut turun langsung membersihkan dan merapikan lingkungan, membantu mempersiapkan lokasi yang akan dikunjungi tim penilai, serta memberikan tanaman jeruk nipis dan jeruk purut untuk menambah penghijauan di lingkungan RW 07.
Tanaman tersebut nantinya dimanfaatkan untuk melengkapi kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang telah dimiliki warga.

Sementara itu, proses penilaian dilakukan oleh tim juri lomba K3 tingkat Kecamatan Ambarawa dengan berkeliling melihat kondisi lingkungan Kelurahan Kranggan.
Keterlibatan mahasiswa KKN Kelompok 20 difokuskan pada membantu persiapan dan mendukung kelancaran kegiatan, bukan dalam proses penilaian.
Ketua RW 07 Kelurahan Kranggan, Eti Herawati, mengatakan bahwa keikutsertaan Kelurahan Kranggan dalam lomba K3 merupakan bentuk partisipasi dalam program Kecamatan Ambarawa sekaligus bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurut Eti, salah satu keunggulan yang ingin ditampilkan Kelurahan Kranggan adalah kreativitas warga, khususnya melalui berbagai UMKM yang berkembang di lingkungan masyarakat.
Antusiasme warga juga terlihat dari persiapan yang dilakukan secara bersama-sama, termasuk kerja bakti membersihkan lingkungan.
“Unggulan Kranggan itu UMKM dan kreativitas warga. Warga juga sangat antusias, terbukti mereka mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, termasuk kerja bakti membersihkan lingkungan,” katanya.

Kreativitas tersebut terlihat dari pemanfaatan berbagai barang bekas menjadi bagian dari penataan lingkungan.
Botol plastik bekas dicat dan digunakan sebagai hiasan jalan, sementara galon plastik dimanfaatkan sebagai pot tanaman dan dudukan bendera. Warga juga memiliki bank sampah, kebun TOGA, insinerator, serta kolam pengelolaan limbah organik.
Selain lingkungan, Kelurahan Kranggan turut memperkenalkan potensi masyarakat melalui Rumah Aksi yang menampilkan berbagai produk UMKM dan kerajinan, seperti lumpia Semarang, bunga telang, ecoprint, anyaman eceng gondok, jamu tradisional, dan kerajinan lainnya.
Eti juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN UPGRIS yang dinilai turut membantu masyarakat sejak tahap persiapan hingga kegiatan selesai.
“Kami sangat terbantu dengan anak-anak KKN UPGRIS yang sangat antusias ikut membantu mempersiapkan sampai acara selesai. Terima kasih juga atas bantuan pohon jeruknya yang bisa digunakan untuk mengisi kebun TOGA di RW 07. Tetap semangat membantu warga Kranggan sampai akhir KKN nanti,” tuturnya.
Salah satu anggota tim penilai lomba K3 tingkat Kecamatan Ambarawa, Sunaryono, S.K.M., turut mengapresiasi kondisi lingkungan Kelurahan Kranggan.
“Kelurahan Kranggan sangat bersih dan kreatif dalam pemanfaatan sampah dan limbah. UMKM-nya juga sangat kreatif dan menarik,” ujarnya.
Bagi mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 20, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap program kelurahan sekaligus kesempatan untuk berkontribusi langsung dalam menjaga lingkungan bersama masyarakat.
Melalui kegiatan membersihkan, merapikan, mempersiapkan lingkungan, dan memberikan tanaman untuk penghijauan, mahasiswa turut menjadi bagian dari semangat gotong royong warga Kelurahan Kranggan.
Tim KKN UPGRIS Kelompok 20
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
PILIHAN NOMINAL

Tidak ada komentar