Jawa Tengah Dorong Kemandirian Pangan Lewat Sinergi Pemerintah, Bulog, dan 10 Ribu Toko SRC

waktu baca 2 menit
Rabu, 17 Sep 2025 14:02 21 Redaksi

Jatengvox.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberi apresiasi atas langkah strategis PT HM Sampoerna Tbk melalui jaringan Sampoerna Retail Community (SRC), Perum Bulog, dan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI).

Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat akses masyarakat terhadap pangan pokok yang berkualitas sekaligus terjangkau.

Ekspansi program bertajuk Hulu ke Hilir Mendukung Kemandirian Pangan diresmikan di MAC Ballroom Semarang, Selasa, 16 September 2025.

Program ini menggandeng 10 ribu toko SRC di seluruh Indonesia untuk menjadi mitra distribusi pangan.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, yang hadir mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, menegaskan pentingnya ketahanan pangan bagi keberlangsungan bangsa.

Baca juga:  Rapat Anggota Tahunan KSPPS Salimah Kendal Tahun Buku 2025 Dimeriahkan Pelatihan UMKM Syariah dan Penyerahan Bantuan

“Sehebat apapun kekuatan sebuah negara, tanpa pangan tidak akan berarti apa-apa. Karena itu, pangan harus menjadi perhatian utama,” ujarnya.

Sumarno juga mengingatkan bahwa Jawa Tengah masih menghadapi sejumlah tantangan: keterbatasan lahan pertanian, regenerasi petani, dan ketersediaan air.

Menurutnya, keterlibatan mitra swasta seperti PT Sampoerna menjadi langkah nyata dalam mendampingi petani dari hulu ke hilir.

Pimpinan PT HM Sampoerna Tbk, Wilson Andrew, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung kemandirian ekonomi rakyat.

Melalui program Rumah Pangan Kita (RPK), ribuan toko kelontong SRC ditargetkan menjadi garda distribusi pangan pokok.

Baca juga:  Backlog Perumahan Jadi Prioritas, Pemprov Jateng Perkuat Skema Rumah Subsidi dan RTLH

“Program ini sudah diuji coba di Jawa Tengah dan DIY dengan nilai transaksi Rp4,1 miliar hanya dalam enam bulan. Kini kami siap memperluasnya secara nasional,” jelas Wilson.

Di sisi lain, Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah, Sri Muniati, menyebut SRC sebagai mitra penting dalam memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan.

Saat ini, terdapat 431 toko SRC yang telah bersinergi menjadi RPK di Jawa Tengah, dengan tingkat partisipasi mencapai 81 persen. Bulog menargetkan 875 SRC dapat bergabung menjadi mitra aktif.

Kolaborasi lintas sektor ini tak hanya membantu distribusi pangan, tetapi juga membuka ruang bagi UMKM untuk lebih berdaya saing.

Baca juga:  Prancis Jadikan Jawa Tengah Provinsi Prioritas, Dorong Investasi dan Kolaborasi Budaya

Kehadiran jaringan SRC yang tersebar hingga ke pelosok diharapkan mampu mendorong kesejahteraan petani serta memperkuat ekosistem pangan berkelanjutan di Jawa Tengah.

“Dengan sinergi semacam ini, petani lebih sejahtera, UMKM makin berkembang, dan masyarakat dapat memperoleh pangan yang lebih terjangkau,” kata Sumarno menutup pernyataannya.

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA