Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari berbagai fakultas melaksanakan serangkaian program pemberdayaan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Tanjung.
Program ini digagas untuk membantu UMKM setempat beradaptasi dengan kebutuhan promosi dan transaksi di era digital, sekaligus meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai kualitas produk dan hak konsumen.
Kegiatan diawali dengan kunjungan awal ke sejumlah UMKM pada 5 Agustus 2026 untuk melakukan observasi kondisi usaha, dilanjutkan dengan kunjungan pengecekan progres pada 7 Agustus 2026, dan diakhiri dengan penyerahan luaran program seperti QRIS, pendaftaran Google Maps, menu produk, label gizi, hingga materi edukasi pada 10 Agustus 2026.
Ibu Sri Rejeki, pemilik usaha angkringan di Desa Tanjung, mengaku terbantu dengan pendampingan yang diberikan mahasiswa KKN selama kegiatan berlangsung.
“Terima kasih banyak untuk adik-adik mahasiswa, sekarang angkringan saya sudah bisa nerima pembayaran QRIS dan muncul di Google Maps. Jadi lebih gampang dicari pelanggan baru,” ujarnya.
Salah satu program yang dijalankan adalah optimalisasi ulasan Google Maps sebagai upaya membangun kepercayaan konsumen melalui konsep social proof, yang digagas oleh Earlene Faadhilah Hasna dari Fakultas Psikologi.
Kegiatan diawali dengan observasi kondisi awal pemanfaatan Google Maps pada UMKM sasaran, dilanjutkan dengan edukasi mengenai pentingnya ulasan pelanggan serta cara meminta dan merespons ulasan secara etis.

Sebagai pelengkap, disusun pula leaflet panduan sederhana yang dapat digunakan pelaku UMKM secara mandiri setelah pendampingan selesai.
Selain itu, Erlina Yuniar Wulansari dari Fakultas Hukum menjalankan program edukasi mengenai pentingnya menjaga kualitas produk bagi pelaku UMKM, mencakup pemahaman soal mutu, keamanan, kebersihan, kesesuaian produk, hingga aspek hukum perlindungan konsumen berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999.
Hasil kegiatan ini dituangkan dalam bentuk poster edukasi yang disusun dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh pelaku usaha.
Untuk mendukung kebutuhan promosi, Clarissa Chika Estevania W dari Fakultas Ilmu Budaya membantu pembuatan menu produk bagi lima UMKM di Desa Tanjung.
Proses ini diawali dengan kunjungan ke masing-masing UMKM guna mengetahui jenis produk dan kebutuhan menu, dilanjutkan dengan penyusunan desain hingga pencetakan menu yang kemudian diserahkan kepada pemilik usaha sebagai media informasi produk.
Di sisi digitalisasi, Dessy Adelya Istanty dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik melaksanakan pendampingan pendaftaran Google Business Profile bagi sejumlah UMKM, mulai dari survei data usaha, pengambilan titik koordinat lokasi, dokumentasi foto, hingga proses verifikasi di Google Maps.
Sebagai pelengkap, disusun panduan digital berbentuk modul yang dapat diakses melalui kode QR agar pelaku UMKM lain dapat mendaftarkan usahanya secara mandiri.
Aspek gizi produk juga tidak luput dari perhatian Salsabila Ayunda dari Fakultas Kedokteran, melalui program pembuatan label informasi nilai gizi pada sejumlah menu di beberapa UMKM.
Proses ini melibatkan identifikasi produk dan bahan, perhitungan kandungan gizi per sajian, hingga pencantuman informasi tersebut pada kemasan atau daftar menu produk.
Sebagai bentuk dokumentasi capaian bersama, Irhab Atha Habibi A dari Fakultas Sains dan Matematika menyusun rekapitulasi data hasil digitalisasi UMKM Desa Tanjung yang dikemas dalam bentuk poster panduan optimalisasi usaha, lengkap dengan kode QR yang menautkan ke modul digital seperti panduan pembuatan QRIS dan pendaftaran Google Maps.
Poster ini dipasang di lokasi strategis agar dapat diakses dan memotivasi pelaku usaha lain di desa.
Tak kalah penting, Septian Riddo Syahputro dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis mendampingi implementasi pembayaran digital QRIS bagi UMKM Desa Tanjung, mulai dari pendataan kesiapan pelaku usaha, pendampingan pendaftaran akun QRIS, edukasi penggunaan dan pengecekan transaksi, hingga sesi simulasi praktik langsung.
Melalui program ini, pelaku UMKM berhasil memiliki dan mengaktifkan akun QRIS mandiri untuk mendukung operasional usaha sehari-hari.
Rangkaian program pemberdayaan UMKM ini menunjukkan bagaimana kolaborasi antara mahasiswa KKN dan pelaku usaha dapat mendorong UMKM Desa Tanjung untuk lebih siap menghadapi tantangan digitalisasi.
Melalui pendampingan Google Maps, edukasi kualitas produk, pembuatan menu, label gizi, hingga penerapan QRIS, diharapkan pelaku UMKM dapat terus mengembangkan usahanya secara mandiri dan berkelanjutan di masa mendatang.
Penulis: Tim Multidisiplin 2 (Program 1) KKN Reguler Undip Desa Tanjung
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar