Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip), Stephanie Putri Sibarani dari Program Studi Manajemen, melaksanakan program kerja “Digitalisasi Pembayaran QRIS untuk Masyarakat Berdaya” melalui sosialisasi dan pendampingan pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kepada tiga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Rejosari, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal.
Kegiatan dilaksanakan secara door to door pada 1 dan 6 Agustus 2026 dengan mendatangi langsung lokasi usaha para pelaku UMKM.
Program tersebut dilaksanakan sebagai upaya mendorong pelaku UMKM di Desa Rejosari untuk mengenal dan memanfaatkan sistem pembayaran digital dalam kegiatan usaha.
Perkembangan kebiasaan masyarakat dalam melakukan transaksi secara nontunai menjadi salah satu alasan pentingnya pemahaman mengenai QRIS bagi pelaku UMKM.

Melalui kegiatan ini, pelaku usaha diberikan informasi mengenai manfaat QRIS sekaligus pendampingan dalam proses pembuatannya.
Sebelum pelaksanaan kegiatan, Stephanie melakukan konsultasi dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dea Adielyani, S.M., M.M., mengenai perencanaan dan pelaksanaan program.
Konsultasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses penyusunan kegiatan agar program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Desa Rejosari.
Kebutuhan terhadap sistem pembayaran digital juga dirasakan oleh pelaku UMKM di Desa Rejosari. Salah satu pemilik UMKM mengungkapkan bahwa pelanggan, khususnya kalangan muda, beberapa kali menanyakan pilihan pembayaran menggunakan QRIS.

“Iya, beberapa kali pelanggan-pelanggan yang masih muda suka nanyain katanya gak bawa cash tapi saya gak tau cara bikinnya,” ujar salah satu pemilik UMKM Desa Rejosari.
Menanggapi kebutuhan tersebut, Stephanie memberikan sosialisasi secara langsung kepada tiga pelaku UMKM mengenai QRIS, mulai dari pengenalan fungsi dan manfaatnya hingga tahapan pembuatan.
Pendekatan door to door dipilih agar proses penyampaian informasi dapat berlangsung secara lebih personal dan sesuai dengan kondisi masing-masing usaha.
Selain memberikan penjelasan, mahasiswa juga mendampingi pelaku UMKM selama proses pembuatan QRIS.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan mengunjungi lokasi usaha para pelaku UMKM secara langsung. Kegiatan diawali dengan penyampaian informasi mengenai pentingnya penggunaan pembayaran digital bagi usaha, kemudian dilanjutkan dengan praktik dan pendampingan pembuatan QRIS.
Selama proses berlangsung, pelaku UMKM diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai hal-hal yang belum dipahami, terutama berkaitan dengan penggunaan QRIS dalam transaksi sehari-hari.
Melalui pendampingan tersebut, pelaku UMKM memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai penggunaan QRIS sebagai salah satu alternatif pembayaran.
Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat sekaligus memahami kebutuhan digitalisasi yang dihadapi oleh pelaku usaha di Desa Rejosari.
Program “Digitalisasi Pembayaran QRIS untuk Masyarakat Berdaya” diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong pemanfaatan teknologi digital oleh pelaku UMKM Desa Rejosari.
Dengan adanya pemahaman dan pendampingan secara langsung, pelaku usaha diharapkan dapat lebih siap mengikuti perkembangan sistem pembayaran serta memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam melakukan transaksi.
Penulis: Stephanie Putri Sibarani
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar