Jatengvox.com – Menjaga kesehatan ternak sekaligus mendukung keberlanjutan usaha peternakan menjadi perhatian utama Mahasiswa Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) yang ditempatkan di Desa Gringging, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen.
Pada Minggu (3/7/2026), mahasiswa KKN melaksanakan program kerja multidisiplin berupa edukasi penerapan biosekuriti kandang ayam petelur yang berlokasi langsung di kandang ayam petelur milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat, dengan sasaran utama para pengelola BUMDes, salah satunya Pak Marso yang bertugas sehari-hari mengelola operasional kandang.
Program ini digagas setelah mahasiswa KKN melakukan observasi lapangan bersama pengelola BUMDes untuk memahami kondisi operasional kandang sehari-hari.
Dari hasil pengamatan bersama tersebut, teridentifikasi beberapa aspek biosekuriti yang berpotensi untuk terus dioptimalkan ke depannya, seperti kebersihan area sekitar tempat pakan dan minum ayam yang apabila dibiarkan dapat menjadi tempat berkembang biak vektor penyakit seperti lalat, pengelolaan kotoran ayam pada sebagian area bawah kandang, serta prosedur penanganan ayam yang sakit atau mati agar semakin sesuai dengan prinsip biosekuriti yang ideal.
Mahasiswa KKN menekankan bahwa temuan ini bukan merupakan bentuk kelalaian, melainkan peluang perbaikan yang wajar ditemukan pada usaha peternakan skala desa yang terus berkembang, mengingat kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko paparan dan penyebaran agen penyakit yang pada akhirnya dapat memengaruhi kesehatan dan produktivitas ayam petelur.
Berbekal temuan tersebut, mahasiswa KKN kemudian menyusun materi edukasi yang aplikatif dan mudah dipahami.
Dalam kegiatan yang berlangsung penuh keakraban ini, mahasiswa memaparkan konsep dasar biosekuriti kandang, mulai dari pentingnya sanitasi lingkungan kandang secara rutin, cara pengelolaan dan penyimpanan pakan yang baik dan benar, hingga prosedur penanganan ternak yang sakit atau mati sesuai kaidah biosekuriti agar tidak menjadi sumber penularan penyakit bagi ternak lain.
Penyampaian materi dilakukan melalui metode partisipatif, yakni observasi bersama pengelola BUMDes, edukasi interaktif dua arah, serta sesi tanya jawab singkat yang cukup hidup sehingga informasi yang disampaikan dapat lebih mudah dipahami dan langsung diterapkan di lapangan.
“Kami ingin edukasi ini tidak berhenti pada teori saja, tetapi benar-benar bisa diterapkan sesuai dengan kondisi kandang yang ada di sini,” ujar salah satu mahasiswa KKN yang terlibat dalam program tersebut.
Selain edukasi secara langsung, mahasiswa KKN juga membagikan leaflet bertajuk “Biosekuriti Peternakan Ayam Petelur” sebagai media informasi pendukung yang dapat digunakan pengelola BUMDes sewaktu-waktu.
Leaflet tersebut memuat pengertian biosekuriti secara sederhana, langkah-langkah sanitasi kandang yang dapat diterapkan secara rutin, tips penyimpanan pakan agar tetap higienis dan awet, serta panduan singkat menangani ternak yang sakit atau mati.
Leaflet ini dirancang agar mudah dibaca dan dapat berfungsi sebagai pengingat praktis dalam menjalankan operasional kandang sehari-hari, tanpa perlu mengingat seluruh materi edukasi secara detail.
Secara umum, biosekuriti dikenal luas sebagai salah satu strategi pencegahan penting dalam manajemen peternakan.
Penerapan biosekuriti yang konsisten dapat membantu menekan risiko penyebaran penyakit, menjaga kesejahteraan ternak, sekaligus mendukung produktivitas usaha peternakan secara berkelanjutan — sebuah hal yang penting terutama bagi usaha peternakan berbasis BUMDes yang turut menopang perekonomian desa.
Pengelola BUMDes menyambut baik kegiatan edukasi ini dan menyampaikan apresiasi atas materi yang diberikan mahasiswa KKN.
Antusiasme tersebut tampak dari aktifnya diskusi selama sesi tanya jawab berlangsung, di mana pengelola turut berbagi pengalaman dan tantangan yang selama ini dihadapi dalam mengelola kandang sehari-hari.
“Kami sangat terbantu dengan adanya edukasi ini. Sekarang jadi lebih paham bagian-bagian mana yang perlu kami perhatikan lagi supaya ayam tetap sehat dan produksi telur tidak terganggu,” ujar Pak Marso, pengelola operasional kandang ayam petelur BUMDes Desa Gringging.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap dapat membantu pengelola BUMDes Desa Gringging menerapkan manajemen kandang yang semakin baik ke depannya, sehingga usaha peternakan ayam petelur dapat berjalan lebih sehat, efisien, dan terus mendukung perekonomian desa secara berkelanjutan.
Penulis: Effi Rizkia Maretania— Mahasiswa KKN Tim II Undip Desa Gringging
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar