Jatengvox.com – Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Ke-75 Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan Program Multidisiplin 1 di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, pada 22 Juni – 6 Juli 2026.
Program ini diwujudkan melalui dua program utama, yaitu “Lentera Hijau Mamisera” yang memanfaatkan limbah botol plastik menjadi lampion dekoratif serta pengembangan landing page UMKM UPPKA Bina Warga sebagai media promosi digital produk lokal.
Pengelolaan limbah botol plastik di kawasan Mamisera perlu diperkuat seiring dengan adanya potensi limbah botol bekas dari aktivitas masyarakat dan bank sampah yang belum sepenuhnya dimanfaatkan menjadi produk bernilai guna.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Tim KKNT-75 Undip menghadirkan program “Lentera Hijau Mamisera” yang mengusung konsep waste-to-value dengan mengolah limbah botol plastik menjadi lampion dekoratif.
Program ini tidak hanya bertujuan mengurangi limbah, tetapi juga memanfaatkan material daur ulang sebagai elemen dekoratif untuk memperkuat identitas visual kawasan Mamisera.
Rangkaian program dilaksanakan melalui koordinasi dan pengumpulan botol plastik bersama masyarakat, dilanjutkan dengan pendataan serta pengelompokan botol berdasarkan ukuran dan kondisi. Botol yang terkumpul kemudian dibersihkan, dilepas labelnya, disterilisasi, dan dikeringkan sebelum diolah menjadi lampion.
Setelah melalui proses produksi, hasil lampion dekoratif dipasang sebagai lampu hias di area Mamisera pada 1 Juli 2026.
Selain itu, mahasiswa turut membagikan leaflet edukasi pemilahan sampah kepada warga sebagai upaya memperkuat pemahaman mengenai pengelolaan sampah.
Output dari program “Lentera Hijau Mamisera” berupa produk lampion dekoratif yang dihasilkan dari pengolahan limbah botol bekas hasil bank sampah dan telah dipasang di kawasan Mamisera.
Selain menjadi elemen dekorasi kawasan, lampion tersebut menjadi bentuk penerapan pemanfaatan limbah berbasis kreativitas.
Program ini juga menghasilkan leaflet edukasi pemilahan sampah yang dibagikan kepada warga sekitar sebagai media informasi mengenai pentingnya memilah sampah sebelum disalurkan ke bank sampah.

Di sisi lain, pengembangan media digital bagi UMKM UPPKA Bina Warga diperlukan untuk memperluas jangkauan informasi dan promosi produk lokal.
Sebelumnya, informasi mengenai profil UMKM, produk, komposisi, serta kontak pemesanan belum terhimpun dalam satu media digital yang mudah diakses masyarakat.
Oleh karena itu, Tim KKNT-75 Undip mengembangkan landing page sebagai media informasi dan promosi yang dapat memperkenalkan potensi UMKM Mangunharjo sekaligus mendukung pengembangan kewirausahaan berbasis digital.
Pelaksanaan program dilakukan melalui pengumpulan informasi profil UMKM, pendataan dan dokumentasi produk, penyusunan deskripsi serta copywriting, dan pengelolaan basis data yang kemudian diintegrasikan ke dalam website.

Rangkaian tersebut dilanjutkan dengan sosialisasi dan peluncuran resmi website pada 3 Juli 2026 yang disertai sosialisasi penggunaan website kepada pengurus UPPKA Bina Warga.
Sebagai pendukung promosi, mahasiswa juga merancang banner bazar produk UMKM yang dilengkapi QR Code menuju website, sehingga pengunjung dapat mengakses katalog dan informasi produk secara langsung.
Program digitalisasi ini menghasilkan sebuah Website UMKM UPPKA Bina Warga yang memuat informasi mengenai profil UMKM, katalog produk beserta komposisinya, serta nomor kontak yang dapat dihubungi untuk pemesanan.
Selain itu, program ini menghasilkan banner bazar produk UMKM UPPKA Bina Warga yang dilengkapi QR Code menuju website sebagai media promosi saat UMKM mengikuti kegiatan atau bazar.
Kedua luaran tersebut diharapkan dapat memperkuat visibilitas UMKM sekaligus memudahkan masyarakat dalam mengenal dan mengakses produk lokal Mangunharjo.
Melalui rangkaian program kerja tersebut, Tim KKNT-75 Undip berupaya mengoptimalkan potensi lingkungan dan ekonomi lokal Kelurahan Mangunharjo melalui pendekatan kreatif dan digital.
Pemanfaatan limbah botol plastik menjadi lampion dekoratif diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah, sementara digitalisasi UMKM diharapkan mampu memperluas jangkauan promosi dan meningkatkan visibilitas produk lokal.
Penulis: Tim KKNT-75 Universitas Diponegoro
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar