Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Tahun Akademik 2025/2026 menggelar program multidisiplin berupa sosialisasi dan edukasi pengolahan pangan melalui inovasi produk Nutribites kepada masyarakat Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Kelurahan Wuryorejo tersebut diikuti oleh 31 peserta, khususnya Kader Kesehatan dan ibu-ibu PKK setempat.
Program ini mengintegrasikan beberapa bidang keilmuan, mulai dari keperawatan, bioteknologi, antropologi, akuntansi dan perpajakan, hukum, hingga teknik komputer.
Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memperkenalkan Nutribites tidak hanya sebagai produk pangan bergizi, tetapi juga sebagai media edukasi mengenai pemanfaatan pangan lokal, pencegahan stunting, peluang usaha, legalitas, perpajakan, serta pemanfaatan teknologi sebagai sarana penyebaran informasi.
Kegiatan diawali dengan pengenalan Nutribites, yaitu produk olahan berbahan dasar tempe, wortel, pakcoy, telur, serta bahan pendukung lainnya.
Produk tersebut dikembangkan sebagai alternatif camilan padat gizi yang dapat memanfaatkan bahan pangan lokal dan relatif mudah diolah oleh masyarakat. Setiap 50 gram Nutribites mengandung sekitar 6,6 gram protein, 2,8 gram serat, 7,7 gram lemak, 16 gram karbohidrat, dan energi sebesar 157,3 kkal.
Dalam sesi edukasi gizi, mahasiswa menjelaskan pentingnya asupan makanan yang beragam dan bergizi dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Nutribites juga diperkenalkan sebagai salah satu alternatif makanan tambahan yang dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi harian anak. Edukasi tersebut turut memperkenalkan konsep nutrigenomik secara sederhana, yaitu pemahaman mengenai hubungan antara zat gizi yang dikonsumsi dengan respons tubuh terhadap makanan.
Tempe sebagai bahan utama Nutribites merupakan sumber protein nabati, sedangkan wortel, pakcoy, dan telur melengkapi kandungan zat gizi dalam produk. Mahasiswa menjelaskan bahwa pemilihan bahan pangan tidak hanya perlu memperhatikan jumlah makanan, tetapi juga kualitas, keberagaman, dan kecukupan zat gizi sesuai kebutuhan masing-masing individu.
Sebagai bagian dari pengenalan produk, mahasiswa turut membawa Nutribites yang telah diproduksi sebelumnya untuk diperkenalkan dan dicicipi secara langsung oleh peserta.
Ibu-ibu kader kesehatan Kelurahan Wuryorejo terlihat antusias saat mencoba produk tersebut. Rasa Nutribites yang memadukan bahan pangan seperti tempe dan sayuran mendapat tanggapan positif dari peserta, yang menilai produk tersebut memiliki cita rasa yang cukup familiar dan mudah diterima.
Kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh tanggapan langsung dari masyarakat mengenai rasa dan penerimaan produk sebelum Nutribites dikembangkan lebih lanjut sebagai alternatif pangan bergizi berbasis bahan lokal.
Program multidisiplin ini turut menghubungkan Nutribites dengan pemanfaatan microgreens. Mahasiswa memperkenalkan budidaya microgreens sebagai salah satu alternatif pemanfaatan ruang terbatas untuk menghasilkan pangan yang dapat dikonsumsi keluarga.
Metode sederhana menggunakan botol plastik bekas dan kapas diperkenalkan agar masyarakat dapat mempraktikkannya di rumah tanpa membutuhkan lahan yang luas.
Materi mengenai microgreens dan pembuatan Nutribites juga dikemas dalam bentuk booklet sebagai panduan bagi masyarakat.
Booklet tersebut memuat tata cara budidaya microgreens, bahan dan langkah pembuatan Nutribites, serta informasi pendukung mengenai pemanfaatan pangan lokal.
Penyusunan materi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masyarakat agar informasi dapat dipahami serta diterapkan secara praktis.
Untuk memperluas akses terhadap materi tersebut, mahasiswa dari Program Studi Teknik Komputer turut mengembangkan digitalisasi modul dalam bentuk e-book berbasis web responsive yang dapat diakses melalui telepon pintar.
Materi edukasi juga dilengkapi dengan QR Code statis sehingga masyarakat dapat membuka panduan digital dengan lebih mudah tanpa harus selalu menggunakan booklet fisik.
“Melalui pendekatan Teknik Komputer dan Antropologi, kami ingin memastikan informasi budidaya microgreens ini tersampaikan secara luas, presisi, dan berkelanjutan.
Penggunaan QR Code statis ini menjamin warga Wuryorejo bisa terus memanfaatkan e-book edukasi ini kapan pun mereka butuhkan,” ujar Awallin Yusuf Ikrar Putra, mahasiswa Program Studi Teknik Komputer yang terlibat dalam pengembangan media digital program.
Tidak berhenti pada aspek kesehatan dan pangan, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai potensi Nutribites sebagai peluang usaha rumah tangga.
Peserta diperkenalkan pada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merintis usaha pangan olahan, seperti kualitas produk, pengemasan, penentuan harga, strategi promosi, serta pemanfaatan media digital untuk memperluas jangkauan pemasaran.

Dari sisi akuntansi dan perpajakan, mahasiswa turut memberikan pemahaman mengenai penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha.
Materi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memahami perencanaan keuangan secara lebih terstruktur sekaligus mengenali kewajiban perpajakan yang berkaitan dengan kegiatan usaha.
Sementara itu, edukasi hukum diarahkan pada pengenalan legalitas dasar bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha pangan olahan.
Mahasiswa menjelaskan beberapa aspek yang perlu diperhatikan, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), serta sertifikasi halal melalui skema self declare bagi pelaku usaha yang memenuhi persyaratan.
Legalitas tersebut diperkenalkan sebagai bagian penting dalam membangun usaha pangan yang tertib, aman, dan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen.
Lurah Wuryorejo, Theresia Sri Sundari Widowati, S.Pd., M.M., turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang melibatkan berbagai bidang keilmuan tersebut.
“Program ini sangat bermanfaat bagi warga kami, terutama ibu-ibu PKK, karena mengenalkan cara sederhana meningkatkan gizi keluarga dari bahan yang mudah ditanam sendiri di rumah. Kami berharap booklet yang dibagikan bisa terus dipakai sebagai pegangan warga,” ujar Theresia di sela-sela kegiatan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Undip berupaya menghadirkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada satu persoalan, tetapi menghubungkan aspek kesehatan, pangan, sosial, ekonomi, hukum, dan teknologi dalam satu program.
Nutribites menjadi salah satu media yang menghubungkan berbagai aspek tersebut, mulai dari pemanfaatan bahan pangan lokal hingga peluang pengembangan usaha masyarakat.
Kegiatan di Balai Kelurahan Wuryorejo diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk memanfaatkan potensi pangan di lingkungan sekitar secara lebih optimal.
Dengan dukungan panduan cetak dan digital, masyarakat diharapkan mampu menerapkan budidaya microgreens, mengolah pangan bergizi, serta memahami aspek usaha dan legalitas sehingga manfaat program dapat terus dilanjutkan setelah kegiatan KKN berakhir.
Penulis: Tim KKN Tim II Universitas Diponegoro Kelurahan Wuryorejo
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar