Jatengvox.com – Pojok Edukasi tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang belajar, bermain, dan berinteraksi bagi anak-anak di Desa Tegalsari. Melihat belum adanya pedoman pengelolaan dan aturan penggunaan fasilitas secara tertulis, Mahasiswa KKN-R Tim II Universitas Diponegoro menghadirkan inovasi berupa Pedoman Pengelolaan dan Tata Tertib Pojok Edukasi sebagai upaya memperkuat tata kelola fasilitas yang berbasis masyarakat.
Program yang dilaksanakan di Desa Tegalsari, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang ini bertujuan untuk menciptakan sistem pengelolaan Pojok Edukasi yang lebih tertib, nyaman, dan berkelanjutan. Selama ini, pengelolaan fasilitas masih berjalan tanpa acuan tertulis sehingga aturan penggunaan, pembagian peran pengelola, hingga pemanfaatan fasilitas belum memiliki pedoman yang jelas.
Sebagai bentuk implementasi program, Rizka Amalia Oktafiana, mahasiswa KKN-R Universitas Diponegoro, menyusun dokumen Pedoman Pengelolaan dan Tata Tertib Pojok Edukasi yang memuat tujuan, ruang lingkup, hak dan kewajiban pengguna, tata tertib, tugas pengelola, ketentuan penggunaan fasilitas, serta mekanisme monitoring dan evaluasi. Dokumen tersebut diharapkan menjadi acuan bersama dalam menjaga keberlangsungan Pojok Edukasi.

Untuk mendukung penyebarluasan informasi, program juga dilengkapi dengan poster tata tertib yang dipasang di area Pojok Edukasi. Media ini dirancang agar pengguna lebih mudah memahami aturan penggunaan fasilitas, mulai dari menjaga kebersihan, menggunakan buku dan permainan dengan hati-hati, mengembalikan fasilitas ke tempat semula, hingga menggunakan fasilitas secara bergantian.
Ketua RT 01/RW 04 Desa Tegalsari, Bapak Herlambang, mengapresiasi hadirnya program tersebut. Menurut beliau, keberadaan Pojok Edukasi perlu didukung dengan ruang yang mampu mendorong anak-anak belajar sekaligus berinteraksi secara positif.
“Anak-anak di sini tidak hanya membutuhkan kegiatan membaca, tetapi juga perlu berinteraksi dan bermain sambil belajar. Dengan adanya Pojok Edukasi, mereka memiliki ruang untuk belajar sekaligus bermain bersama,” ujar beliau.
Pedoman dan poster kemudian disosialisasikan kepada pengguna pojok edukasi sebagai acuan dalam pemanfaatan fasilitas. Kegiatan tersebut juga dilakukan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya menaati aturan, menjaga fasilitas bersama, serta menggunakan sarana yang tersedia secara tertib dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan ruang publik. Pendekatan ini diharapkan dapat mendukung pemanfaatan Pojok Edukasi sebagai ruang belajar dan bermain yang lebih terarah.
Melalui program ini, Mahasiswa KKN-R Tim II Universitas Diponegoro berharap Pojok Edukasi tidak hanya menjadi fasilitas belajar, tetapi juga menjadi contoh tata kelola fasilitas berbasis masyarakat yang tertib, partisipatif, dan berkelanjutan di Desa Tegalsari.
Penulis/Reporter : Rizka Amalia Oktafiana
Dosen : Dr. Dian Safitri S.P., M.Si.
Program : Optimalisasi Pojok Edukasi Berbasis Masyarakat
Editor : Uswatun Khasanah
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar