APBN 2026 Siapkan Dana Darurat Bencana hingga Rp60 Triliun, Pemerintah Pastikan Respons Cepat dan Fleksibel

Rabu, 7 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Pemerintah menegaskan komitmennya dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana alam melalui pengalokasian anggaran penanganan darurat bencana yang cukup besar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Dana yang disiapkan mencapai kisaran Rp53 hingga Rp60 triliun dan dapat digunakan sewaktu-waktu ketika kondisi darurat terjadi.

Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan negara hadir secara cepat dan efektif saat masyarakat menghadapi bencana, baik pada fase tanggap darurat maupun pemulihan pascabencana.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, anggaran tersebut saat ini masih dalam tahap penghitungan akhir, namun telah dimasukkan dalam kerangka APBN 2026.

Baca juga:  Hari ke-10 Pencarian Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang, Tim Gabungan Masih Sisir Lereng Lawu

“Berkenaan dengan masalah bencana, sedang dihitung final dan diperkirakan akan mencapai angka Rp53–60 triliun. Dan itu sudah dianggarkan di APBN 2026,” ujar Prasetyo saat konferensi pers di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).

Dana tersebut dialokasikan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam bentuk dana siap pakai.

Artinya, anggaran ini bisa langsung dimanfaatkan tanpa harus menunggu proses administrasi panjang ketika terjadi bencana alam, seperti banjir, gempa bumi, tanah longsor, maupun erupsi gunung berapi.

“Dana siap pakai itu adalah dana yang dialokasikan ke BNPB dan digunakan sewaktu-waktu bila terjadi keadaan darurat atau bencana,” jelasnya.

Baca juga:  Tren Kekerasan Meningkat, Menteri PPPA Minta Masyarakat Bersatu Pulihkan Ruang Aman

Selain dana darurat, pemerintah juga menyiapkan anggaran khusus untuk tahap pemulihan pascabencana, yang meliputi rehabilitasi dan rekonstruksi.

Prasetyo menegaskan bahwa anggaran pemulihan ini berada di luar dana siap pakai, sehingga fokus penanganan darurat tidak terganggu oleh kebutuhan jangka panjang.

“Berkenaan dengan proses pemulihan, rehabilitasi, maupun rekonstruksi dan pemulihan kembali seluruh fasilitas-fasilitas umum, itu ada alokasi tersendiri di luar dana siap pakai,” katanya.

Skema ini dinilai penting agar pemerintah bisa bekerja lebih terstruktur, mulai dari penyelamatan korban hingga pembangunan kembali infrastruktur publik seperti jalan, jembatan, sekolah, dan fasilitas kesehatan.

Baca juga:  KALOG Express Sukses Distribusikan Sekitar 820 Ribu Barang Sepanjang Kuartal I 2026

Dalam penjelasannya, Prasetyo juga menyampaikan bahwa pemerintah memiliki mekanisme penyesuaian APBN jika kondisi di lapangan menuntut perubahan anggaran.

Menurutnya, regulasi sudah memberikan ruang bagi Presiden untuk melakukan penyesuaian dalam pelaksanaan APBN apabila terjadi situasi luar biasa.

“Kalau pun kemudian ada perkembangan atau perubahan, itu sudah diatur dalam mekanisme. Presiden diberikan ruang dalam pelaksanaan APBN untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian jika diperlukan,” ujarnya.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Hasil Kuartal I-2026, Krakatau Steel (KRAS) Fokus pada Efisiensi dan Keberlanjutan
Bin Zayed International Jajaki Investasi Air Bersih Jakarta, PAM JAYA Tegaskan Kolaborasi untuk Percepatan Layanan 100 Persen
Masih Maraknya Pinjol Ilegal, Adapundi Berikan Literasi dan Inklusi Keuangan pada Mahasiswa dan UMKM di Bali
Prompt Gemini AI Ungkap Rahasia Copywriting Jurnalis: Cara Cepat Tingkatkan Konten Berita Anda!
Bank Raya Gencarkan Program Loyalitas Nasabah, Dukung Perwujudan Percepatan Inklusi Keuangan Digital Nasional
AI Center Makassar dan GDGoC UNM Kembali Gelar Study Jam Robotics dan IoT Bahas Koneksi ESP32 ke Web
Tren Pernikahan Lebih Intimate Meningkat, Hotel di Palembang Tawarkan Paket Mulai Rp 128.000 per Tamu
Pemerintah Indonesia Akui Kripto sebagai Sektor Usaha

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 21:03 WIB

Hasil Kuartal I-2026, Krakatau Steel (KRAS) Fokus pada Efisiensi dan Keberlanjutan

Senin, 27 April 2026 - 20:04 WIB

Bin Zayed International Jajaki Investasi Air Bersih Jakarta, PAM JAYA Tegaskan Kolaborasi untuk Percepatan Layanan 100 Persen

Senin, 27 April 2026 - 19:04 WIB

Masih Maraknya Pinjol Ilegal, Adapundi Berikan Literasi dan Inklusi Keuangan pada Mahasiswa dan UMKM di Bali

Senin, 27 April 2026 - 18:24 WIB

Prompt Gemini AI Ungkap Rahasia Copywriting Jurnalis: Cara Cepat Tingkatkan Konten Berita Anda!

Senin, 27 April 2026 - 15:03 WIB

AI Center Makassar dan GDGoC UNM Kembali Gelar Study Jam Robotics dan IoT Bahas Koneksi ESP32 ke Web

Berita Terbaru