LP2M UIN Walisongo Dampingi Desa Limbangan melalui Program Desa Sehat Religius

Rabu, 7 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Walisongo Semarang melaksanakan kegiatan pendampingan desa pada Senin, 6 Januari 2026, bertempat di Desa Limbangan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal.

Kegiatan ini mengusung tema “Desa Sehat Religius: Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Kesehatan Desa Berbasis Nilai Keagamaan.”

Pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat desa dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih, dan berkelanjutan dengan mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dan pendekatan kesehatan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Materi pertama disampaikan oleh Dr. Mahmud Yunus Mustofa, M.Pd. dengan judul “Kesehatan sebagai Amanah Ilahiah: Integrasi Nilai-Nilai Islam dalam Mewujudkan Desa Sehat Religius.”

Dalam paparannya, beliau menegaskan bahwa kesehatan bukan hanya persoalan fisik, tetapi juga merupakan amanah dari Allah SWT yang harus dijaga dan dipelihara.

Baca juga:  DARI TRADISI MASA LALU MENJADI GAYA HIDUP MODERN – FUGUKU LUNCURKAN TAS ‘AIKIDO’ DAN KOLEKSI BUSANA READY-TO-WEAR

Dr. Mahmud menjelaskan bahwa konsep kebersihan dan kesehatan memiliki landasan kuat dalam ajaran Islam, seperti nilai thaharah (kesucian) dan prinsip maqāṣid al-syarī‘ah, khususnya dalam menjaga jiwa (hifz al-nafs), akal, keturunan, harta, dan agama. Menjaga kebersihan lingkungan, air, serta pola hidup sehat dipandang sebagai bagian dari ibadah dan wujud keimanan.

Dalam konteks desa, beliau mendorong lahirnya gerakan Desa Sehat Religius melalui aksi nyata, seperti kerja bakti kebersihan, edukasi sanitasi, pengelolaan sampah, penghijauan lingkungan masjid (green mosque), serta perubahan pola hidup sehat berbasis nilai Islam.

Baca juga:  Wamenkomdigi Tekankan Etika dan Kepercayaan Publik dalam Pengembangan Kecerdasan Artifisial di Indonesia

Materi kedua disampaikan oleh Giyantolin, S.Si., M.Epid, dengan judul “Penguatan Kesehatan Masyarakat Desa: Edukasi dan Partisipasi Komunitas sebagai Fondasi Desa Sehat.”

Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa konsep desa sehat harus dibangun secara komprehensif dan partisipatif, melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Giyantolin menjelaskan bahwa desa sehat ditandai dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), lingkungan yang bersih dan aman, pelayanan kesehatan dasar yang terjangkau, serta kondisi gizi masyarakat yang baik.

Salah satu fokus utama yang disoroti adalah pencegahan stunting, khususnya pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), melalui pemenuhan gizi, ASI eksklusif, MPASI sehat, imunisasi, serta pemantauan rutin di Posyandu.

Baca juga:  'The Soul of Uluwatu' Mendapatkan Penghargaan di JWTFF 2026, Bersaing dengan Puluhan Film dari Eropa dan Asia

Selain itu, ia juga memaparkan pentingnya edukasi kesehatan, pemberdayaan kader desa, dukungan infrastruktur sanitasi, serta kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.

Berbagai program inovatif berbasis Education for Sustainable Development (ESD) dipandang mampu mendukung keberlanjutan desa sehat.

Melalui kegiatan pendampingan ini, LP2M UIN Walisongo Semarang berharap konsep Desa Sehat Religius dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat desa yang tidak hanya berorientasi pada kesehatan fisik, tetapi juga penguatan nilai spiritual, sosial, dan lingkungan.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat Desa Limbangan, yang diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai dan program yang telah disampaikan untuk mewujudkan desa yang sehat, religius, dan berdaya secara berkelanjutan.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

BRI Finance Perkuat Awareness Pembiayaan Komersial di Ajang LiuGong Customer Gathering 2026
Rupiah Kembali Tertekan Ke-level Terendah Rp17.300 per Dolar AS, Trading Volume $USDT dan $BTC di Bittime Melonjak dalam 24 Jam
Perkuat Konektivitas Menuju Kawasan Wisata Unggulan, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Akses Ratu Boko Jalan Tol Jogja-Solo
Tunjukkan Kiprah Nyata melalui Inovasi Berkelanjutan Terobosan Pertama di Indonesia, Srikandi Jasa Marga Raih Anugerah Kartini Infrastruktur 2026
KAI Terapkan Sistem Kelistrikan Berlapis untuk Menjamin Keandalan Operasional LRT Jabodebek
Peringati Hari Kartini, Frontliner BRI Kantor Cabang Khusus Tampil Beda dengan Pakaian Nasional
E-Wallet Makin Jadi Andalan: Cara Kerja, Tren Pengguna, dan Biayanya
Inaugurasi Horison IJ Kudus, Hadir Sebagai Ikon Baru Business & Lifestyle di Kota Kretek

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 22:03 WIB

BRI Finance Perkuat Awareness Pembiayaan Komersial di Ajang LiuGong Customer Gathering 2026

Kamis, 23 April 2026 - 20:03 WIB

Rupiah Kembali Tertekan Ke-level Terendah Rp17.300 per Dolar AS, Trading Volume $USDT dan $BTC di Bittime Melonjak dalam 24 Jam

Kamis, 23 April 2026 - 20:03 WIB

Perkuat Konektivitas Menuju Kawasan Wisata Unggulan, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Akses Ratu Boko Jalan Tol Jogja-Solo

Kamis, 23 April 2026 - 20:03 WIB

Tunjukkan Kiprah Nyata melalui Inovasi Berkelanjutan Terobosan Pertama di Indonesia, Srikandi Jasa Marga Raih Anugerah Kartini Infrastruktur 2026

Kamis, 23 April 2026 - 19:03 WIB

KAI Terapkan Sistem Kelistrikan Berlapis untuk Menjamin Keandalan Operasional LRT Jabodebek

Berita Terbaru