Jatengvox.com – Warga Desa Candisari mengikuti kegiatan pembinaan pembuatan proposal pengajuan dana untuk pembelian alat D’Ozone pada Senin, 25 Agustus 2025.
Acara yang berlangsung di Balai Desa Candisari ini digelar sebagai upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menyusun proposal yang baik dan sesuai standar lembaga pendanaan, sehingga rencana pengadaan alat D’Ozone dapat berjalan lancar.
Dalam pembinaan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo hadir sebagai narasumber.
Mereka memberikan penjelasan mengenai pentingnya penyusunan proposal yang sistematis.
Proposal tidak hanya berfungsi sebagai syarat administrasi, tetapi juga sebagai gambaran rencana kerja dan kebutuhan masyarakat.
Melalui proposal yang baik, peluang memperoleh bantuan dana dari pihak eksternal akan lebih besar.
Salah satu fokus kegiatan adalah penawaran pembuatan proposal pengajuan dana.
Warga Desa Candisari diperkenalkan pada kerangka proposal yang dapat digunakan untuk mengajukan pembelian alat D’Ozone.
Dengan format yang jelas—mulai dari latar belakang, tujuan, manfaat, hingga rincian anggaran—diharapkan masyarakat dapat menyesuaikan dengan kebutuhan desa.
Selain itu, mahasiswa KKN juga membagikan tips praktis serta studi kasus dari proposal-proposal yang pernah berhasil.
Mereka menjelaskan bagaimana sebuah proposal dinilai layak oleh lembaga pemberi dana, serta hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan agar tidak ditolak.
Beberapa contoh nyata dipaparkan sehingga warga lebih mudah memahami teknik penyusunan proposal yang efektif.
Lebih lanjut, para mahasiswa menegaskan bahwa proposal yang telah disusun nantinya akan diajukan ke Bank Indonesia.
Lembaga ini dinilai sebagai salah satu mitra strategis dalam mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk penyediaan sarana kesehatan dan kebersihan seperti alat D’Ozone.
Dukungan dari Bank Indonesia diharapkan dapat mempercepat realisasi program ini.
Kepala Desa Candisari menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan pembinaan ini.
Menurutnya, pembelajaran mengenai pembuatan proposal sangat penting, karena dapat meningkatkan kemampuan administrasi masyarakat sekaligus membuka peluang baru dalam pembangunan desa.
“Kami berharap, dengan adanya pelatihan dari mahasiswa KKN ini, warga mampu membuat proposal yang benar-benar berkualitas, sehingga pengadaan alat D’Ozone bisa segera terealisasi,” ujarnya.
Warga Desa Candisari pun antusias mengikuti kegiatan hingga akhir. Mereka menyadari bahwa kemampuan menyusun proposal bukan hanya berguna untuk program ini saja, tetapi juga dapat diterapkan untuk berbagai kebutuhan desa lainnya.
Dengan demikian, pembinaan yang difasilitasi mahasiswa KKN UIN Walisongo ini diharapkan menjadi awal yang baik dalam membangun kemandirian masyarakat melalui pengelolaan program yang lebih profesional.
Editor : Murni A