Pembinaan Pembuatan Proposal Pengajuan Alat D’Ozone kepada Warga Desa Candisari

waktu baca 2 menit
Senin, 25 Agu 2025 21:13 17 jatengvox

Jatengvox.com – Warga Desa Candisari mengikuti kegiatan pembinaan pembuatan proposal pengajuan dana untuk pembelian alat D’Ozone pada Senin, 25 Agustus 2025.

Acara yang berlangsung di Balai Desa Candisari ini digelar sebagai upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menyusun proposal yang baik dan sesuai standar lembaga pendanaan, sehingga rencana pengadaan alat D’Ozone dapat berjalan lancar.

Dalam pembinaan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo hadir sebagai narasumber.

Mereka memberikan penjelasan mengenai pentingnya penyusunan proposal yang sistematis.

Proposal tidak hanya berfungsi sebagai syarat administrasi, tetapi juga sebagai gambaran rencana kerja dan kebutuhan masyarakat.

Melalui proposal yang baik, peluang memperoleh bantuan dana dari pihak eksternal akan lebih besar.

Baca juga:  Bolu Kering 57 Jadi Inspirasi Mahasiswa KKN UIN Walisongo di Pidodo Kulon

Salah satu fokus kegiatan adalah penawaran pembuatan proposal pengajuan dana.

Warga Desa Candisari diperkenalkan pada kerangka proposal yang dapat digunakan untuk mengajukan pembelian alat D’Ozone.

Dengan format yang jelas—mulai dari latar belakang, tujuan, manfaat, hingga rincian anggaran—diharapkan masyarakat dapat menyesuaikan dengan kebutuhan desa.

Selain itu, mahasiswa KKN juga membagikan tips praktis serta studi kasus dari proposal-proposal yang pernah berhasil.

Mereka menjelaskan bagaimana sebuah proposal dinilai layak oleh lembaga pemberi dana, serta hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan agar tidak ditolak.

Baca juga:  Semarak Hari Santri Nasional di MI NU 68 Leban, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ajak Siswa Rayakan dengan Edukasi dan Lomba Islami

Beberapa contoh nyata dipaparkan sehingga warga lebih mudah memahami teknik penyusunan proposal yang efektif.

Lebih lanjut, para mahasiswa menegaskan bahwa proposal yang telah disusun nantinya akan diajukan ke Bank Indonesia.

Lembaga ini dinilai sebagai salah satu mitra strategis dalam mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk penyediaan sarana kesehatan dan kebersihan seperti alat D’Ozone.

Dukungan dari Bank Indonesia diharapkan dapat mempercepat realisasi program ini.

Kepala Desa Candisari menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan pembinaan ini.

Menurutnya, pembelajaran mengenai pembuatan proposal sangat penting, karena dapat meningkatkan kemampuan administrasi masyarakat sekaligus membuka peluang baru dalam pembangunan desa.

Baca juga:  UGM Perkuat Kolaborasi dengan Positive Technologies melalui Kunjungan ke Moskow dan KazanForum

“Kami berharap, dengan adanya pelatihan dari mahasiswa KKN ini, warga mampu membuat proposal yang benar-benar berkualitas, sehingga pengadaan alat D’Ozone bisa segera terealisasi,” ujarnya.

Warga Desa Candisari pun antusias mengikuti kegiatan hingga akhir. Mereka menyadari bahwa kemampuan menyusun proposal bukan hanya berguna untuk program ini saja, tetapi juga dapat diterapkan untuk berbagai kebutuhan desa lainnya.

Dengan demikian, pembinaan yang difasilitasi mahasiswa KKN UIN Walisongo ini diharapkan menjadi awal yang baik dalam membangun kemandirian masyarakat melalui pengelolaan program yang lebih profesional.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA