Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 41 UIN Walisongo Semarang mendapat kesempatan istimewa mengunjungi langsung sentra pembuatan sapu ijuk milik Bapak Elisturyono di Desa Wirogomo, pada Senin (11/08/2025).
Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa disambut hangat oleh Bapak Elisturyono yang sudah lebih dari 12 tahun menekuni usaha sapu ijuk dengan produk andalannya bernama “Tanduk Mas”.
Ia menjelaskan bahwa bahan baku berupa ijuk pohon aren setiap hari dikirim langsung dari para pengepul atau petani di Boyolali.
Ijuk-ijuk tersebut kemudian diolah melalui proses tradisional, mulai dari pembersihan, pemilahan, hingga dirangkai menjadi sapu yang kuat dan tahan lama.
Bapak Elisturyono menuturkan bahwa awal mula usahanya berawal dari aktivitas jual beli ijuk sebagai bahan pokok.
Kala itu, ia membeli ijuk dari pengepul untuk kemudian dijual kembali ke berbagai daerah, seperti Ungaran, Ambarawa, Bergas, Salatiga, hingga Banyubiru.
“Awalnya hanya spekulasi, mencoba-coba untuk cari langganan. Lama-kelamaan banyak permintaan, akhirnya saya seriusin dengan membuat produk sendiri,” jelasnya.
Kini, produk sapu ijuk Tanduk Mas berkembang pesat hingga menjadi salah satu UMKM terbesar di Desa Wirogomo.
Produksinya mampu mencapai 70–80 sapu per hari dengan melibatkan tenaga kerja dari masyarakat sekitar.
Selain membantu perekonomian keluarga, usaha ini juga memberikan peluang kerja bagi warga desa.
Tak hanya menyaksikan proses produksi, mahasiswa KKN juga mendengarkan kisah perjuangan dan motivasi Bapak Elisturyono dalam mempertahankan usaha di tengah persaingan zaman.
Menurutnya, kunci utama dalam berwirausaha adalah ketekunan dan konsistensi menjaga kualitas.
“Kalau produknya bagus dan awet, insyaAllah pembeli akan percaya dan kembali membeli. Harapan saya sederhana, usaha ini bisa terus berjalan meskipun dengan cara spekulasi, yang penting tetap ada hasilnya,” ungkapnya.
Selain itu, Bapak Elisturyono juga memberikan pesan inspiratif bagi generasi muda yang ingin memulai bisnis.
Ia berpesan agar tidak takut mencoba berjualan apa saja, asalkan tidak menurunkan kualitas saat usaha sudah berkembang.
“Jangan sampai mengecewakan pelanggan. Kuncinya adalah konsisten dalam membuat produk,” tegasnya.
Bagi mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 41, kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan juga pengalaman berharga untuk memahami potensi ekonomi lokal.
Kisah Bapak Elisturyono bersama produk Tanduk Mas menjadi inspirasi bahwa dari desa kecil pun dapat lahir usaha yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Semangat wirausaha ini diharapkan terus diwariskan sekaligus menjadi motivasi bagi generasi muda untuk mencintai dan mengembangkan potensi daerahnya.
Editor : Murni A