Jatengvox.com – Sebanyak 12 pengusaha asal India menjajaki peluang investasi di Provinsi Jawa Tengah. Mereka datang dengan latar belakang beragam, mulai dari industri tekstil, teknologi, hingga sektor kesehatan.
Kunjungan tersebut berlangsung dalam rangkaian lawatan kerja Duta Besar India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty, yang diterima langsung Gubernur Ahmad Luthfi di kompleks Kantor Gubernur, Semarang, Kamis (19/2/2026).
Pertemuan berlangsung hangat. Tak sekadar seremonial, diskusi berjalan intens dengan sejumlah pengusaha yang menunjukkan minat serius menanamkan modal di Jawa Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Shri Sandeep Chakravorty menyampaikan apresiasinya terhadap kondisi Jawa Tengah yang dinilai memiliki stabilitas politik, sosial, dan ekonomi yang baik.
Ia menyebut, semakin banyak perusahaan India yang melihat Jawa Tengah sebagai destinasi investasi potensial. Bahkan saat ini sudah ada dua pabrik asal India yang tengah dibangun dan diproyeksikan menyerap 700 hingga 800 tenaga kerja lokal.
“Saya ingin mengapresiasi iklim investasi yang positif di Jawa Tengah. Ada stabilitas politik, sosial, dan ekonomi, dan saya memuji upaya Bapak Gubernur dalam mewujudkannya,” ujarnya.
Dubes India juga mengundang Gubernur Jawa Tengah untuk melakukan kunjungan balasan ke India guna memperluas jejaring dan menarik lebih banyak investor. Rencana roadshow ke sejumlah kota besar di India pun tengah disiapkan.
Menurut Chakravorty, India dan Indonesia memiliki banyak kesamaan sebagai negara demokrasi besar dengan populasi tinggi dan keberagaman budaya.
India saat ini berpenduduk sekitar 1,4 miliar jiwa, sementara Indonesia merupakan negara dengan populasi terbesar keempat di dunia.
Kesamaan tersebut dinilai menjadi fondasi kuat untuk mempererat kerja sama, khususnya di sektor ekonomi dan investasi daerah.
“Kami memiliki kesempatan untuk saling belajar. Kami berharap hubungan India dan Indonesia semakin erat, termasuk dengan Jawa Tengah secara khusus,” tambahnya.
Gubernur Ahmad Luthfi menyambut positif minat investor India tersebut. Ia menyampaikan bahwa India kini masuk dalam daftar 20 besar negara investor di Jawa Tengah.
Hingga triwulan III, nilai investasi India di Jawa Tengah tercatat hampir mencapai Rp672 miliar.
Dalam waktu dekat, beberapa perusahaan India bahkan dijadwalkan melakukan groundbreaking di kawasan industri strategis seperti Kendal dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Nilai investasi yang disiapkan untuk proyek-proyek tersebut disebut mendekati setengah triliun rupiah atau sekitar 500 juta dolar AS.
“Ini menunjukkan kepercayaan investor asing terhadap Jawa Tengah semakin kuat,” kata Luthfi.
Ke depan, Pemprov Jawa Tengah menawarkan sejumlah sektor unggulan kepada investor India.
Di antaranya pengembangan ekonomi hijau, peningkatan profesionalisme tenaga medis dan rumah sakit, serta industri padat karya seperti garmen yang selama ini menjadi tulang punggung manufaktur di wilayah ini.
Menurut Luthfi, arus investasi yang terus mengalir berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang saat ini telah mencapai 5,37 persen, berada di atas rata-rata nasional.
Ia menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen menjaga kepastian regulasi dan kemudahan perizinan agar investor merasa nyaman dan aman menanamkan modalnya.;
Editor : Murni A














