Jatengvox.com – Pemberdayaan perempuan kembali ditegaskan sebagai fondasi penting bagi perubahan sosial yang berkelanjutan. Hal ini mengemuka dalam kegiatan Inspirational Women Talk bertema “Empowered Women, Powerful Change” yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-25 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Forum tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari organisasi perempuan, kementerian, hingga pimpinan lembaga negara.
Seluruh narasumber sepakat bahwa perempuan memiliki peran strategis, bukan hanya di ranah domestik, tetapi juga dalam pengambilan keputusan dan pembangunan nasional.
Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusat, Ida Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan harus dipandang sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Menurutnya, ketika perempuan mendapatkan akses yang setara terhadap pendidikan, pekerjaan, dan ruang pengambilan keputusan, dampaknya tidak berhenti pada individu semata.
Keluarga menjadi lebih tangguh, dan pada akhirnya berkontribusi pada stabilitas sosial dan ekonomi nasional.
“Pemberdayaan perempuan adalah kunci untuk memperluas kesempatan kerja, memperkuat ketahanan keluarga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Ida dalam kesempatan tersebut.
Senada dengan itu, Ketua DWP BPOM, Elfi Taruna Ikrar, menekankan bahwa peran perempuan saat ini telah berkembang jauh melampaui stigma sebagai pendamping semata.
Perempuan, kata dia, memiliki kapasitas sebagai pengambil keputusan yang mampu menciptakan peluang dan kemandirian dalam keluarga maupun masyarakat.
“Perempuan yang berdaya akan melahirkan keluarga yang kuat, dan dari keluarga yang kuat akan tumbuh masyarakat yang tangguh,” ungkap Elfi.
Ia menilai, kegiatan seperti Inspirational Women Talk menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan jejaring bagi perempuan untuk terus berkontribusi secara nyata di berbagai sektor kehidupan.
Sementara itu, Kepala BPOM Taruna Ikrar menyoroti besarnya tanggung jawab lembaganya dalam menjaga keselamatan masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa setiap kebijakan dan pengawasan yang dilakukan BPOM tidak hanya berdampak bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga memiliki implikasi global.
Dalam konteks tersebut, peran perempuan—baik sebagai pelaku kebijakan, pengawas, maupun agen edukasi di masyarakat—dinilai sangat krusial, terutama dalam memastikan keamanan obat dan makanan di tingkat keluarga.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menambahkan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci agar setiap kebijakan dan standar pengawasan benar-benar berorientasi pada keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai, kolaborasi antara pemerintah, lembaga, dan organisasi perempuan akan memperkuat dampak kebijakan di lapangan.
Di sisi lain, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri menyoroti pentingnya peningkatan literasi perempuan, khususnya terkait obat, makanan, dan kesehatan.
Menurutnya, perempuan yang memiliki pengetahuan memadai akan menjadi garda terdepan dalam melindungi keluarga dari risiko kesehatan.
Kegiatan Inspirational Women Talk ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan HUT ke-25 BPOM, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendorong pemberdayaan perempuan secara berkelanjutan.
Melalui sinergi dan kolaborasi berbagai pihak, diharapkan perempuan Indonesia semakin berdaya, memiliki ruang aktualisasi yang setara, dan mampu menjadi motor penggerak perubahan nyata—dimulai dari keluarga, hingga berdampak luas bagi masyarakat dan bangsa.
Editor : Murni A














