Mahasiswa KKN UPGRIS Dorong Inovasi Kemasan UMKM Souvenir Desa Leyangan

Senin, 26 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa KKN UPGRIS saat memberikan pendampingan kepada UMKM souvenir di Gempol RT 03/RW 04, Desa Leyangan (26/1/26).

Mahasiswa KKN UPGRIS saat memberikan pendampingan kepada UMKM souvenir di Gempol RT 03/RW 04, Desa Leyangan (26/1/26).

Jatengvox.com – Dalam upaya mendukung penguatan dan pengembangan usaha masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melaksanakan kegiatan pendampingan dan pemantauan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.

Kegiatan ini difokuskan pada penggalian potensi usaha, identifikasi kebutuhan pengembangan, serta penerapan inovasi guna meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal.

Pendampingan tersebut dilaksanakan pada Senin, 26 Januari 2026, bertempat di Gempol RT 03/RW 04, Desa Leyangan.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN UPGRIS memberikan pendampingan kepada UMKM souvenir yang dikelola oleh Kelompok Ibu-ibu Cinta dengan fokus pada pengembangan desain kemasan dan penguatan identitas produk.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah penggunaan kemasan saset pouch laser hologram yang dinilai mampu memberikan nilai tambah sekaligus meningkatkan daya tarik produk di pasar.

Baca juga:  Kemendagri Dorong Transformasi Layanan Perkotaan Berbasis Keberlanjutan

UMKM souvenir Kelompok Ibu-ibu Cinta berawal dari kegiatan sederhana yang dilakukan secara mandiri oleh masyarakat.

Pada tahap awal, kelompok ini mengembangkan kegiatan hidroponik, kemudian berlanjut ke usaha merajut, pembuatan tas, hingga produksi busana dan gaun berbahan daur ulang dari bank sampah.

Seiring berjalannya waktu, usaha tersebut mendapatkan dukungan dari masyarakat dan pihak kelurahan, bahkan berhasil meraih juara pertama dalam kategori gaun daur ulang sampah.

Jumlah anggota yang semula mencapai sepuluh orang kini menjadi empat orang yang aktif berkegiatan dan kerap dipercaya sebagai narasumber dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Dalam aspek pemasaran, produk souvenir dipasarkan melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp.

Harga produk bervariasi, mulai dari Rp 5.000 sampai Rp 6.000 per buah untuk produk sederhana, dengan produk terlaris berupa baju dan topi.

Baca juga:  Warga Kedungsari Antusias Praktik Langsung Pembuatan Biopori Bersama KKN UIN Walisongo

Sementara itu, produk dengan tingkat kerumitan karakter memiliki harga yang disesuaikan dengan proses pembuatannya.

Tas ponsel dipasarkan dengan harga sekitar Rp 60.000, sedangkan dompet koin dijual sekitar Rp 50.000 per unit.

Salah satu mahasiswa KKN UPGRIS, M. Syamsul Huda, menyampaikan bahwa pendampingan UMKM ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa dalam menghadirkan pengabdian yang aplikatif dan berkelanjutan.

Menurutnya, pendampingan tidak hanya berfokus pada proses produksi, tetapi juga pada penguatan identitas produk melalui kemasan dan logo yang lebih representatif.

“Melalui pendampingan ini, kami berupaya membantu pelaku UMKM dalam meningkatkan nilai jual produk, khususnya melalui inovasi kemasan yang lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Harapannya, UMKM di Desa Leyangan dapat terus berkembang, mandiri, dan memiliki daya saing yang lebih luas,” ujarnya.

Ibu Anik selaku pelaku UMKM sekaligus perwakilan Kelompok Ibu-ibu Cinta menyampaikan apresiasinya atas pendampingan yang diberikan oleh mahasiswa KKN UPGRIS.

Baca juga:  KKN UPGRIS Kelompok 38 Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN 01 Watuagung

Ia mengaku senang dan bangga karena mendapatkan dukungan dalam pengembangan kemasan dan pembuatan logo produk.

Menurutnya, keberadaan mahasiswa KKN turut memberikan motivasi dan kepercayaan diri bagi pelaku UMKM di wilayah setempat.

Ia berharap inovasi yang telah dilakukan mampu membantu produk souvenir yang dihasilkan semakin dikenal luas, khususnya di wilayah Gempol dan sekitarnya.

“Kami berharap produk ini dapat terus berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas. Secara keseluruhan, pendampingan dari mahasiswa KKN sudah sangat baik,” tambahnya.

Melalui kegiatan pendampingan tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS berupaya menghadirkan inovasi yang selaras dengan kebutuhan UMKM lokal.

Kolaborasi antara mahasiswa dan pelaku usaha diharapkan mampu memperkuat perekonomian desa sekaligus menegaskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kemendikdasmen Terapkan TKA Inklusif 2026, Murid Berkebutuhan Khusus Difasilitasi Teknologi Khusus
75 Persen Sampah Nasional Masih Dibuang Terbuka, Daerah Resmi Masuk Darurat Sampah
Pemulihan Listrik Pascabencana Sumatra Capai 99 Persen, Pemerintah Fokus Percepatan Rehabilitasi
KemenPPPA Tetapkan Dua Program Prioritas 2026, DPR Ingatkan Risiko Pemangkasan Anggaran
DPR Minta Perpanjangan HGU Dipastikan Tepat Waktu demi Stabilitas Industri
Edaran Baru Kemendikdasmen Atur Upacara Bendera Berkelanjutan di Sekolah
Mensos Dorong Penyempurnaan Data Disabilitas Nasional demi Bantuan yang Lebih Tepat Sasaran
Wagub Jateng Minta Penguatan Hutan Lindung Usai Banjir Bandang Pemalang

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:22 WIB

Kemendikdasmen Terapkan TKA Inklusif 2026, Murid Berkebutuhan Khusus Difasilitasi Teknologi Khusus

Selasa, 27 Januari 2026 - 10:49 WIB

75 Persen Sampah Nasional Masih Dibuang Terbuka, Daerah Resmi Masuk Darurat Sampah

Selasa, 27 Januari 2026 - 07:26 WIB

Pemulihan Listrik Pascabencana Sumatra Capai 99 Persen, Pemerintah Fokus Percepatan Rehabilitasi

Senin, 26 Januari 2026 - 17:11 WIB

Mahasiswa KKN UPGRIS Dorong Inovasi Kemasan UMKM Souvenir Desa Leyangan

Senin, 26 Januari 2026 - 15:45 WIB

KemenPPPA Tetapkan Dua Program Prioritas 2026, DPR Ingatkan Risiko Pemangkasan Anggaran

Berita Terbaru