Berita  

Kenalkan Beragam Fase Bulan, Mahasiswa KKN UIN Walisongo gelar Observasi Bulan Purnama

Observasi Bulan Purnama

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 129 mengadakan kegiatan observasi bulan purnama bersama anak-anak di Desa Ngasinan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang pada Sabtu (9/8/2025).

Kegiatan dilaksanakan di dua titik, yakni lapangan Dusun Kemasan dan halaman Musala Al Amin Dusun Banjaran.

Puluhan anak berkumpul sejak pukul 19.00 WIB untuk mengikuti pengenalan fase-fase bulan.

Mereka tampak antusias ketika secara bergantian diarahkan melihat bulan melalui teleskop yang disiapkan oleh mahasiswa KKN.

Fathiyah Zahrah, salah satu mahasiswa KKN, menjelaskan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk mendekatkan ilmu pengetahuan kepada anak-anak desa.

Baca juga:  Penerjunan KKN Tematik UPGRIS 2025 Resmi Dimulai di Desa Gondoriyo, Bergas Semarang

“Melalui pengamatan langsung, kami ingin anak-anak mengenal fase-fase bulan dengan cara yang menyenangkan. Dengan begitu, mereka bisa belajar sains dari pengalaman nyata, bukan hanya dari buku,” ujarnya.

Antusiasme juga terlihat dari warga yang mendampingi anak-anak.

Abel, salah satu peserta sekaligus warga setempat, mengaku senang dengan pengalaman tersebut.

“Ternyata bulan itu nggak mulus ya, ada banyak lubang-lubangnya” katanya.

Selain pengamatan, mahasiswa juga mengajak anak-anak mengidentifikasi bentuk bulan sesuai hasil pengamatan mereka.

Aktivitas sederhana itu bertujuan menumbuhkan daya imajinasi sekaligus memperkuat pemahaman tentang fase-fase bulan.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Tematik UPGRIS Bantu Kegiatan Posyandu Mugirahayu di Kelurahan Ngempon

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari masyarakat karena dianggap mampu menghadirkan pembelajaran sains dengan cara yang kreatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Observasi bulan purnama tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian program edukasi mahasiswa KKN UIN Walisongo di Desa Ngasinan yang berfokus pada pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan kegiatan sosial-keagamaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *